PKS: Wajar Media Asing Nilai Menkes Gagal Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan keterangan pers seusai meninjau RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (2/3). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama

MerahPutih.com - Anggota DPR dari Fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher menanggapi penilaian media asing terhadap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang tak sigap dalam menangani pandemi COVID-19 yang terus meningkat.

“Saya pikir wajar jika media asing menyoroti Kementerian Kesehatan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas buruknya pengelolaan pandemi di Indonesia,” kata Netty dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu, (24/9).

Baca Juga:

Kemenkes Jadi Penyumbang Klaster COVID-19 Terbanyak di Jakarta

“Bagaimana tidak dianggap gagal jika kurva COVID-19 makin meningkat tajam, angka positif dan kematian makin tinggi, bahkan terus saja mencetak rekor baru. Zona merah makin meluas, sementara nakes dan fasilitas kesehatan makin kedodoran menghadapi pandemi,” sambung dia.

Menurut Netty, media asing berpikir bahwa Menkes Terawan Agus Putranto seharusnya adalah orang kuat di balik penanganan pandemi, memiliki kewenangan dan otoritas besar serta didukung anggaran ratusan trilliun rupiah.

“Jadi ada benarnya jika mereka menimpakan beban kesalahan itu pada Menkes dan Kementerian Kesehatan yang dianggap sebagai leading sector,” ujarnya.

Tangkap layar pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam konferensi pers daring di Kantor Presiden Jakarta, Senin (14/9). (Desca Lidya Natalia)
Tangkap layar pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam konferensi pers daring di Kantor Presiden Jakarta, Senin (14/9). (Desca Lidya Natalia)

Namun, Netty mempertanyakan, benarkah kegagalan penanganan pandemi sepenuhnya kesalahan Menkes. Pasalnya sejak awal, dia mengaku sudah menyampaikan bahwa penanganan pandemi ini harus berbasis kesehatan sebagai akar masalah.

Oleh karena itu, menurut Ketua Tim COVID-19 Fraksi PKS DPR ini, seharusnya yang diberi kewenangan dan otoritas mengatur adalah Menkes. Lembaga yang menjadi leading sector dan diberi anggaran besar adalah Kementerian Kesehatan.

"Lalu ada dukungan antarlembaga dan Kementerian serta partisipasi masyarakat dengan informasi yang tinggi dalam berkolaborasi melawan pandemi. Dan terakhir, semua elemen itu harus di-orkestrasi dengan benar oleh presiden,” ujarnya.

Ironisnya, kata Netty, kita menjumpai situasi yang berbeda di Indonesia. Hal itu, kata Netty diakibatkan oleh penanganan pandemi setengah-setengah antara kesehatan dan pemulihan ekonomi.

"Skema program dan pembiayaan tidak fokus pada stimulus mengatasi persoalan kesehatan. Bahkan anggaran Kemenkes untuk penanganan pandemi terbilang kecil dan proses pencairan pun berbelit,” tegas dia.

Baca Juga:

Luhut Perintahkan Kemenkes Turun Lapangan Pantau Rumah Sakit COVID-19

Oleh karena itu, menurut istri mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan ini, jika media asing menyorot Menkes berkinerja buruk, sebaiknya kita semua berintrospeksi.

“Sudahkah arahan, kewenangan dan otoritas diberikan? Jangan sampai kita membenarkan penilaian orang luar, sementara persoalan utamanya adalah kurangnya kepemimpinan transformatif yang mampu mengharmonisasikan semua perangkat,” tutup Netty. (Pon)

Baca Juga:

Menkes Siap Tambah Hotel Berbintang Buat Isolasi Orang Tanpa Gejala

Penulis : Zulfikar Sy Zulfikar Sy
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gempa 7,4 SR Guncang Malut, Berpotensi Tsunami
Indonesia
Gempa 7,4 SR Guncang Malut, Berpotensi Tsunami

Gempa tektonik dengan kekuatan 7.4 Skala Richter (SR) mengguncang di Maluku Utara, Kamis (14/11), sekitar pukul 23.17 WIB.

Anies Beberkan Sederet Sanksi Bagi Pelanggar PSBB, Apa Saja?
Indonesia
Anies Beberkan Sederet Sanksi Bagi Pelanggar PSBB, Apa Saja?

Dari mulai pidana ringan dan bilang berulang

Pemda DIY Perpanjang Libur Sekolah hingga 14 April 2020
Indonesia
Pemda DIY Perpanjang Libur Sekolah hingga 14 April 2020

Perpanjangan dilakukan karena melihat situasi wabah korona yang belum berakhir.

Diduga Ada Agenda Tersembunyi di Balik Revisi UU MK
Indonesia
Diduga Ada Agenda Tersembunyi di Balik Revisi UU MK

Diduga ada agenda tersembunyi dari Pemerintah dan DPR untuk merevisi UU MK tersebut.

KPK Bantah Kecolongan Terkait Kaburnya Caleg PDIP Harun Masiku ke Singapura
Indonesia
 188 WNI ABK Kapal World Dream Negatif Corona
Indonesia
188 WNI ABK Kapal World Dream Negatif Corona

"Yang 188 ABK kapal World Dream sudah selesai kita periksa semua dan seluruhnya negatif," kata Yurianto di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/3).

PT KCI Sediakan Ruang Pelayanan Disabilitas di Stasiun Juanda
Indonesia
PT KCI Sediakan Ruang Pelayanan Disabilitas di Stasiun Juanda

Pengguna jasa difabel juga dapat memanfaatkan layanan khusus disabilitas di nomor 081296605747

Anies Larang Warga Salaman dan Peluk Orang Tua
Indonesia
Anies Larang Warga Salaman dan Peluk Orang Tua

Orang tua adalah sosok yang rentan terpapar COVID-19

Ketua Peradi Ditangkap saat Demo, Puluhan Pengacara Geruduk Polresta Surakarta
Indonesia
Ketua Peradi Ditangkap saat Demo, Puluhan Pengacara Geruduk Polresta Surakarta

Ketua DPC Peradi Solo Badrus Zaman menjadi korban salah tangkap anggota Poresta Surakarta saat aksi penolakan UU Cipta Kerja.

Tragis, Seorang Ojek Online Tewas Tertimpa Reklame di Cengkareng
Indonesia
Tragis, Seorang Ojek Online Tewas Tertimpa Reklame di Cengkareng

ujan deras dan angin kencang yang turun sejak pagi tadi mengakibatkan papan reklame roboh di Jalan Daan Mogot Raya.