PLN Salurkan Stimulus Listrik ke 6,1 Juta Warga Jabar Listrik PLN. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat (Jabar) menyalurkan program pemberian bantuan keringanan biaya listrik atau penyaluran stimulus listrik kepada 6.134.808 pelanggan PLN kategori rumah tangga daya 450 VA dan 900VA bersubsidi dan kategori bisnis dan industri daya 450 VA untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19.

"Kami siap memastikan penyaluran stimulus listrik periode Maret 2021 untuk lebih dari 6,1 juta pelanggan berjalan lancar," kata Manager Komunikasi PLN Unit Induk Jawa Barat Iwan Ridwan, Selasa (16/3).

Baca Juga:

PLN Dapat Pinjaman USD310 Juta dari AIIB

Jumlah tersebut terdiri dari pelanggan prabayar R1T 450 sebanyak 2,3 juta pelanggan, pelanggan pasca bayar R1 450 sebanyak 3,1 juta pelanggan, pelanggan pascabayar R1 900 sebanyak 616 ribu pelanggan, dan 105 ribu pelanggan bisnis dan industri daya 450 VA

"Sejak pandemi tahun lalu, kami telah menyiapkan sistem yang matang untuk menyalurkan program ini sehingga berlangsung lancar," katanya,

Ia menegaskan, PLN menambah akses baru pelanggan melalui New PLN Mobile. Oleh karena itu, BUMN ini optimis penyaluran keringanan bantuan listrik pada bulan Maret berhasil.

Petugas PLN. (Foto: Antara)
Petugas PLN. (Foto: Antara)

Ia mengatakan, bagi masyarakat yang ingin memperoleh diskon token listrik stimulus COVID-19, khusus daya 450 VA cara paling mudah dapat dilakukan melalui Aplikasi PLN Mobile yang terdapat di Playstore atau Appstore.

"Setelah selesai mengunduh, pelanggan dapat masuk ke aplikasi PLN Mobile," katanya dikutip Antara.

Sseorang pelanggan prabayar E Nasita sangat merasakan manfaat bantuan program tersebut. Dirinya, bisa mengalihkan pembelian biaya token ke kebutuhan yang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:

PLN Rogoh Rp33 Juta per Keluarga di Daerah 3T

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolres Jakpus Bawa Ribuan Aparat Jaga Sidang Vonis Banding Rizieq
Indonesia
Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Mulai Besok
Indonesia
Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Mulai Besok

Aturan ini berlaku pada Rabu (1/9), mulai dari pukul 06.00 sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Masyarakat Disarankan Hentikan Aktivitas Tak Perlu, Epidemiolog: Bulan Depan Idul Adha
Indonesia
Masyarakat Disarankan Hentikan Aktivitas Tak Perlu, Epidemiolog: Bulan Depan Idul Adha

Sementara itu, untuk wilayah Bali, tidak terjadi lonjakan

Kemenag Jateng Optimistis Calon Haji Tahun Ini Diberangkatkan ke Tanah Suci
Indonesia
Kemenag Jateng Optimistis Calon Haji Tahun Ini Diberangkatkan ke Tanah Suci

antor Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah optimistis jemaah calon haji (calhaj) asal Jawa Teteng bakal berangkat tahun ini. Hal ini menyusul penurunan kasus COVID-19 nasional dan di Arab Saudi sendiri.

Komnas HAM Minta TNI Jadikan Kasus di Merauke Sebagai Pembelajaran
Indonesia
Komnas HAM Minta TNI Jadikan Kasus di Merauke Sebagai Pembelajaran

Komnas HAM meminta pihak terkait mulai menginternalisasi kembali atau menguatkan materi-materi tentang HAM

Kasus COVID-19 Bertambah 1.000 Per Hari, Warga Jangan Takut Dites
Indonesia
Kasus COVID-19 Bertambah 1.000 Per Hari, Warga Jangan Takut Dites

Yang perlu diperhatikan adalah penularan pada orang tua, sehingga masyarakat diminta untuk bisa menjaga keluarganya.

Kemenkes Konfirmasi 11 Kasus Baru COVID-19 Varian Omicron
Indonesia
Kemenkes Konfirmasi 11 Kasus Baru COVID-19 Varian Omicron

Temuan seluruh kasus di pintu masuk negara tersebut menunjukkan hasil penguatan surveilans

Jadwal Vaksinasi COVID-19 di Branz BSD dan RS Annisa Tangerang
Indonesia
Jadwal Vaksinasi COVID-19 di Branz BSD dan RS Annisa Tangerang

Pemerintah melakukan kegiatan vaksinasi di beberapa titik wilayah BSD City per tanggal 11 Oktober-11 November.

Penambahan Kasus COVID-19 di Bawah 22 Ribu
Indonesia
Penambahan Kasus COVID-19 di Bawah 22 Ribu

Jumlah kasus bertambah di bawah angka 22 ribu per hari. Kini, 21.380 kasus baru pada Senin (7/3), sehingga total menjadi 5.770.105.

Mabes Polri Beberkan Alasan Kapolri Copot Kapolda Sumsel
Indonesia
Mabes Polri Beberkan Alasan Kapolri Copot Kapolda Sumsel

Mabes Polri menjelaskan alasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi jabatan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri tak lama setelah polemik sumbangan fiktif Akidi Tio 'sebesar' Rp 2 Triliun.