PM Israel Tegaskan Kembali Tolak Gencatan Senjata

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 08 November 2023
PM Israel Tegaskan Kembali Tolak Gencatan Senjata
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (ANTARA FOTO/REUTERS/Francois Lenoir)

MerahPutih.com - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan tidak akan bersedia melakukan gencatan senjata.

Israel juga tetap memberlakukan pemboikotan masuknya pasokan bahan bakar ke wilayah Gaza, sampai Hamas membebaskan seluruh warga mereka yang disandera.

Baca Juga:

Israel Larang Bahan Bakar Masuk Gaza

"Tidak akan ada bahan bakar yang masuk atau pun gencatan senjata tanpa pembebasan warga kami yang disandera," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi Israel, dikutip dari Antara, Rabu (8/11).

Pemerintah Israel mengklaim Kelompok Hamas Palestina telah menyandera sedikitnya 242 orang setelah melancarkan serangan lintas batas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.

Adapun, Netanyahu mengatakan tentara Israel telah bergerak lebih dalam ke Gaza daripada yang pernah dibayangkan Hamas.

Baca Juga:

70 Persen Penduduk Gaza Terusir dari Tempat Tinggal akibat Serangan Israel

“Gaza City telah dikepung. Kami beroperasi di dalamnya, kami memperdalam tekanan terhadap Hamas setiap jam, setiap hari,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan pasukan militer dikerahkan “di jantung Gaza City", di tengah serangan militer yang sedang berlangsung di wilayah Palestina.

“Pasukan darat menyerang dari segala arah dengan koordinasi penuh dengan angkatan laut dan darat. Mereka memperketat cengkeraman mereka di sekitar Gaza,” kata Gallant, Selasa kemarin

Baca Juga:

Menlu Arab Gelar Pertemuan Bahas Kondisi Gaza

“Kami akan melanjutkannya sampai kemenangan dan sampai para sandera dipulangkan,” imbuh pejabat tinggi Israel itu.

Selama beberapa pekan terakhir, Israel telah melancarkan serangan udara dan darat di Jalur Gaza, sebagai balasan atas serangan Hamas.

Sedikitnya 10.328 warga Palestina, termasuk 4.237 anak-anak dan 2.719 perempuan, telah terbunuh sejak saat itu. Sementara itu, jumlah korban tewas di Israel hampir 1.600 orang, menurut angka resmi.

Selain banyaknya korban jiwa dan arus pengungsi besar-besaran, pasokan kebutuhan pokok bagi 2,3 juta penduduk Gaza semakin menipis akibat pengepungan Israel. (*)

Baca Juga:

Obat Obatan di RS Indonesia Gaza Semakin Menipis

#Konflik Palestina #Israel
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Bagikan