Pohon di Monas Bukan Ditebang, Hanya Dipindahkan Proyek revitalisasi Monas. (Foto: MP/Asropih)

Merahputih.com - Pengacara PT Bahana Prima Nusantara, Abu Bakar J. Lamatapo mengatakan pohon-pohon di Monumen Nasional (Monas) dipindahkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini adalah Dinas Kehutanan.

Abu menyebut dirinya tidak tahu-menahu mengenai pemindahan pohon di kawasan Monas sisi selatan tersebut.

"Dinas kehutanan yang ambil. Akarnya diangkat karena mau ditanam kembali, jadi bukan ditebang," kata Abu di Jakarta, Kamis (24/1).

Baca Juga:

KPK Tolak Laporan PSI Soal Revitalisasi Monas

Pohon-pohon itu harus dipindahkan karena ada kontraktor yang harus menggali tanah guna membangun kolam dan pelataran upacara, karena struktur dua fasilitas itu tebal dan dalam sehingga perlu penggalian.

"Tidak mungkin bisa dikerjakan kalau itu pohon masih di situ," kata dia.

Plang proyek revitalisasi kawasan Monas oleh Pemprov DKI Jakarta (MP/Asropih)
Plang proyek revitalisasi kawasan Monas oleh Pemprov DKI Jakarta (MP/Asropih)

Selain itu, dia menyebutkan pemindahan pohon juga mengikuti rancangan yang dibuat pemenang sayembara.

Disebutkan, sekitar 190 pohon di Monas sisi selatan dipindahkan, namun bekas pemindahan berupa lubang-lubang di tanah tidak terlihat. Dikabarkan pohon-pohon itu dipindahkan sebagian ke sisi timur dan sebagian ke sisi barat.

Baca Juga:

Kontraktor Proyek Anies Revitalisasi Monas Tak Jelas, PSI Lapor KPK

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai ada kejanggalan pemenang tender proyek revitalisasi Monas. Salah satunya ialah alamat kantor kontraktornya.

Salah satu anggota DPRD Fraksi PSI, Justin Adrian menyebutkan kejanggalan alamat Bahana Prima yang berada di tengah pemukiman padat di Ciracas, Jakarta Timur. Menurut Justin di alamat tersebut tidak ada tanda-tanda adanya sebuah kantor dan gedung perusahaan. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH