PKS Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi COVID-19 Tenaga Kesehatan Anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati. Foto: Fraksi PKS DPR RI

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah melakukan pengadaan vaksin COVID-19 sebanyak 426 juta dosis. Jumlah sebanyak itu bakal digunakan untuk melakukan vaksinasi terhadap 181,5 juta penduduk dengan masing-masing 2 dosis.

Menanggapai hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati meminta agar pemerintah bisa lebih mempercepat pelaksanaan vaksinasi pada kelompok target kedua dan seterusnya yakni petugas layanan publik dan lansia.

Baca Juga

Lantik Pengurus DPTW DKI Baru, PKS Targetkan Tambah Kursi Pemilu 2024

“Jika tidak dilakukan upaya percepatan, maka target ini tidak akan bisa terealisasi dan akan berdampak pada kemunduran jadwal dan target keseluruhan," papar Mufida di Jakarta, Minggu (14/2)

Sebab saat ini, kata dia, setelah hampir satu bulan pelaksanaan vaksinasi, baru sekitar 1,01 juta tenaga medis yang sudah divaksin dosis pertama atau 70 persen dari target, sedangkan untuk dosis kedua baru 345 ribuan atau baru 23,5 persen dari target.

Melihat realisasi ini, maka pelaksanaan vaksinasi ini harus menambah fasilitas dan tenaga vaksinator sehingga jumlah yang divaksin setiap harinya bisa lebih banyak. Apalagi target pemerintah sampai bulan April sudah terlaksana vaksinasi untuk petugas publik (target 17,4 juta) dan lansia (target 21,5 juta).

Ia juga mendesak agar pemerintah juga bisa memastikan bahwa vaksin tersebut bisa tersedia segera sesuai kebutuhan. Mengingat sampai saat ini jumlah vaksin yang sudah masuk ke Indonesia baru sekitar 18 juta dosis dengan rincian 3 juta vaksin jadi dan 15 juta seed vaccine yang akan dijadikan vaksin oleh Biofarma.

Vaksin COVID-19 (ANTARA/HO)
Vaksin COVID-19 (ANTARA/HO)

Apalagi, ujarnya, dalam situasi pandemi yang melanda hampir seluruh negara, membuat semua negara berlomba mendapatan vaksin COVID-19.

Ia menyebut, negara-negara dengan jumlah konfirmasi positif besar seperti Amerika Serikat, India, Meksiko, Inggris yang perekonomiannnya kuat juga ikut memperebutkan vaksin ini.

“Kita minta pemerintah memberikan informasi yang jelas jadwal kedatangan daru vaksin yang sudah dipesan untuk menjamin ketersediaan,” paparnya.

Anggota DPR dari Fraksi PKS ini juga mengingatkan jangan sampai terjadi kebocoran dalam pelaksanaan vaksinasi ini seperti vaksin yang diberikan kepada yang tidak berhak untuk mendapat prioritas. Prioritas saat ini adalah tenaga kesehatan, petugas publik dan lansia yang memang harus dilindungi lebih dulu.

Mufida menekankan, di luar kelompok itu harus menunggu sesuai dengan termin waktu yang dirancang pemerintah. Oleh karena ini terkait dengan adanya upaya vaksin mandiri atau gotong royong.

Mufida meminta agar dipastikan bahwa pemerintah harus tetap fokus dan prioritas pada target vaksinasi nasional yang sudah ditentukan.

“Jangan sampai terganggu target vaksinasi nasional," ungkap Mufida.

Sejalan dengan vaksin dari luar, Mufida mengingatkan agar pemerintah dan semua pihak, mendorong percepatan proses uji klinis Vaksin Merah Putih, karya anak bangsa. (Asp)

Baca Juga

Kemenkes Keluarkan SE Vaksinasi COVID-19 Pada Lansia, Komorbid dan Penyintas

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Survei LSI: Mayoritas Masyarakat Menilai Korupsi Meningkat 2 Tahun Terakhir
Indonesia
Survei LSI: Mayoritas Masyarakat Menilai Korupsi Meningkat 2 Tahun Terakhir

Sebanyak 1.200 responden berhasil ditelepon oleh LSI

Tersangka Suap Bansos COVID-19 AW Menyerahkan Diri ke KPK
Indonesia
Tersangka Suap Bansos COVID-19 AW Menyerahkan Diri ke KPK

AW sendiri merupakan salah satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos).

H-2 Libur Natal 2020, Kendaraan Meninggalkan Jakarta Capai 174 Ribu
Indonesia
H-2 Libur Natal 2020, Kendaraan Meninggalkan Jakarta Capai 174 Ribu

PT Jasa Marga mencatat sebanyak 174.678 kendaraan meninggalkan Jakarta pada H-2 libur Natal 2020.

Jasa Marga Siapkan Teknologi 'Tanpa Tapping' di Pintu Tol
Indonesia
Jasa Marga Siapkan Teknologi 'Tanpa Tapping' di Pintu Tol

Baik di Pulau Jawa maupun di Pulau Bali

UGM Kembangkan Obat Antivirus Corona
Indonesia
UGM Kembangkan Obat Antivirus Corona

Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan PT Filipina Antiviral Indonesia (FAI) tengah mengembangkan obat antivirus COVID-19.

Jepang Beri Bantuan Rp208 Miliar Tanggulangi COVID-19
Indonesia
Jepang Beri Bantuan Rp208 Miliar Tanggulangi COVID-19

Sejak awal pandemi, Jepang merupakan mitra penting bagi Indonesia dalam mitigasi pandemi.

Sejumlah Anak Buah Gubernur Anies Reaktif COVID-19, Gedung Balai Kota Ditutup
Indonesia
Sejumlah Anak Buah Gubernur Anies Reaktif COVID-19, Gedung Balai Kota Ditutup

Penutupan sementara dilakukan di lantai 7 Blok G gedung Balai Kota DKI Jakarta.

Catat! Ini Enam Tempat di Bandung yang Jadi Lokasi Uji Klinis Vaksin COVID-19
Indonesia
Catat! Ini Enam Tempat di Bandung yang Jadi Lokasi Uji Klinis Vaksin COVID-19

Subjek uji klinis tahap ketiga Vaksin Sinovac dari Tiongkok berusia antara 18 hingga 59 tahun

Kalau Butuh Ini, Polisi Bakal Periksa Ulang Anies
Indonesia
Kalau Butuh Ini, Polisi Bakal Periksa Ulang Anies

Direskrimum Polda enggan menjelaskan lebih jauh karena sudah masuk materi penyidikan.

Kadin Protes Larangan Mudik Semakin Beratkan Sektor Transportasi
Indonesia
Kadin Protes Larangan Mudik Semakin Beratkan Sektor Transportasi

Menghindari lonjakan kasus COVID-19, pemerintah dapat melakukan pengendalian dan pengetatan terhadap angkutan umum dan angkutan pribadi.