PKB Nilai Glorifikasi Prestasi Anies Kurang Elok Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri Puncak Peringatan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (9/2) (MP/Asropih)

Merahputih.com - DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memamerkan capaian DKI Jakarta keluar dari daftar 10 kota besar termacet di dunia pada puncak Hari Pers Nasional Tahun 2021 di Istana Negara kurang baik. Pasalnya, sebagian masyarakat DKI Jakarta tengah dilanda banjir.

"Glorifikasi 'prestasi' yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan terasa kurang elok di tengah situasi penanganan pandemi COVID-19 yang masih kedodoran dan derita sebagian masyarakat DKI Jakarta yang dilanda banjir beberapa hari ini," ujar Sekretaris Gerakan Sosial dan Penanggulangan Bencana DPP PKB, Luqman Hakim dikutip dari laman resmi PKB, Senin (15/2).

Baca Juga

Hadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional di Istana, Anies Bicara Kemacetan Jakarta

Capaian Jakarta keluar dari kota termacet tidak dilihat berdasarkan penilaian objektif. Sebab, selama 2020 ini tidak ada kebijakan revolusioner dari Pemprov DKI untuk atasi kemacetan di DKI Jakarta.

Sehingga, jika tidak ada kebijakan baru yang komprehensif di bidang transportasi, bisa dipastikan berkurangnya kemacetan di Jakarta lebih karena faktor kebijakan PSBB yang ditetapkan pemerintah untuk menangani COVID-19.

"Salah satunya mengurangi mobilitas warga," tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: MP/Asropih

Wakil Ketua Komisi II DPR ini juga meminta Anies lebih fokus mengatasi pandemi hingga banjir di DKI Jakarta. Ia juga meminta Anies fokus pada masalah kemiskinan dan pengangguran yang angkanya naik akibat pandemi COVID-19.

"Jika berhasil mengatasi masalah-masalah kesengsaraan rakyat, pada akhirnya pasti rakyat akan memberikan pujian yang tulus kepada Pak Gubernur," sebutnya.

Baca Juga:

Perpanjangan PSBB di Jakarta Perlu Pengetatan Berbasis Lokal

Sebelumnya, Anies memamerkan capaian DKI Jakarta di perayaan puncak peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2021 yang kali ini digelar di DKI Jakarta. Dalam sambutannya, Anies turut melaporkan capaian DKI Jakarta, yang mampu keluar dari 10 besar kota termacet dunia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Alasan DPRD-Pemprov DKI Bahas APBD di Puncak
Indonesia
Alasan DPRD-Pemprov DKI Bahas APBD di Puncak

penerapan protokol kesehatan di Grand Cempaka Puncak itu lebih baik ketimbang di gedung DPRD DKI

Wagub Riza Tegaskan Keinginan Gelar Formula E Bukan Ambisi Politik Anies
Indonesia
Wagub Riza Tegaskan Keinginan Gelar Formula E Bukan Ambisi Politik Anies

Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria menegaskan, kengototan untuk menyelenggarakann balap mobil listrik kelas dunia itu bukan ambisi politik Anies.

DPR Minta Kemenlu Matangkan Rencana Evakuasi WNI di Afghanistan
Indonesia
DPR Minta Kemenlu Matangkan Rencana Evakuasi WNI di Afghanistan

"Jangan sampai ada WNI yang luput di data. Keselamatan WNI adalah hal terpenting saat ini," kata Anton

Respons KPK soal Gibran dan Sritex di Kasus Suap Bansos Mensos Juliari
Indonesia
Respons KPK soal Gibran dan Sritex di Kasus Suap Bansos Mensos Juliari

Salah satunya mengenai keterkaitan antara anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex dalam kasus ini.

Datangi KPK, Anies Jelaskan Soal Program dan Peraturan di Jakarta
Indonesia
Datangi KPK, Anies Jelaskan Soal Program dan Peraturan di Jakarta

Anies diketahui diperiksa sebagai saksi kasus tersebut bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Tiba di Tanah Air, 7.465 Pekerja Migran Dikarantina di Hotel dan Wisma Atlet
Indonesia
Tiba di Tanah Air, 7.465 Pekerja Migran Dikarantina di Hotel dan Wisma Atlet

Sebanyak 7.465 pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri menjalani karantina mandiri COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Wisma Atlet Pademangan.

Kimia Farma Jual Vaksin COVID-19 Individu, DPR: Seharusnya Gratis
Indonesia
Kimia Farma Jual Vaksin COVID-19 Individu, DPR: Seharusnya Gratis

"Kalau dijual bebas seperti itu, apa nanti malah tidak akan terjadi komersialisasi? Bukankah vaksinasi itu semestinya gratis? Ini yang saya kira perlu diperjelas," ujar Saleh

Hingar Bingar 'Kampanye' Pemilu 2024 di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
Hingar Bingar 'Kampanye' Pemilu 2024 di Tengah Pandemi COVID-19

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyoroti perbincangan seputar pelaksanaan pemilu 2024 yang semakin hari semakin menguat, membanjiri media massa dan media sosial.

Polisi Pukul Mundur Ratusan Massa Rizieq yang Buat Ricuh PN Jaktim
Indonesia
Polisi Pukul Mundur Ratusan Massa Rizieq yang Buat Ricuh PN Jaktim

Polisi akhirnya memukul mundur sekelompok pendukung Rizieq Shihab yang sempat terlibat bentrok dengan aparat keamanan di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Varian Baru COVID-19 Masuk Indonesia, Screening Pelaku Perjalanan Diperketat
Indonesia
Varian Baru COVID-19 Masuk Indonesia, Screening Pelaku Perjalanan Diperketat

Sejumlah varian baru COVID-19 mulai dari B117 asal Inggris, B1351 dari Afrika Selatan dan B1617 asal India sudah masuk ke Indonesia.