Pisau Kerambit, Senjata Tradisional Minangkabau yang Diadopsi Tentara Amerika Perajin pisau kerambit di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Tidak banyak yang tahu, jika pisau kerambit adalah senjata paling berbahaya yang mematikan dan populer di beberapa negara, seperti Australia dan Amerika. Bahkan, di Amerika jenis pisau kerambit diadopsi menjadi salah satu senjata tangan andalan yang digunakan oleh tentaranya.

Dalam klasifikasinya, pisau kerambit dipercaya sebagai senjata paling berbahaya dan mematikan urutan ke dua setelah pistol.

Pisau kerambit sendiri sebenarnya berasal dari Indonesia, yaitu tanah Minangkabau, Sumatera Barat. Dengam gaya bahasa Minang, kerambit juga disebut kurambiak atau karambiak. Secara estetika, pisau kerambit ini dibentuk lengkung menyerupai kuku harimau. Dalam literasi masyarakat Munangkabau, pisau kerambit ini dipercaya bisa untuk melumpuhkan atau melukai seseorang yang memiliki ilmu kebal.

Pisau kerambit di Minangkabau ini memiliki dua jenis, yaitu kerambit jantan dan kerambit betina. Untuk kerambit jantan,pada bagian punggung bawah terdapat tujuh gerigi, sedangkan kerambit betina di tempat yang sama memiliki lima gerigi.

Pisau kerambit senjata tradisonal Minangkabau. (FOTO pondokroso.com)

Pada masa dahulu, permainan senjata kerambit di tanah Minang hanya diwarisi oleh para Datuk atau kalangan Raja. Tidak sembarang orang menguasai permainan ini, karena dianggap rahasia dan hanya untuk kalangan tertentu saja.

Sabetan kerambit bila mengenai tubuh lawan, dari luar memang tampak seperti luka sayatan kecil, namun pada bagian dalam tubuh bisa menimbulkan akibat yang sangat fatal karena urat-urat putus.

Berdasarkan sejarah tertulis, kerambit berasal dari Minangkabau, lalu kemudian dibawa oleh para perantau Minangkabau berabad yang lalu dan menyebar ke berbagai wilayah, seperti Jawa, dan Semenanjung Melayu. Yang kemudian menyebar melalui jaringan perdagangan Asia Tenggara hingga ke negara-negara seperti Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina dan Thailand.

Untuk bisa memainkan senjata pisau kerambit ini, masyarakat Minangkabau memadukannya dengan seni bela diri pencak silat, dengan menggunakan jurus harimau. Hal ini disesuaikan dengan bentuk kerambit. Dan gerakan serta kuda-kuda dalam melakukan serangan terhadap musuh, juga menggunakan gaya-gaya harimau menerkam musuh.

Saat ini, pisau kerambit juga sudah mulai populer di kalangan remaja, dan menjadi salah satu warisan budaya kearifan lokal masyarakat Munangkabau.



Widi Hatmoko

LAINNYA DARI MERAH PUTIH