PKS: Pandemi Tidak Dikelola dengan Baik Penyebab Perkantoran Jadi Klaster Baru COVID-19 Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Netty Prasetiyani Aher. Foto: pks.id

MerahPutih.com - Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mengaku tak terkejut dengan munculnya klaster perkantoran lantaran meningkatnya kasus COVID-19.

“Pandemi ini kurang dikelola dengan baik sejak awal. Dimulai dari keterlambatan memitigasi, penerapan PSBB yang tidak efektif, dan manajemen komunikasi yang buruk membuat penurunan kurva pandemi menjadi sulit,” ujarnya usai mengunjungi Desa Bakung Kidul, Jamblang, Kabupaten Cirebon, Kamis, (30/7).

Baca Juga

Daerah Tujuan dan Asal Mudik Jadi Penyumbang COVID-19 Terbanyak

Menurut Netty, pembukaan sejumlah perkantoran, perusahaan, dan sekolah pasca wacana new normal seharusnya diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Sarana dan prasarana yang mendukung pemberlakuan kebiasaan baru, seperti masker, hand sanitizer serta media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) harus tersedia dan mudah didapatkan oleh masyarakat.

Selain itu, Pemerintah dan perusahaan hendaknya membantu atau memberikan subsidi pembiayaan bahkan menggratiskan rapid test bagi para pekerja yang tidak mampu,” katanya.

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Netty Prasetiyani Aher

Ketua Tim COVID-19 FPKS DPR RI ini mengingatkan agar munculnya klaster perkantoran ini ditanggapi serius.

“Karyawan yang berhubungan dengan pasien positif harus benar-benar di-tracing dan dipastikan aktivitasnya agar tidak terjadi transmisi ke orang lain,” ujarnya

Lebih lanjut Netty meminta pemerintah mengantisipasi new wave dengan melakukan tiga hal. Pertama, pasien PDP, ODP dan pasien positif COVID-19 yang sembuh harus didata melalui telusur kontak.

Baca Juga

Klaster Kantor Melonjak, Anak Buah Anies Tegaskan Tes COVID-19 Dibebankan di Perusahaan

Kedua, lanjut dia, para PDP, ODP dan pasien yang sembuh harus terus dipantau dan meminta agar puskesmas dan dinas kesehatan melakukan koordinasi, serta melibatkan perangkat RW dan RT di lingkungan tempat tinggal.

"Ketiga, setiap pihak harus saling mengingatkan untuk menjaga pola hidup sehat dan bersih baik dengan cara memakai masker, mencuci tangan, dan tidak berkerumun,” demikian Netty Aher. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bos Amigos Akui Citra Cafenya Jelek Karena Virus Corona
Indonesia
Bos Amigos Akui Citra Cafenya Jelek Karena Virus Corona

Amigos akan ditutup selama 14 hari untuk dilakukan pembersihan dan sterilisasi

Kasus Pencabulan 20 Anak di Gereja Santo Herkulanus Depok Harus Diusut Tuntas
Indonesia
Kasus Pencabulan 20 Anak di Gereja Santo Herkulanus Depok Harus Diusut Tuntas

"Kejahatan pencabulan ini sudah dilakukan oleh si predator sejak tahun 2002 hingga Maret 2020," kata Tigor

 KPK Abadikan Randi-Yusuf Sebagai Nama Auditorium
Indonesia
KPK Abadikan Randi-Yusuf Sebagai Nama Auditorium

Selain Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, peresmian tersebut juga dihadiri oleh Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, Peneliti ICW Wana Alamsyah dan perwakilan keluarga Yusuf.

Mendagri Minta Calon Kepala Daerah Tandatangani Pakta Integritas
Indonesia
Mendagri Minta Calon Kepala Daerah Tandatangani Pakta Integritas

Salah satu poinnya memuat tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan COVID-19. Menurut Tito, pakta Integritas yang isinya bukan hanya siap menang dan siap kalah yang seperti selama ini.

375 Pegawai Terpapar Virus Corona di 59 Kantor Jakarta
Indonesia
375 Pegawai Terpapar Virus Corona di 59 Kantor Jakarta

Kasus virus corona di area perkantoran sudah sangat mengkhawatirkan.

Jokowi Diminta Bawa Permasalahan Palestina hingga Konflik Laut Natuna di Sidang Umum PBB
Indonesia
Jokowi Diminta Bawa Permasalahan Palestina hingga Konflik Laut Natuna di Sidang Umum PBB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan berpidato di Sidang Majelis Umum ke-75 Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pada 22-29 September 2020.

Benah-Benah Korps Bhayangkara Pasca 'Gempa Lokal' Kepulangan Rizieq
Indonesia
Benah-Benah Korps Bhayangkara Pasca 'Gempa Lokal' Kepulangan Rizieq

Irjen Rudy Sufahradi pernah menangani kasus baladacintarizieq.

Ketua Komite KAMI Bukan Anak Buah Yusril, PBB: Kami Sudah Cabut KTA-nya
Indonesia
Ketua Komite KAMI Bukan Anak Buah Yusril, PBB: Kami Sudah Cabut KTA-nya

Afriansyah menyarankan tokoh-tokoh KAMI bersabar sampai Pilpres 2024

Warga Bogor Sudah Dapat 'Lampu Hijau' Gelar Resepsi Pernikahan
Indonesia
Warga Bogor Sudah Dapat 'Lampu Hijau' Gelar Resepsi Pernikahan

Pelonggaran itu tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) No. 42 Tahun 2020

[HOAKS atau FAKTA]: Ada Ombak Laut Menyentuh Awan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Ombak Laut Menyentuh Awan

Akun Twitter bernama ‘RADICALISM – BROKEN WING’ (@LordADF2020) mengunggah status berupa video ombak yang menyentuh awan.