PKS Puji Kebijakan 'Work From Home' Solusi Atasi Penyebaran Corona Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengapresiasi kebijakan pemerintah terkait dengan Work From Home (WfH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menyikapi wabah virus Corona. Menurut Mardani, fakta ilmiah menunjukkan semua tempat berkumpul dapat jadi sarana penyebaran virus.

"Skema Work from Home (WfH) atau Study from Home (SfW) merupakan tindakan yang bijak,” kata Mardani, Rabu (18/3)

Baca Juga

Mahasiswa IPB Tertular Virus Corona di Jakarta

Menurut Mardani, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kebijakan ini berjalan efektif. Salah satunya adalah dengan memastikan bahwa program WfH dan SfW tidak serta merta mengganggu produktifitas masyarakat yang berdampak pada skala nasional.

“Kebijakan WFH dan SFH tanpa diiringi detail pelaksanaan bisa menurunkan produktivitas bangsa ini secara drastis. Mengingat negara kita sedang berusaha mengejar banyak ketertinggalan,” ujarnya.

Kemudian ia juga meminta kepada pemerintah untuk mengupayakan agar pelayanan publik tidak terkendala dengan adanya kebijakan WfH dan SfW oleh pemerintah itu.

Legislator DPR RI F-PKS, Mardani Ali Sera. Foto: pks.id
Legislator DPR RI F-PKS, Mardani Ali Sera. Foto: pks.id

Komunikasi lintas golongan pemerintahan juga harus diatur secara terpusat, baik itu Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

“Setiap Kementerian atau Lembaga dan Pemda perlu memastikan setiap pelayanan tetap berjalan. Seperti ASN dan PPK membuat jalur komunikasi sampai pusat layanan dengan call center yang mudah diakses. Ini penting sebagai kanal pengaduan jika ada ASN atau PPK yang tidak bekerja sesuai standar,” tuturnya.

Baca Juga

Hand Sanitizer di Solo Langka Akibat KLB Corona, Mahasiswa UNS Bikin Sendiri

Walaupun pekerjaan bisa dijalankan dari rumah, namun Mardani tetap mengharapkan agar management control tetap dikuatkan agar para ASN maupun PPK tidak menjadikan masa social distancing sebagai ajang liburan dan santai-santai ria.

“Mekanisme pengawasan diperlukan untuk memastikan setiap orang tidak lepas dari tugasnya sekaligus menjadi ukuran kinerja. Begitu juga dengan sistem renumerasi dan sanksi yang jelas. Jangan sampai kewenangan yang turut diberikan ke daerah ini menurunkan produktivitas,” tegas Mardani.

Untuk memastikan kinerja para ASN dan PPK berjalan normal meskipun sedang melakukan program social distancing, Mardani memberikan satan agar pemerintah membuat sebuah gugus tugas reaksi cepat.

Gugus tugas ini difungsikan untuk memantau kondisi rill di lapangan seperti apa, sehingga tindakan yang bisa diambil oleh pemerintah dapat cepat dan terukur.

“Maka saya melihat perlunya satu gugus tugas reaksi cepat yang dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai. Gugus tugas ini berfungsi sebagai pemantau kondisi lapangan yang berkoordinasi dengan kepolisian maupun pihak terkait,” kata Mardani memberikan saran.

Mardani juga mengharapkan pemerintah tetap memberikan reward yang sesuai kepada para pegawainya yang memiliki kinerja terbaik. Bagi Mardani, reward ini penting untuk membangun mental siap melayani dimanapun berada bagi para ASN.

“Saya juga mengusulkan pemerintah dapat memberikan insentif untuk ASN yang memiliki kinerja baik meski bekerja di rumah. Tapi sekali lagi harus diiringi dengan SOP, mekanisme, evaluasi dan monitoring yang jelas,” lanjut Mardani.

Baca Juga

Pasien Corona Makin Membludak, Lembaga Pemeriksa Spesimen Diperbanyak

Mardani juga meminta agar pemerintah mengukur lagi apakah kebijakan WfH dan SfH cukup dengan masa tenggang 14 hari. Tapi menurutnya, jika wabah Covid-19 masih belum bisa dikendalikan, ia berharap agar kebijakan tersebut bisa ditambah waktunya demi kemaslahatan bersama.

“Rencananya kebijakan ini akan berlangsung selama 14 hari. Apakah cukup? Angka 14 hari memang merujuk pada masa inkubasi. Namun jika dalam perkembangannya virus ini belum bisa teratasi, dapat diperpanjang. Semuanya harus berdasarkan science based evidence,” tutupnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Imbauan Kemendagri Terkait Fenomena Keraton Agung Sejagat
Indonesia
Imbauan Kemendagri Terkait Fenomena Keraton Agung Sejagat

"Hati-hati penipuan, masyarakat harus cermat jika bergabung dalam sebuah perkumpulan maupun Ormas," ujar Bahtiar.

Pesawat Karya BJ Habibie Dimuseumkan, DPR: Memilukan dan Ironi
Indonesia
Pesawat Karya BJ Habibie Dimuseumkan, DPR: Memilukan dan Ironi

Ia menilai keputusan memuseumkan pesawat N250 adalah sebuah ironi dalam pencapaian iptek dan inovasi nasional.

Kepala BNPT Ingatkan Ancaman Radikalisme Jadi Pangkal Terorisme
Indonesia
Kepala BNPT Ingatkan Ancaman Radikalisme Jadi Pangkal Terorisme

Tumbuh suburnya ideologi radikalisme dan terorisme salah satunya diakibatkan oleh merenggangnya kohesi sosial akibat intoleransi yang sedang terjadi di masyarakat saat ini.

PDP dan Positif Terus Bertambah, Pemkot Solo Siapkan Rumah Sakit Khusus Tangani COVID-19
Indonesia
PDP dan Positif Terus Bertambah, Pemkot Solo Siapkan Rumah Sakit Khusus Tangani COVID-19

"Yang terjadi jika RSUD Bung Karno benar-benar dimanfaat sebagai rumah sakit khusus covid-19 justru kekurangan tenaga medis," kata dia.

Bebas Ganjil-Genap Diperpanjang Sampai 19 April 2020
Indonesia
Bebas Ganjil-Genap Diperpanjang Sampai 19 April 2020

Peniadaan kebijakan ganjil genap selama dua pekan terhitung sejak Senin 15 Maret 2020

Begini Protokol Kesehatan Pengelola dan Pengunjung Wisata Kata Reisa Broto Asmoro
Indonesia
Begini Protokol Kesehatan Pengelola dan Pengunjung Wisata Kata Reisa Broto Asmoro

Dokter Reisa juga mengingatkan pengelola untuk memperhatikan para pekerja di lokasi wisata agar terlindung dari penularan COVID-19.

Kampanye Blusukan Online Layar Virtual Box Gibran Terkendala Sinyal, Bajo Andalkan Door To Door
Indonesia
Kampanye Blusukan Online Layar Virtual Box Gibran Terkendala Sinyal, Bajo Andalkan Door To Door

"Lewat kampanye blusukan online ini saya menyapa warga dengan layar virtual box via zoom," ujar Gibran

THR Pekerja Tak Dibayarkan Penuh, Perekonomian Bisa Makin Merosot
Indonesia
THR Pekerja Tak Dibayarkan Penuh, Perekonomian Bisa Makin Merosot

Bagi yang masa kerjanya di bawah satu tahun, maka dibayarkan proporsional sesuai masa kerjanya.

Pulang Kampung, Jokowi Ajak Gibran Berziarah Makam
Indonesia
Pulang Kampung, Jokowi Ajak Gibran Berziarah Makam

"Ini merupakan yang pertama Jokowi, ziarah semenjak meninggalnya ibunda Sujiatmi," ujar Kades Selokaton Sutino.

Pengurus DMI Diminta Lacak Guru Ngaji dan Ustaz Terdampak COVID-19
Indonesia
Pengurus DMI Diminta Lacak Guru Ngaji dan Ustaz Terdampak COVID-19

Belum ada laporan mengenai masjid sebagai pusat penyebaran COVID-19