PKS Serahkan Calegnya yang Tersandung Kasus Asusila Diproses Secara Hukum Ilustrasi: MerahPutih/Alfi Rahmadhani

MerahPutih.Com - Caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diduga melakukan perbuatan asusila dengan anak kandungnya sendiri tengah diburu pihak kepolisian.

Caleg berinisial AH itu berasal dari Pasaman Barat, Sumatera Barat kini masih buron dan berada di Depok, Jawa Barat.

Terkait skandal hukum kadernya, Ketua DPC PKS Pasaman Barat Fajri Yustian menyatakan pihaknya menghormati proses hukum dan tidak akan menghalangi kepolisian untuk membekuk AH.

Menurutnya awalnya pihaknya sangat terkejut mendengar informasi terkait AH. Sebab pihaknya sudah sangat selektif dalam perekrutan seluruh caleg dari PKS Pasaman Barat.

"Semulanya, kami tidak percaya mendengar ini sampai kami mendapatkan berita langsung dari perwakilan PKS kecamatan," katanya pada Sabtu (16/3).

Logo PKS
Logo PKS (Foto: PKS Art/pks.org.id)

Sepengetahuan Fajri, Caleg AH juga Imam Masjid Sungai Aur dan akhlaknya terkenal baik di masyarakat. Selain itu memiliki rekam jejak yg baik di tengah masyarakat.

"Atas dasar itulah dan masukan dari berbagai pihak mengangkatnya sebagai caleg dari eksternal yang bukan kader PKS untuk mengisi kekosongan kursi di Daerah Pemilihan 3 Pasaman Barat," ujarnya.

Ia menegaskan sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan oleh pihak Kepolisian Resor Pasaman Barat.

"Dari partai juga tidak akan mentoleransi tindakan asusila tersebut. Untuk itu kami sangat menghormati proses hukum yang sedang berlangsung hingga kasus ini benar-benar terungkap," tegasnya.

Pihaknya sebagaimana dilansir Antara sudah berkoordinasi terkait kasus tersebut dan ikut melacak keberadaan AH.

"Kami sedang melakukan investigasi kejadian yg sesungguhnya. Kalau terbukti bersalah PKS akan langsung memecat yang bersangkutan sebagai nggota PKS dan menarik status sebagai caleg PKS serta menyerahkan ke KPU sesuai aturan dan ketentuan berlaku," tegasnya.

Sementara itu Jajaran Kepolisian Resor Pasaman Barat sedang mengejar terlapor ke daerah Depok, Jawa Barat.

"Personel telah kita turunkan mengejar pelaku ke Depok, Jawa Barat. Kesulitannya hingga saat ini, pelaku selalu bergerak dan berpindah-pindah," kata Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso di Simpang Empat.

Ia mengatakan pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang sebelumnya di Bandung dan saat ini diduga berpindah ke Depok.

Sebelumnya, AH dilaporkan istri dan anaknya karena diduga melakukan perbuatan tindak pidana pencabulan terhadap putri kandungnya sendiri.

Dalam pengakuan korban, terlapor AH sudah menodai dirinya sejak usia 10 tahun hingga berusia 17 tahun.

Selama tujuh tahun itu korban diduga dibujuk dan diancam agar tidak membuka suara tentang perbuatan bejat sang ayah itu.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Prabowo Subianto Akan Terima Gelar dari Kesultanan Kadriah Pontianak



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH