PM Palestina Selamat dari Upaya Pembunuhan di Gaza Unjuk rasa Palestina mengibarkan bendera Palestina saat bentrok dengan pasukan Israel dekat perbatasan dengan Isral di selatan Jalur Gaza, Jumat (2/2). (ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

MerahPutih.com - Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah selamat dari upaya pembunuhan di Gaza pada Selasa (13/3). Demikian Otoritas Palestina setelah sebuah ledakan terjadi di dekat konvoinya.

Beberapa menit setelah ledakan tersebut, Hamdallah, yang tidak terluka, menyampaikan pidato dalam peresmian pabrik pengolahan limbah di Jalur Gaza, demikian cuplikan rekaman dalam siaran televisi langsung. Dia mengatakan dalam pidatonya bahwa tiga mobilnya telah rusak.

Otoritas tersebut mengatakan bahwa pihaknya menahan kelompok Hamas yang mendominasi daerah kantung, yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, seketika menuduh kelompok tersebut melakukan penyerangan, namun mengatakan pihaknya telah gagal memberikan keamanan yang memadai.

Kementerian Dalam Negeri Gaza yang dipimpin Hamas mengatakan, ledakan tersebut terjadi saat konvoi perdana menteri melewati Kota utara Beit Hanoun. Tidak ada yang terluka dan petugas keamanan telah memulai penyelidikan, demikian juru bicara kementerian Eyad Al-Bozom.

Perdana menteri tersebut bermarkas di Tepi Barat yang diduduki dan melakukan perjalanan darat, melalui Israel, ke Jalur Gaza. Polisi mengatakan, ledakan tersebut terjadi tak lama setelah konvoi Hamdallah lewat, dan seorang saksi mengatakan bahwa konvoi tersebut menampakkan dua mobil pada akhir iring-iringan kendaraan mengalami kerusakan.

"Kepresidenan Palestina meminta Hamas bertanggung jawab atas penargetan pengecut dari konvoi Perdana Menteri di Gaza," demikian laporan kantor berita resmi Palestina WAFA, dikutip dari Antara.

Otoritas Palestina Hamas dan Abbas masih terpecah atas bagaimana menerapkan kesepakatan rekonsiliasi yang diperantarai Mesir. Hamas menguasai Jalur Gaza pada 2007.

"Serangan terhadap pemerintah konsensus adalah sebuah serangan terhadap kesatuan rakyat Palestina," demikian Nabil Abu Rdainah, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Ledakan semacam itu pernah terjadi di dekat tempat di mana konvoi diplomatik Amerika Serikat diledakkan oleh bom yang dikendalikan jarak jauh pada 2003, sesaat setelah memasuki Jalur Gaza. Tiga spesialis keamanan Amerika tewas dan seorang diplomat AS terluka dalam ledakan itu. (*)


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH