MerahPutih.com - Tugas Indonesia dalam Presidensi G20 telah selesai. Penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali sudah dilakukan pada Rabu (16/11).
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menganggap, Indonesia mampu memimpin G20 di tengah situasi sulit dan ketegangan politik, serta berhasil menggiring pencapaian kesepakatan akhir pada KTT G20.
PM Trudeau menyebutkan bahwa, dengan kepemimpinan/presidensi Indonesia, G20 mampu menghasilkan Deklarasi Bali (G20 Bali Leaders' Declaration).
Baca Juga:
KTT G20 Hasilkan Kesepakatan Dana Pandemi Sebesar Rp 23,4 Triliun
Trudeau mengakui bahwa proses untuk mencapai konsensus atau kesepakatan di forum G20 tidak pernah mudah, khususnya saat ada isu-isu tertentu yang berdampak pada perekonomian dunia --yang melibatkan banyak aktor, dan ketika negara-negara punya perspektif berbeda.
"Namun, berkat upaya yang dilakukan oleh Indonesia, dan sekali lagi kita harus mengakui kepemimpinan Presiden Joko Widodo --karena atas kepemimpinannya seluruh anggota G20 dapat menemukan mufakat," kata Trudeau saat menjawab pertanyaan media pada saat konferensi pers selepas pertemuan puncak G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, seperti dikutip Antara.
Ia menilai, Deklarasi Bali berhasil memuat pernyataan sikap yang tegas, terutama dalam menyikapi invasi Rusia di Ukraina berikut dampaknya yang dapat memicu krisis pangan dan perekonomian dunia.
"Tiap pihak yang mengupayakan (keberhasilan) ini perlu mendapat pujian. Semua yang menghadiri pertemuan, khususnya kepemimpinan Indonesia," kata Trudeau.
Baca Juga;
Plan International Meminta Pemimpin G20 Bertindak Hentikan Krisis Kelaparan
Ia menilai, Deklarasi Bali memuat sejumlah target yang cukup ambisius, terutama pada target-target yang terkait dengan aksi iklim dan arsitektur kesehatan global.
Walaupun demikian, Trudeau menyampaikan bahwa dunia berharap banyak terhadap G20 sehingga sudah sepatutnya forum ekonomi terbesar dunia itu memasang target-target yang ambisius.
Kanada, ujarnya, memahami berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia maupun negara-negara lain di dunia.
Perubahan iklim, ketahanan energi, upaya mewujudkan dunia tanpa emisi atau yang rendah emisi, serta upaya menciptakan lapangan kerja yang layak --sehingga tiap orang dapat menafkahi keluarganya-- merupakan contoh tantangan yang ia sebutkan.
"Itu menjadi masalah yang kami bahas bersama, dan kami berupaya mengatasi itu," kata Trudeau. (*)
Baca Juga:
Jokowi Nyatakan Dukungan Indonesia untuk Presidensi G20 India