Pledoi Heru Hidayat Bantah Terima Aliran Dana Rp 10 Triliun dari Kasus Jiwasraya Logo Jiwasraya (ANTARA)

MerahPutih.com - Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat menegaskan hingga saat ini tidak memiliki harta kekayaan mencapai Rp10 triliun.

Oleh karena itu, dia membantah Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dalam Perkara Pidana Tindak Pidana Korupsi Nomor : 33/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst. yang menyebutkan dirinya menikmati aliran dana hingga Rp10 triliun dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dalam tuntutan JPU, Heru Hidayat juga diminta untuk mengganti dana tersebut.

Hal itu terungkap dalam nota pembelaan atau pledoi Heru Hidayat, yang dibacakan dalam lanjutan persidangan perkara Asuransi Jiwasraya, Kamis (22/10).

Baca Juga

Eks Sekretaris MA Nurhadi Didakwa Terima Gratifikasi Rp37 Miliar

“Zaman sudah maju dan terbuka ini, dapat ditelesuri apakah saya memiliki harta sampai sebesar Rp10 Triliun. Lalu darimana dapat dikatakan saya memperoleh dan menikmati uang Rp10 Triliun lebih?," kata Heru dalam pembacaan pledoi.

Heru Hidayat menegaskan bahwa BPK sendiri mengatakan hitungan tersebut diperoleh dari selisih uang yang dikeluarkan Jiwasraya dengan nilai dari saham dan reksadana per tanggal 31 Desember 2019.

Di sisi lain, dia menegaskan bahwa dalam persidangan tak tampak adanya bukti atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya terkait penerimaan dana lebih dari Rp 10 triliun. Sepanjang persidangan, jelas dia, tak satupun saksi baik dari Jiwasraya, para Manajer Investasi (MI), maupun broker, yang mengatakan pernah memberi uang sampai Rp10 Triliun kepadanya.

Logo Jiwasraya (ANTARA)

Bahkan ahli dari BPK yang dihadirkan dalam persidangan, sebut dia, juga mengatakan hanya menghitung uang yang keluar dari Jiwasraya, di mana uang tersebut keluar kepada MI dan digunakan untuk membeli saham. Tak ada pernyataan dalam persidangan, tegasnya, yang menyatakan adanya uang dari Jiwasraya yang mengalir sampai ke Heru Hidayat.

“Kalau memang saya yang dituduhkan menikmati uang Jiwasraya tersebut, kenapa ada sebuah perusahaan Manajer Investasi terkenal dalam perkara ini yang telah mengembalikan/menitipkan uang ke Kejaksaan,” tegasnya.

Dia melanjutkan dalam persidangan berkali-kali ditunjukkan slide yang berisi detail transfer uang dari orang-orang yang katanya nominee Heru. Padahal, klaim Heru dalam persidangan ini telah terungkap bahwa orang-orang tersebut bukan nominee Heru, melainkan Nominee dari Piter Rasiman.

"Lalu ada email yang katanya dari saya kepada Benny Tjokro, yang isinya meminta agar ditransfer uang ratusan miliar ke beberapa rekening atas nama orang lain," katanya.

Anehnya, lanjut Heru email itu dianggap sebagai bukti bahwa dirinya pernah menerima uang tersebut. Padahal, kata Heru selama persidangan tidak ada saksi maupun saya atau Benny yang membenarkan isi email tersebut.

"Bahkan tidak ada respons dan jawaban atas email tersebut. Selain itu, tidak sekalipun ditunjukkan adanya bukti transfer atas email tersebut dalam persidangan ini. Lalu dalam dalam tuntutan email tersebut dijadikan bukti bahwa Saya menerima uang ratusan miliar dari Benny. Bukankah jika orang dituduh menerima transfer dapat dan harus dibuktikan dengan slip transfer atau rekening korannya? Sekali lagi mohon Yang Mulia memaafkan keawaman saya ini,” jelas dia.

Heru menambahkan bahwa dia dinyatakan telah memberikan uang atau memperkaya pihak-pihak lain. Namun, orang-orang yang disebut tersebut membantahnya

Baca Juga

Eks Sekretaris MA Nurhadi Didakwa Terima Suap Rp45,7 Miliar

“Bahkan mengatakan sebaliknya dan tidak ada bukti pemberian dari saya. Lagi-lagi daya teringat pedomannya, bicara hukum itu bicara bukti. Jika tidak ada buktinya berarti tidak terbukti,” pungkas Heru Hidayat. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat, Djoko Tjandra Terancam Kurungan 5 Tahun
Indonesia
Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat, Djoko Tjandra Terancam Kurungan 5 Tahun

Dengan demikian, sudah ada tiga orang tersangka dalam perkara ini

Napi LP Banceuy Bandung Kendalikan Peredaran Narkoba di Jakarta
Indonesia
Napi LP Banceuy Bandung Kendalikan Peredaran Narkoba di Jakarta

Tersangka Taufik Rahman melakukan perlawanan terhadap petugas

Kabar Gembira, 6 Pasien Positif COVID-19 di Kaltim Sembuh
Indonesia
Kabar Gembira, 6 Pasien Positif COVID-19 di Kaltim Sembuh

Tambahan tiga orang yang sembuh berasal dari Kota Balikpapan

Triliunan Rupiah Disiapkan untuk Antisipasi Dampak Virus Corona terhadap Ekonomi
Indonesia
Triliunan Rupiah Disiapkan untuk Antisipasi Dampak Virus Corona terhadap Ekonomi

Pemerintah akan mengeluarkan stimulus jilid II untuk menangkal dampak virus corona terhadap ekonomi Indonesia.

Pemerintah Belanda Ogah Bantu Pembobol BNI Maria Lumowa
Indonesia
Pemerintah Belanda Ogah Bantu Pembobol BNI Maria Lumowa

Saat ini, Maria masih mempertimbangkan nama-nama pengacara tersebut.

Tersangka Suap Meikarta Minta Perlindungan Jokowi
Indonesia
Tersangka Suap Meikarta Minta Perlindungan Jokowi

Toto membantah telah memberikan uang itu ke Edi Dwi Soesianto

 Enam ABG Karanganyar Bikin Video Mandi di Atas Motor, Polisi Beri Sanksi Kocak
Indonesia
Enam ABG Karanganyar Bikin Video Mandi di Atas Motor, Polisi Beri Sanksi Kocak

Hasil keterangan enam pelaku, kata dia, melakukan aksi itu hanya karena iseng, tanpa maksud agar viral atau tujuan lainnya. Apapun alasan mereka, tidak bisa dibenarkan dan harus diberikan sanksi tegas.

Seratus Hari Pemerintahan, Jokowi Dianggap Hanya Sibuk Urus Omnibus Law
Indonesia
Seratus Hari Pemerintahan, Jokowi Dianggap Hanya Sibuk Urus Omnibus Law

Serikat buruh minta pemerintah fokus bagaimana membangun dan memberdayakan sektor industrialisasi rakyat.

Rute KA Bandara Adi Soemarmo Solo Diperpanjang Sampai Stasiun Klaten
Indonesia
Rute KA Bandara Adi Soemarmo Solo Diperpanjang Sampai Stasiun Klaten

Perpanjangan tersebut akan diberlakukan mulai awal Maret

Bundaran HI hingga Monas jadi Fokus Pengamanan Malam Tahun Baru
Indonesia
Bundaran HI hingga Monas jadi Fokus Pengamanan Malam Tahun Baru

Jumlah personel 3 pilar yang dikerahkan sebanyak 1.875 personel