PKS Minta Jokowi Rampingkan Kabinetnya Tak Lebih dari 20 Kementerian Mardani Ali Sera berbicara dalam perilisan survei Indikator di Jakarta (MP/Fadhli)

Merahputih.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengaku sudah sejak tahun 2018 mengusulkan agar jumlah Kementerian/Lembaga dikurangi. Pemerintah perlu menerapkan kerja efektif dan efisien.

"Perampingan kementerian dapat dilakukan, dari 34 serta-badan setara kementerian lainnya, harus dirampingkan menjadi 15-20 kementerian saja," ujar Mardani dalam keteranganya, Selasa (7/7).

Baca Juga:

Saksi Ungkap Eks Dirkeu Jiwasraya Pernah Beli Saham Anak Perusahaan Bakrie Group

Hal itu disampaikan menyusul adanya isu soal reshuffle kabinet usai Presiden Jokowi kesal dengan para pembantunya soal COVID-19. Menurutnya, jika hal tersebut terjadi, seorang menteri tentu harus profesional dan memiliki beberapa karakteristik.

Karakteristik yang diharapkan seperti inovatif, berpikir kebangsaan bukan partisan, rajin turun ke masyarakat dan team worker. Prinsipnya, harus sesuai dengan semangat reformasi dan birokrasi yang sedang dijalankan.

Mardani Ali Sera
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Foto: MP/Ponco

Perlu juga mengubah wajah pelayanan publik dari birokrasi yang berbelit menjadi tepat fungsi, cepat dan responsif.

"InsyaAllah akan menghasilkan dampak yang besar seperti anggaran yang lebih terkonsentrasi, memiliki daya ungkit, serta kordinasi yang lebih mudah," tutur dia.

Mardani berpendapat menteri baru nantinya harus profesional dan memiliki beberapa karakteristik. "Seperti inovatif, berpikir kebangsaan bukan partisan, rajin turun ke masyarakat dan team worker," tulis Mardani.

Baca Juga:

Para Jenderal Bintang Tiga yang Masuk Kriteria Jadi Kapolri

Jika hal tersebut dapat terealisasi, menurutnya karakter kerakyatan mutlak harus dimiliki setiap menteri. "Perlu diingat, Nahkoda yang baik dibuktikan saat mampu mengatasi badai. Pandemi ini menjadi ajang pembuktian kemampuan leadership dan solutif dari Pak Jokowi," ujarnya.

"Kita perlu mengubah wajah pelayanan publik dari birokrasi yang berbelit menjadi tepat fungsi, cepat dan responsif," kata Mardani. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Panggil Istri Nurhadi Terkait Kasus Perintangan Penyidikan
Indonesia
KPK Panggil Istri Nurhadi Terkait Kasus Perintangan Penyidikan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida.

Rumah Kontrakan di Matraman Terbakar, Kerugian Capai Rp800 Juta
Indonesia
Rumah Kontrakan di Matraman Terbakar, Kerugian Capai Rp800 Juta

Sebuah rumah kontrakan di Jl. Pisangan Baru III RT.06/10, Matraman, Jakarta Timur, terbakar pada Kamis (25/3) dini hari WIB. Akibatnya, 10 orang tewas terpanggang.

Tes COVID-19 Negatif Jadi Syarat Berwisata di Bogor
Indonesia
Tes COVID-19 Negatif Jadi Syarat Berwisata di Bogor

Satgas Penananan COVID-19 bersama Forkopimda, akan memperketat pengawasan tempat-tempat umum, serta melakukan patroli.

Kabupaten Gowa, Daerah ke-21 yang Diizinkan PSBB
Indonesia
Kabupaten Gowa, Daerah ke-21 yang Diizinkan PSBB

Persetujuan mengenai penerapan PSBB di Kabupaten Gowa tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/273/2020 tanggal 22 April 2020.

Kasus Corona Meningkat Tajam di Kepulauan Riau
Indonesia
Kasus Corona Meningkat Tajam di Kepulauan Riau

Jumlah pasien positif COVID-19 di wilayah itu bertambah 68 orang sehingga menjadi 1024 orang.

Polisi Segera Tentukan Status Kasus Pemukulan Oleh Nurhadi
Indonesia
Polisi Segera Tentukan Status Kasus Pemukulan Oleh Nurhadi

Keputusan apakah Nurhadi akan dihadirkan atau dipanggil dalam pemeriksaan akan diputuskan saat gelar perkara

Buntut Kasus Surat ke Camat, Andi Taufan Mundur dari Stafsus Milenial Jokowi
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Butuh 45 menit, Jabar Minta Pusat Bikin Aturan Realistis
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Butuh 45 menit, Jabar Minta Pusat Bikin Aturan Realistis

Setelah uji klinis selesai, Bio Farma akan menyampaikan laporan kepada pemerintah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPS: Perekonomian Indonesia Hanya Tumbuh 2,9 Persen
Indonesia
BPS: Perekonomian Indonesia Hanya Tumbuh 2,9 Persen

Hal ini tak lepas dari adanya pandemi COVID-19 yang menyerang hampir seluruh sendi kehidupan manusia.

Jakarta Barat, Selatan dan Timur Diperkirakan Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
Indonesia
Jakarta Barat, Selatan dan Timur Diperkirakan Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

Suhu rata-rata sepanjang Minggu (31/1) ini di Ibu Kota diperkirakan berada di kisaran 23 hingga 32 derajat celsius