Pohon Tertua di Dunia Ditemukan di Chili

P Suryo RP Suryo R - Minggu, 23 Juli 2023
Pohon Tertua di Dunia Ditemukan di Chili

Di kawasan Santiago, Chile terdapat pohon tertua di dunia. (Unsplash/Agustín Ljosmyndun)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KOKOH berdiri dengan batang besarnya, membuat pohon itu terlihat tua dibandingkan pohon sekitarnya. Lumut yang tumbuh dengan sehat dan membungkusnya seakan pohon itu menjadi hunian paling nyaman. Meski terlihat tua, daun yang tumbuh pun masih terlihat segar.

Pohon dengan jenis pinus disebut tua memang benar adanya. Bahkan peneliti menyebutnya sebagai ‘kakek buyut’ dari pohon lainnya, sekaligus menjadi pohon tertua di dunia. Dituliskan di laman Bangkok Post, pohon itu ditemukan di hutan Santiago, Chili.

Baca Juga:

'Pohon' Besi dengan Kanopi Panel Surya akan Jadi Charger Mobil Listrik

pohon
Pohon Tertua di Dunia ditemukan di Chile. (Bangkok Post)

Peneliti yang menemukan tumbuhan raksasa ini mengungkapkan pohon pinus ini telah berusia lebih dari lima ribu tahun, dan telah melihat semua yang terjadi di dunia ini. Pohon ini selamat dari perubahan iklim, bencana, dan perubahan tatanan dunia.

"Dia selamat, tidak ada orang lain yang memiliki kesempatan untuk hidup begitu lama," kata Antonio Lara peneliti di Universitas Austral dan pusat ilmu iklim dan ketahanan di Chili, sekaligus bagian dari tim yang mengukur usia pohon.

Petugas taman Anibal Henriquez menemukan pohon itu saat berpatroli di hutan pada tahun 1972. Dia meninggal karena serangan jantung 16 tahun kemudian saat berpatroli di hutan yang sama dengan menunggang kuda. “Dia tidak ingin orang dan turis tahu (di mana itu) karena dia tahu itu sangat berharga,” ujar anak perempuan Henriquez.

Baca Juga:

Ayo Menanam Pohon, Agar Terus Memberikan Manfaat pada Lingkungan

pohon
Peneliti menyebutkan pohon pinus tersebut berusia lebih dari lima ribu tahun. (Bangkok Post)

Karena ketenarannya yang semakin meningkat, badan kehutanan nasional harus menambah jumlah penjaga taman dan membatasi akses untuk melindungi si Kakek Buyut. Pohon yang dikenal sebagai cemara Patagonian ini hidup berdampingan dengan spesies pohon lain, seperti coigue, pinus prem dan tepa, katak Darwin, kadal, dan burung seperti chucao tapaculo dan elang Chili.

Pada tahun 2020, Barichivich dan Lara berhasil mengekstraksi sampel dari pohon ‘Kakek buyut’ menggunakan bor manual terpanjang yang ada, sayangnya mereka tidak dapat mencapai pusatnya.

“Pohon-pohon purba memiliki gen dan sejarah yang sangat istimewa karena merupakan simbol perlawanan dan adaptasi. Mereka adalah atlet alam terbaik. Jika pohon-pohon ini hilang, maka kunci penting tentang bagaimana kehidupan beradaptasi dengan perubahan di planet ini juga akan hilang," tutup Barichivich. (mro)

Baca Juga:

Pohon Ribuan Tahun Ini Jadi Wisata Favorit di Tiongkok

#Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Travel
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Kapal ini berangkat dari Belfast pada Oktober 2024 untuk melakukan pelayaran berkelanjutan keliling dunia.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Indonesia
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tiket masuk Ancol tak bisa gratis. Hanya penerima KJP yang bisa menikmatinya.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Infografis
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
MPpeeps jiwa petualang pasti merasa puas jika mengunjungi destinasi wisata unik yang ada di seluruh dunia!
Rezita Kesuma - Senin, 26 Oktober 2026
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
Travel
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Nature & Outdoor Experiences menawarkan beragam cara bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Bali dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Fun
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Australia Barat menawarkan berbagai destinasi wisata ramah keluarga, mulai dari Busselton Jetty, Ngilgi Cave, hingga Lucky Bay yang dihuni kanguru liar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Bagikan