PKS Solo Ngotot Lawan Gibran, Purnomo: Peluangnya Maju Tipis

PKS Solo Ngotot Lawan Gibran, Purnomo: Peluangnya Maju Tipis Eks Cawali yang gagal diusung PDIP, Achmad Purnomo, Sabtu (1/8). (MP/Ismail).

MerahPutih.com - Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo, Jawa Tengah, bersikeras untuk menjadi partai penantang pasangan cawali dan cawawali Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa di Pilwakot Solo, dengan mengusung calon sendiri.

Sejumlah calon yang digadang-gadang diusung PKS diantaranya adalah Achmad Purnomo, Putri Woelan Sari Dewi, dan Syailendra.

Mengetahui namanya menjadi urutan pertama yang bakal diusung PKS di Pilwakot Solo, Purnomo mengaku pesimis, dan menegaskan peluangnya maju sangat tipis.

Baca Juga:

Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Terus Bertambah

"Saya kepinginnya tidak berpolitik lagi. Biar saya jadi kader PDIP biasa," ujar Purnomo saat ditemui MerahPutih.com dikediamannya, Sabtu (1/8).

Dikatakannya, faktor usia jadi pertimbangan dirinya untuk tidak berhasrat lagi didunia politik. Alasan lain adalah kembali mengurusi bisnis keluarga yang tidak terurus.

"Saya sudah tua, tidak lagi ngoyo (ngotot) di dunia politik. Lebih baik ke ngurusi bisnis lagi yang lama tidak terurus. Pertimbangan terakhir ingin menyibukkan diri dengan keluarga dan cucu saya," kata dia.

Purnomo
Purnomo dan Gibran. (Foto: Ismail/Jawa Tengah).

Purnomo menegaskan, peluang PKS atau partai lain untuk mengusungnya di Pilwakot Solo 2020 sangat tipis. Terlebih jika merujuk kursi PKS hanya punya 5 kursi. Sedangkan PAN, Golkar, dan Gerindra masing-masing punya 3 kursi condong mendukung Gibran-Teguh.

"PKS untuk mencari tambahan 4 kursi lagi sangat sulit dan puangnya tipis. Tawaran maju kepada saya belum ada, kita lihat nanti," katanya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Setiap Tahun Katedral Kirim Hewan Kurban ke Istiqlal

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tanggul Muara Baru Jebol, Pemprov DKI Minta Masyarakat Tak Khawatir
Indonesia
Tanggul Muara Baru Jebol, Pemprov DKI Minta Masyarakat Tak Khawatir

Pengerjaan tanggul itu merupakan wewenang dan tanggungjawab dari Kementerian PUPR

Kejagung Periksa 13 Saksi Terkait Korupsi Jiwasraya
Indonesia
Kejagung Periksa 13 Saksi Terkait Korupsi Jiwasraya

Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FH dan tersangka korporasi

Salurkan Bansos, Dinsos Data Warga 66 RW Zona Merah
Indonesia
Salurkan Bansos, Dinsos Data Warga 66 RW Zona Merah

Sebab dalam instruksi Gubernur Anies, kata Irmansyah, mereka yang diisolasi harus diberi dukungan dari pemerintah.

Maraknya Masyarakat yang Nekat Mudik karena Ketidaksabaran dan Tak Disiplin
Indonesia
Maraknya Masyarakat yang Nekat Mudik karena Ketidaksabaran dan Tak Disiplin

Bukti masih ada warga nekat mudik nampak berdasar data penyekatan yang dilakukan pihaknya di hari kesepuluh yang jatuh pada 3 Mei 2020 kemarin.

BNPB: Korban Meninggal Banjir di Jabodetabek Capai 43 Orang
Indonesia
BNPB: Korban Meninggal Banjir di Jabodetabek Capai 43 Orang

Berikut rincian korban di berbagai wilayah di Jabodetabek

Polisi Pastikan 47 Anak Buah John Kei Terlibat Rencana Menghabisi Nus Kei
Indonesia
Polisi Pastikan 47 Anak Buah John Kei Terlibat Rencana Menghabisi Nus Kei

Puluhan orang ini memiliki peran berbeda mulai dari pemufakatan Jahat, perusakan rumah Nus Kei dan penganiyaan kepada anak buah Nus Kei.

128 Sepeda Sewa Milik DKI Hangus Dibakar Massa Aksi UU Cipta Kerja
Indonesia
128 Sepeda Sewa Milik DKI Hangus Dibakar Massa Aksi UU Cipta Kerja

Sebanyak 128 sepeda sewa atau bike sharing yang dipajang di kawasan Jakarta hangus terbakar pasca aksi demonstrasi menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

 PDIP Punya Kewajiban Moral Serahkan Harun Masiku ke KPK
Indonesia
PDIP Punya Kewajiban Moral Serahkan Harun Masiku ke KPK

Menurut Donal, partai besutan Megawati Soekarnoputri yang paling bertanggungjawab untuk membawa Harun ke lembaga antirasuah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polda Kepri Sesalkan Mantan Calon Taruna AKPOL Curhat di Medsos
Indonesia
Polda Kepri Sesalkan Mantan Calon Taruna AKPOL Curhat di Medsos

Proses seleksi sudah transparan

Pembentukan Gugus Tugas Corona Dinilai Kalah Cepat Dibandingkan Pemda
Indonesia
Pembentukan Gugus Tugas Corona Dinilai Kalah Cepat Dibandingkan Pemda

Menurut Hermawan, hal ini karena, beberapa kepala daerah sudah mulai secara mandiri mengeluarkan imbauan kepada masyarakatnya.