PN Jakarta Pusat Kembali Lockdown Selama 2 Hari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Foto: Twitter/PNjktpusat

MerahPutih.com - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kembali mengeluarkan kebijakan lockdown atau menutup aktivitas sementara setelah ditemukan adanya 7 orang positif COVID-19.

Keputusan ini berdasarkan surat Ketua PN Jakarta Pusat yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No.W10-UI/247/KP.01/II/2021 tanggal 23 Februari 2021, Perihal Laporan Aparatur Peradilan yang terkonfirmasi COVID-19 pada PN Jakarta Pusat.

Baca Juga

PN Jakarta Pusat Batalkan Rapat Sidang Pailit CNQC Mitra JO

"Untuk memutus mata rantai COVID-19 dengan melakukan bekerja dari rumah (WFH) selama 2 hari terhitung mulai tanggal 25 Februari sampai dengan tanggal 26 Februari 2021," kata Humas PN Jakpus, Bambang Nurcahyono kepada wartawan, Kamis (25/2).

Bambang menjelaskan, 7 orang yang terpapar COVID-19 itu terdiri dari satu hakim, dua panitera pengganti, satu orang jurusita, dan empat orang sisanya dari unsur pegawai PN Jakpus.

"Yang bersangkutan saat ini melakukan isolasi mandiri dan juga ada yang dirawat," imbuh Bambang.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Selama lockdown, PN Jakpus akan melakukan sejumlah upaya dalam rangka pencegahan penularan COVID-19 di lingkungan kerja mereka. Dipastikan aktivitas di pengadilan akan kembali normal pada awal bulan depan.

"PN Jakarta Pusat akan melakukan penyemprotan kembali disinfentan selama lockdown. Selanjutnya kegiatan PN Jakarta Pusat kembali normal seperti biasa, terhitung mulai hari Senin, Tanggal 1 Maret 2021," kata Bambang. (Pon)

Baca Juga

Siang ini Warga Korban Banjir Jakarta Gugat Pemprov DKI ke PN Jakarta Pusat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Janjikan Layanan Keuangan Formal di Daerah Tertinggal
Indonesia
Pemerintah Janjikan Layanan Keuangan Formal di Daerah Tertinggal

Saat ini sekurang-kurangnya 76,19 persen dari seluruh penduduk dewasa di Indonesia telah menggunakan layanan keuangan formal.

Djoko Tjandra Buat e-KTP Setengah Jam, Ini Penjelasan Dukcapil Jaksel
Indonesia
Djoko Tjandra Buat e-KTP Setengah Jam, Ini Penjelasan Dukcapil Jaksel

"Begitu status sudah print ready record, itu fotonya sudah muncul dan kelurahan bisa cetak," ujarnya

Jokowi Tinjau Proyek Pangan di Kalimatan Tengah
Indonesia
Jokowi Tinjau Proyek Pangan di Kalimatan Tengah

Food estate kawasan aluvial ini dibangun pada lahan Eks-PLG dengan seluas lahan potensial 165.000 hektare.

Jhon Kei Mengaku Sebar Anak Buahnya ke Tiga Lokasi Buru sang Paman
Indonesia
Jhon Kei Mengaku Sebar Anak Buahnya ke Tiga Lokasi Buru sang Paman

Di Kosambi menyebabkan dua korban yakni satu orang meninggal dunia dan satu orang luka berat

Perkara Ujaran Kebencian yang Diduga Dilakukan Maaher At-Thuwailibi Dihentikan
Indonesia
Perkara Ujaran Kebencian yang Diduga Dilakukan Maaher At-Thuwailibi Dihentikan

Pada saat dilakukan penerimaan dan penelitian tersangka secara virtual, tersangka Soni Eranata menyatakan dirinya dalam keadaan sehat

Ini Alasan Anies Terbitkan Pergub 40 Tahun 2020 Tentang Sanksi PSBB
Indonesia
Ini Alasan Anies Terbitkan Pergub 40 Tahun 2020 Tentang Sanksi PSBB

Penerapan PSBB harus dipatuhi oleh seluruh masyarakan bukan hanya segelintir orang.

Bukan Pesangon dan Jaminan Sosial, Birokrasi dan Korupsi Penghambat Investasi
Indonesia
Bukan Pesangon dan Jaminan Sosial, Birokrasi dan Korupsi Penghambat Investasi

Pemerintah diminta lebih meningkatkan upaya pemberantasan korupsi serta membangun sistem pemerintahan yang efisien, transparan dan akuntabel.

Rizieq Shihab Ditahan, Fahri Hamzah: Tuan, Marilah Kita Bertarung dengan Gagah Berani
Indonesia
Rizieq Shihab Ditahan, Fahri Hamzah: Tuan, Marilah Kita Bertarung dengan Gagah Berani

Menanggapi penahanan warga Petamburan, Jakarta Pusat itu, Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menuliskan sebuah puisi untuk Rizieq Shihab.

Densus Bekuk Terduga Teroris di Jepara dan Sleman, Kepala BNPT: Mereka Anggota Jaringan JI
Indonesia
Densus Bekuk Terduga Teroris di Jepara dan Sleman, Kepala BNPT: Mereka Anggota Jaringan JI

Terduga teroris tersebut diketahui sebagai jaringan Jamaah Islamiyah (JI) pimpinan Para Wijayanto, yang sebelumnya ditangkap duluan Densus 88.

 ICW Desak Dewan Pengawas KPK Tegur Firli Cs
Indonesia
ICW Desak Dewan Pengawas KPK Tegur Firli Cs

"Pada dasarnya sependapat jika Dewan Pengawas menyoroti sektor penindakan yang ada di KPK pada era kepemimpinan Firli Bahuri," ujarnya.