PM Selandia Baru Jacinda Ardern Bersumpah Tak Mau Sebut Nama Teroris Penembak Jamaah Masjid Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern (Foto: NDTV.com)

MerahPutih.Com - Aksi terorisme berupa penembakan jamaah masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru benar-benar mengejutkan dunia. Betapa tidak, Selandia Baru selama ini dikenal sebagai negara paling aman dan toleran.

Bahkan dalam indeks negara paling islami, Selandia Baru menduduki peringkat teratas lantaran kebijakan pemerintahnya terkait aturan halal di semua sektor publik.

Tak pelak lagi, teroris yang menembak jamaah di dua masjid kota Christchurch membuat perhatian seluruh dunia tertuju ke Selandia Baru.

Presiden AS Donald Trump usai tragedi berdarah tersebut langsung menelepon PM Jacinda Ardern dan menanyakan apa yang bisa dibantu Amerika kepada Selandia Baru.

Di luar dugaan, jawaban Perdana Menteri Jacinda Ardern singkat dan penuh makna: simpati dan cinta untuk semua umat Islam.

PM Jacinda Ardern bertemu keluarga korban teroris
PM Jacinda Ardern bertemu dengan keluarga korban penembakan teroris di Christchurch (Foto: abc.news)

Jacinda Ardern yang merupakan salah satu perdana menteri termuda dunia itu terus mengobarkan simpati dan cinta untuk umat muslim. Bahkan dalam pidato penuh emosionalnya di Gedung Parlemen Selandia Baru, Ardern bersumpah untuk tidak akan pernah menyebut nama pria teroris yang menyerang jamaah masjid.

"Dia mencari banyak hal dari tindakan terornya, termasuk agar menjadi terkenal - itulah sebabnya Anda tidak akan pernah mendengar saya menyebutkan namanya," kata Ardern di Wellington, sebagaimana dilansir BBC World, Selasa (19/3).

Sebagaimana diketahui penembakan pada Jumat lalu (15/3) di dua masjid di Kota Christchurch telah menewaskan 50 orang, termasuk seorang warga Indonesia, dan puluhan lainnya terluka.

Warga Australia, Brenton Tarrant, yang berusia 28 tahun, yang menyebut dirinya sebagai penganut supremasi kulit putih, didakwa sebagai pelaku penembakan.

Jacinda Ardern kepada para anggota parlemen Selandia Baru meminta seraya memohon agar nama korban yang harus disebut dan didoakan, bukan pelaku.

PM Jacinda Ardern memeluk keluarga korban
Jacinda Ardern memeluk keluarga korban aksi teror di dua masjid kota Christchurch (Foto: Arabian News)

"Saya mohon, ucapkan nama-nama mereka yang meninggal ketimbang nama pelakunya. Dia adalah teroris. Dia adalah pelaku kriminal. Dia adalah ekstremis. Tetapi ketika menyangkut dirinya, ketika harus menyebutnya, saya tak akan menyebut namanya," tegas Ardern.

Serangan teroris di Kota Christchurch membuat warga Selandia Baru bersatu dalam kemajemukan. Hampir setiap warga berdatangan ke lokasi masjid yang diserang, membawa bunga dan menjaga umat muslim menunaikan salat.

Bahkan dalam pertamuan khusus dengan parlemen, Jacinda Ardern mengawali sambutannya dengan mengucapkan Assalamualaikum.

Politisi Partai Buruh yang juga Perdana Menteri perempuan termuda itu meminta platform media sosial untuk berbuat lebih banyak dalam memerangi teror, setelah pelaku serangan di Christchurch menyiarkan langsung serangannya di Facebook.

"Kami tidak bisa hanya duduk dan menerima bahwa platform ini ada dan bahwa apa yang dikatakan mereka bukanlah tanggung jawab yang menerbitkannya," katanya.

Ardern meyakinkan anggota parlemen bahwa terduga pelaku penyerangan akan "menghadapi ancaman hukuman yang berat".

Dia mendorong warga Selandia Baru untuk menunjukkan solidaritas kepada komunitas Muslim pada Jumat ini - saat salat Jumat yang sekaligus menandai sepekan sejak penembakan.

Keluarga belum dapat memakamkan jenazah sesegera mungkin karena proses identifikasi dan dokumentasi forensik. Sejauh ini belum ada daftar jenazah yang dirilis kepada keluarga.

Jenazah sejumlah korban telah dimandikan dan disiapkan sesuai tradisi Islam, Selasa (19/3) ini, dengan bantuan relawan yang diterbangkan dari luar negeri.

Layanan imigrasi Selandia Baru mengatakan sedang memproses visa bagi keluarga para korban yang ingin datang dari luar negeri untuk menghadiri pemakaman.

Jacinda Ardern mengumumkan bahwa undang-undang penggunaan senjata api akan diperketat, dengan menyatakan bahwa rinciannya akan disampaikan dalam beberapa hari ke depan.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Kiai Ma'ruf Ungkap Isi Telepon Jokowi Usai Debat Ketiga



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH