PKS Puji Keberanian Anies Kembali Berlakukan PSSB Total Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi "menginjak rem darurat" yang mencabut kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi dan memberlakukan kembali PSBB total. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menarik rem darurat dan kembali ke masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total mendapat dukungan dari fraksi PKS DPRD DKI Jakarta.

Menurut Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI, Achmad Yani, sudah semestinya Anies kembalikan ke masa PSBB karena memang kasus COVID-19 di DKI terus meningkat. Terlebih hal itu dikarenakan masyarakat dan pelaku usaha masih banyak yang tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga

Sepakat PSBB Total, Ketua DPRD DKI Desak Anies Tindak Tegas Pelanggar Aturan

"Sekarang ini dampaknya malah tambah parah, jadi memang harus ada langkah nyata (Anies kembalikan PSBB total)," ucap Yani di Jakarta, Kamis (10/9).

Anggota Komisi B ini mengaku, dirinya sudah memprediksi jika lonjakan kasus corona akan terjadi. Karena dirinya berkaca pada tingkah laku warga dan pelaku usaha yang dinilai abai dalam menjalankan protap kesehatan penularan COVID-19.

"Saya sudah sampaikan dari jauh-jauh hari, hal ini pasti akan terjadi jika masyarakat dan pelaku usaha tidak ada itikad baik dalam menerapkan protokol Kesehatan," terang Yani.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada konferensi pers di Media Center Satgas Nasional, Rabu (26/8/2020). ANTARA/Tim Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan COVID-19/pri. (ANTARA/Tim Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan COVID-19)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada konferensi pers di Media Center Satgas Nasional, Rabu (26/8/2020). ANTARA/Tim Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan COVID-19/pri. (ANTARA/Tim Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan COVID-19)

Menurut Yani, aturan PSBB yang kembali diberlakukan ini merupakan langkah yang berani karena akan menuai kritik dari pelaku usaha. Pasalnya pelaku usaha akan merugi dengan keputusan ini, di manah masyarakat diimbau untuk tetap di rumah dan diyakini situasi jalan akan kembali sepi.

"Menarik rem darurat yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta adalah untuk kepentingan dan keselamatan warga Jakarta,” tegas Yani.

Yani pun mengimbau seluruh pihak untuk taat pada kebijakan PSBB total agar dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Jakarta,

"Ayo kita putus dengan sungguh-sungguh mata rantai penyebaran wabah ini,” tutup Yani.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terpaksa mengambil kebijakan untuk menarik rem darurat dan kembali ke masa PSBB.

Keputusan ini diambil Pemprov DKI dengan mempertimbangkan sejumlah faktor yakni ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang hampir penuh dan tingkat kematian yang tinggi.

Baca Juga

Aturan Ganjil Genap Masih Berlaku Hari Ini

Dengan kebijakan ini aktivitas warga akan dibatasi kembali seperti, kerja di rumah, ibadah di rumah, transportasi dibatasi, ganjil genap ditiadakan.

"Dalam rapat gugus tugas percepatan pengendalian covid 19 di Jakarta. disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat yang itu artinya Kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar seperti pada masa awal pandemi dulu," papar Anies Rabu (9/9) malam. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Seluruh Lampu di Wisma Atlet Menyala karena Pasien Penuh
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seluruh Lampu di Wisma Atlet Menyala karena Pasien Penuh

Akun Sihong Hong (fb.com/sihong.hong.96) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar seluruh lampu kamar RSD Wisma Atlet menyala.

Dukung Penanganan Abrasi, Bank DKI Tanam 5000 Bibit Mangrove di Jakarta Utara
Indonesia
Dukung Penanganan Abrasi, Bank DKI Tanam 5000 Bibit Mangrove di Jakarta Utara

Bank DKI bersama Pemprov DKI Jakarta lakukan penanaman bibit tanaman mangrove sebanyak 5000 di Kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

Wagub DKI Ungkap 'Komorbid' Saefullah
Indonesia
Wagub DKI Ungkap 'Komorbid' Saefullah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun sebenarnya sudah mencarikan solusi terbaik untuk kesembuhan Saefullah

Stafsus Edhy Prabowo yang Sempat Buron Resmi Ditahan KPK
Indonesia
Stafsus Edhy Prabowo yang Sempat Buron Resmi Ditahan KPK

Staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Andreau Pribadi Misata yang sempat buron kini resmi ditahan oleh KPK.

Jokowi Lantik Mahfud MD hingga Mantan Deputi BIN Jadi Anggota Kompolnas
Indonesia
Jokowi Lantik Mahfud MD hingga Mantan Deputi BIN Jadi Anggota Kompolnas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik sembilan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) masa jabatan 2020-2024 di Jakarta, Rabu (19/8)

Eijkman Temukan Penyebab COVID-19 Lebih Menular di Indonesia
Indonesia
Eijkman Temukan Penyebab COVID-19 Lebih Menular di Indonesia

Mutasi pada virus SARS-CoV-2 itu menyebabkan virus menjadi lebih infeksius

Penuhi Kebutuhan Pesantren, Program Santripreneur Dilanjutkan
Indonesia
Penuhi Kebutuhan Pesantren, Program Santripreneur Dilanjutkan

Pada tahun 2020, kegiatan bimbingan teknis dan fasilitasi mesin dan peralatan ini merupakan implementasi program penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru di lingkungan pondok pesantren.

Pimpinan DPR Tegaskan Perlunya Revisi PKPU untuk Dorong Cakada Jadi Influencer
Indonesia
Pimpinan DPR Tegaskan Perlunya Revisi PKPU untuk Dorong Cakada Jadi Influencer

Cakada harus menjadi garda depan dalam mempromosikan akan kenormalan baru

Kata Hasto Soal Jagoan PDIP di Pilwalkot Solo
Indonesia
Kata Hasto Soal Jagoan PDIP di Pilwalkot Solo

"Ya, keputusan konstitusi kami, Ibu Megawati yang punya hak memutuskan itu," kata Hasto

DPR Tetap Bahas RUU Cipta Kerja
Indonesia
DPR Tetap Bahas RUU Cipta Kerja

Dalam masa pandemi ini, DPR tetap menjalankan fungsi legislasi secara maksimal, dan telah mengesahkan metode rapat virtual.