PKS: Industri Miras Jelas Buruk untuk Kesehatan dan Haram Ilustrasi: Miras hasil sitaan dimusnahkan (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Netty Prasetiyani menegaskan sudah seharusnya pemerintah mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS ini mengutip laporan WHO yang menyebut 3 juta orang di dunia meninggal akibat konsumsi alkohol selama tahun 2016. Angka ini setara dengan 1 dari 20 kematian di dunia disebabkan oleh konsumsi alkohol. Oleh karena itu, jika ingin rakyat selamat, aturan tersebut memang harus dicabut.

Baca Juga:

Perpres Yang Buka Investasi Miras Dinilai Bermasalah

"Apa jadinya jika pemerintah justru melegalkan investasi industri miras yang jelas buruk untuk kesehatan dan haram pula buat umat Islam yang mayoritas di negeri ini,” kata istri mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Herryawan ini dalam keterangannya, Rabu (3/3).

Ia menegaskan kebijakan memasukkan miras dalam daftar positif investasi akan membahayakan rakyat.

Ilustrasi - Minuman keras di Garut. ANTARA/Feri Purnama
Ilustrasi - Minuman keras di Garut. ANTARA/Feri Purnama

Menurut Netty, aturan tersebut tidak layak diberlakukan karena bertentangan juga dengan kampanye gerakan masyarakat sehat yang dilakukan Kemenkes.

“Jadi aneh kan jika malah dilegalkan dan didorong investasi industrinya,” kata Anggota Komisi IX DPR RI ini yang salah satu mitra kerjanya adalah Kementerian Kesehatan.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Ma'ruf Amin Perbolehkan Jual Miras Demi Kas Negara

Netty meminta Pemerintah agar melakukan kajian, penelitian dan meminta masukan dari pihak terkait sebelum membuat kebijakan agar tidak kontra produktif dan menimbulkan kegaduhan publik.

"Jika pola komunikasi publik semacam ini terus dilakukan pemerintah, jangan salahkan masyarakat jika mengabaikan pemerintah,” tandasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Saksi: Ratusan Ribu Massa Jemput Kedatangan Rizieq di Bandara Soekarno
Indonesia
Saksi: Ratusan Ribu Massa Jemput Kedatangan Rizieq di Bandara Soekarno

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur kembali menggelar sidang kasus kekarantinaan kesehatan terdakwa Rizieq Shihab.

Bareskrim Kembali Limpahkan Berkas Kasus 'Unlawful Killing' ke Kejagung
Indonesia
Jelang Lebaran, Pemkot Bandung Bagikan Paket Sembako Subsidi
Indonesia
Jelang Lebaran, Pemkot Bandung Bagikan Paket Sembako Subsidi

Isi paket kebutuhan pokok terdiri dari beras sebanyak 5 Kg, gula pasir (2 Kg), minyak goreng (2 liter), tepung terigu (1 Kg), dan kornet sapi (1 kaleng).

Viral Video Ikut Dukung RUU Ciptaker, Benny Harman: Itu Editan
Indonesia
Viral Video Ikut Dukung RUU Ciptaker, Benny Harman: Itu Editan

Benny mewakili Fraksi Demokrat dalam kesempatan itu menyatakan menolak klaster ketenagakerjaan

27 Perusahaan Pelat Merah Teken Kerja Sama dengan KPK
Indonesia
27 Perusahaan Pelat Merah Teken Kerja Sama dengan KPK

KPK dan 27 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS).

Bupati Bekasi Meninggal, Mang Oded Berbelasungkawa dan Ajak Warga Taat Prokes
Indonesia
Bupati Bekasi Meninggal, Mang Oded Berbelasungkawa dan Ajak Warga Taat Prokes

"Mang Oded meminta kepada masyarakat untuk taat protokol kesehatan. Pemerintah membuat aturan untuk menjaga keselamatan rakyatnya dari wabah Covid-19," ucapnya.

Arahan Kemensos Gunakan Jasa PT Sritex untuk Goodie Bag Bansos
Indonesia
COVID-19 DKI, Penambahan Kasus Baru Hari Ini Capai 1.237 Jiwa
Indonesia
COVID-19 DKI, Penambahan Kasus Baru Hari Ini Capai 1.237 Jiwa

Dengan positivity rate 9,2 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.237 jiwa.

3 Juta Vaksin Sinovac Didistribusikan Januari 2021
Indonesia
3 Juta Vaksin Sinovac Didistribusikan Januari 2021

Dalam vaksinasi ini, pemerintah akan memprioritaskan tenaga kesehatan dahulu

Warga Tiga Wilayah Jakarta Diminta Waspada, Empat Jam ke Depan Air Sampai di Pintu Air Pulogadung
Indonesia
Warga Tiga Wilayah Jakarta Diminta Waspada, Empat Jam ke Depan Air Sampai di Pintu Air Pulogadung

Peringatan dini tersebut disampaikan BPBD DKI Jakarta menyusul kondisi permukaan air di Pos Pantau Sunter Hulu berstatus siaga 2