PN Jakut Lanjutkan Sidang Permohonan Penunjukkan Auditor PT FNS Ilustrasi sidang (Ist)

Merahputih.com - Sidang permohonan penunjukkan auditor untuk mengaudit perusahaan PT Fortune Nestindo Sukaes (FNS) kembali bergulir di Pengadiln Negeri Jakarta Utara, Rabu (30/9).

Pada sidang yang dipimpin oleh Hakim Tumpanuli Marbun ini, ada dua agenda sidang yakni Tanggapan Termohon dan keterangan saksi dari Pemohon.

Adapun pihak-pihak yang terkait dalam permohonan yang terregister Nomor : 445/Pdt.P/2020/PN.Jkt.Utr ini adalah Pho Kiong sebagai Pemohon dan PT. FNS sebagai Termohon.

Pho Kiong sendiri merupakan mantan Direktur Utama di perusahaan sarang burung walet tersebut dan kini sebagai pemegang saham sebesar 30 persen.

Baca Juga:

Facebook Hadirkan Fitur Musik Baru, Intip Detailnya

Dalam Tanggapan Termohon sempat disinggung soal legal standing Pemohon dalam mengajukan permohonan tersebut. Hal ini disampaikan kuasa hukum Termohon, C Suhadi di ruang sidang Ali Said lantai 2 PN Jakut.

Selain tidak berdasarkan alasan hukum yang benar, Suhadi menilai banyak hal-hal yang menyesatkan sebagai alasan permohonan.

Ini sangat beralasan karena Pho Kiong sendiri pernah selama empat tahun memimpin perusahaan tersebut dan tidak pernah melakukan audit selama kurun waktu tahun 24 Februari 2016 - 27 Februari 2020.

"Pemohon adalah orang yang menduduki jabatan sebgai Direktur Utama Perseroan yang harus bertanggung jawab untuk memimpin dan menjalankan jalannya kegiatan usaha Perseroan dengan baik dan benar," ucapnya.

Ilustrasi Sidang (ist)

Terkait dengan objek permohonan, Suhadi menjelaskan bahwa dalam rapat umum pemegang saham luar biasa yang dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2020, telah disepakati untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) Justinus A Sidharta sebagai auditor.

Dan penunjukan tersebut telah final secar yuridis. Sehingga, auditor yang kini sedang melakukan tugasnya sangat memerlukan data-data keuangan perusahaan. Dan ini berdampak pada tidak terpenuhinya permintaan dokumem yang diminta Pemohon sebgai pemegang saham.

"Ini tidak dapat dinilai sebagai perbutan melawan hukum," tegasnya.

Terkait tidak adanya aktifitas audit yang dilakukan Pho Kiong diakui oleh Alvin Lim, kuasa hukum Pemohon. Menurutnya, posisi kliennya di perusahaan tersebut hanya sebagai boneka. "Dirut cuma namanya doang," ujarnya.

Baca Juga:

Berupaya Saingi TikTok, Facebook Diduga Kucurkan Dana Besar untuk Content Creator

Namun ketika ditanyakan mengapa Pemohon justru meminta dilakukan audit setelah tidak lagi menjadi Dirut, Alvin beralasan bahwa saham kliennya mau diperkecil atau didelusi. "Karena ada setoran modal, sehingga kita minta laporan keuangan. Ketika Pak Pok Kiong keluar, uangnya masih banyak," pungkasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Negara Maju Berkomitmen Gelontorkan Dana Stimulus
Indonesia
Negara Maju Berkomitmen Gelontorkan Dana Stimulus

Namun terlepas dari jumlahnya yang besar, masalah dengan peluncuran vaksin secara global dan munculnya varian virus corona baru membuat jalur pemulihan di masa depan tetap tidak pasti.

Kejagung Sita Aset Tanah 194 Hektare Milik Benny Tjokro, Diduga Terkait ASABRI
Indonesia
Kejagung Sita Aset Tanah 194 Hektare Milik Benny Tjokro, Diduga Terkait ASABRI

Penyidik Jam Pidsus Kejagung telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka

Sindir KAMI, Megawati: Kayaknya Banyak yang Kepengen Jadi Presiden
Indonesia
Sindir KAMI, Megawati: Kayaknya Banyak yang Kepengen Jadi Presiden

Menurutnya, KAMI sepertinya refleksi banyaknya orang yang ingin menjadi presiden.

Polisi akan Tindak Penjual yang Timbun dan Naikkan Harga Tabung Oksigen
Indonesia
Polisi akan Tindak Penjual yang Timbun dan Naikkan Harga Tabung Oksigen

"Jangan sampai bermain-main untuk mencoba menyimpan atau mencoba menaikkan harga. Jadi, jika di toko atau retail atau perorangan yang membeli banyak dan mencari keuntungan, kami akan menindak,"

[HOAKS atau FAKTA]: Jalan Tol di Sumatra Membelah Kebun Kurma
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jalan Tol di Sumatra Membelah Kebun Kurma

“Kanan kiri pohon kurma...???? Yg kemarin nggak butuh jalan Tol, nggak usah lewat sini yah..????”.

Terapkan Hukuman Kontroversial Pelanggar PSBB, Pemprov DKI Dinilai Tak Serius
Indonesia
Terapkan Hukuman Kontroversial Pelanggar PSBB, Pemprov DKI Dinilai Tak Serius

Penerapan masuk peti mati dapat disimpulkan main-main dan terkesan Pemprov tidak tegas.

Ganggu Pemadangan Mata, Gerobak Pemulung di Kawasan Senen Ditertibkan
Indonesia
Ganggu Pemadangan Mata, Gerobak Pemulung di Kawasan Senen Ditertibkan

“Kami bersama anggota Satpol PP Kecamatan dan Satpol PP Kelurahan menertibkan puluhan gerobak pemulung, karena merusak pemandangan mata sehingga menjadi kumuh," kata Agus

Calon Pengganti Idham Azis Diminta Perkuat Komunikasi dengan Masyarakat Sipil
Indonesia
Calon Pengganti Idham Azis Diminta Perkuat Komunikasi dengan Masyarakat Sipil

Terdapat beberapa perwira tinggi Polri dengan pangkat komisaris jenderal (bintang tiga) yang potensial untuk menjadi calon Kapolri pengganti Idham Aziz.

Semua Aktivitas FPI Dilarang Diberi Izin
Indonesia
Semua Aktivitas FPI Dilarang Diberi Izin

Mahfud MD perintahkan seluruh aparat keamanan menolak setiap kegiatan dari ormas yang mengatasnamakan FPI.

Gegara Risma, Anak Buah Anies Angkut Puluhan Gelandangan di Jakarta Pusat
Indonesia
Gegara Risma, Anak Buah Anies Angkut Puluhan Gelandangan di Jakarta Pusat

"Lapak pedagang yang kita tertibkan sebanyak 23 lapak atau gerobak dan 2 orang PMKS," kata Plh Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/1).