PKN Siapkan Jabatan Khusus untuk Anas Urbaningrum I Gede Pasek Suardika (Foto: ANTARA )

MerahPutih.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dipastikan bakal memiliki jabatan di Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).

Ketua Umum PKN, Gede Pasek Suardika menegaskan, ia akan memberikan jabatan apapun di struktur PKN yang diminta oleh Anas.

Baca Juga:

PKN Targetkan Lolos ke Parlemen

"Gampang lah itu, tinggal mas Anas mau minta di mana pun itu bagi kita tidak ada masalah, tapi biarlah beliau yang menyampaikan,” kata Pasek di Kantor KPU, Jakarta, Selasa, (2/8).

Namun, saat ini Pasek masih enggan menyampaikan jabatan yang disiapkan untuk Anas di PKN. Eks politikus Demokrat ini mengatakan hal tersebut akan diumumkan ke publik pada waktu yang tepat.

Pasek mengungkapkan, dirinya dan Anas memiliki hubungan baik. Bahkan, kata Pasek, langkah-langkah politik PKN selama ini juga berdasarkan ide dan gagasan yang didiskusikannya bersama Anas.

Baca Juga:

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Bakal Daftar Peserta Pemilu ke KPU Secara Bersamaan

“Prinsipnya begini, kami dari ide gagasan menyiapkan melangkah selalu berdiskusi dengan Mas Anas dan kami cukup lama berteman dengan beliau dalam suka dan duka,”ungkapnya.

Saat ini, Kata Pasek, Anas masih fokus menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Ia meyakini, koleganya di Partai Demokrat itu tidak bersalah dan pada saatnya nanti, Anas akan membeberkannya kepada publik.

“Tapi hari ini beliau masih konsentrasi di sukamiskin, pada saatnya nanti beliau akan keluar, sama dengan beliau sudah komitmen biarlah nanti yang menyampaikan," tutup Pasek. (Pon)

Baca Juga:

Partai Kebangkitan Nusantara akan Daftar ke KPU Siang Ini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Solo Bertahan di PPKM Level 2, Gibran: Tempat Ibadah Dibatasi 75 Persen
Indonesia
Solo Bertahan di PPKM Level 2, Gibran: Tempat Ibadah Dibatasi 75 Persen

Ia mengatakan pihaknya juga mengatur kapasitas maksimal umat yang boleh melakukan ibadah di lokasi sebanyak 75 persen dari kapasitas ruangan

81.915 Spesimen Diperiksa, 4.279 Terbuktif Positif COVID-19
Indonesia
81.915 Spesimen Diperiksa, 4.279 Terbuktif Positif COVID-19

Jumlah masyarakat Indonesia yang disuntik vaksin COVID-19 dosis kedua terus bertambah. Total 170.298.804 orang telah menerima vaksin lengkap.

Luhut Imbau Warga Jangan Keluar Negeri: Kalau Mau Masih Hidup, Silakan Ikuti
Indonesia
Luhut Imbau Warga Jangan Keluar Negeri: Kalau Mau Masih Hidup, Silakan Ikuti

“Kalau Anda masih pengen hidup. Kalau mau masih hidup (silakan ikuti), kalau enggak mau hidup ya silakan langgar,” tutup Luhut.

Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Capai 22 Orang
Indonesia
Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Capai 22 Orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat erupsi Gunung Semeru terus bertambah.

Janji Ferdinand Marcos Jr setelah Dilantik jadi Presiden Baru Filipina
Dunia
Janji Ferdinand Marcos Jr setelah Dilantik jadi Presiden Baru Filipina

Seusai dilantik, ia menyuarakan slogan persatuan, Marcos Jr bersumpah untuk membawa Filipina lebih maju dengan berbagai kebijakan yang menguntungkan setiap orang.

Terima Keluhan Emak-emak Kampung Akuarium, AHY Janjikan Pasar Murah Sebelum Lebaran
Indonesia
Terima Keluhan Emak-emak Kampung Akuarium, AHY Janjikan Pasar Murah Sebelum Lebaran

DPD Demokrat DKI Jakarta akan menggelar pasar murah di Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

Taburan Garam dan Antisipasi Serangan Malaria saat Jokowi Berkemah di IKN
Indonesia
Taburan Garam dan Antisipasi Serangan Malaria saat Jokowi Berkemah di IKN

Hetifah berharap berbagai kebijakan Pemerintah yang akan diambil dapat mencerminkan realitas kebutuhan dan tantangan di IKN. Sehingga kebijakan tersebut berpihak pada masyarakat.

CSIS Nilai Pasal Penghinaan Terhadap Presiden di RKUHP Sudah Dipagari
Indonesia
CSIS Nilai Pasal Penghinaan Terhadap Presiden di RKUHP Sudah Dipagari

Penting untuk memperhatikan adanya penghapusan tuntutan hukum apabila penyerangan terhadap martabat presiden atau wakil presiden dilakukan karena adanya kepentingan umum.

Vaksinasi Wajib Pencegah Kanker Sasar Siswi Kelas 5 dan 6 SD
Indonesia
Vaksinasi Wajib Pencegah Kanker Sasar Siswi Kelas 5 dan 6 SD

Cakupan imunisasi dasar lengkap telah menurun secara signifikan sejak awal pandemi COVID-19, dari 84,2 persen pada 2020 menjadi 79,6 persen pada 2021.

Pemilu 2024 Belum Masuki Masa Kampanye, Bawaslu Peringatkan Semua Pihak Tahan Diri
Indonesia
Pemilu 2024 Belum Masuki Masa Kampanye, Bawaslu Peringatkan Semua Pihak Tahan Diri

Bawaslu mengingatkan setiap orang untuk menahan diri dengan tidak meminta masyarakat agar memilih calon tertentu di luar tahapan kampanye.