Pinjol Pesugihan Modern Realita di Balik Teror Film Horor Aku Harus Mati

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
Pinjol Pesugihan Modern Realita di Balik Teror Film Horor Aku Harus Mati

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Rollink Action memulai debutnya lewat film horor Aku Harus Mati yang dijadwalkan tayang pada April 2026. Tak sekadar menghadirkan teror, film ini juga menyelipkan kritik sosial tentang kebiasaan berutang yang kian dinormalisasi.

Sutradara Hestu Saputra menyebut, film ini lahir dari keresahan terhadap maraknya praktik pinjaman online (pinjol) yang kini seolah menjadi hal biasa di media sosial.

“Di sosial media itu hampir kita melihat itu jadi hal yang biasa. Itu kemudian menjadi PR kita bersama untuk tidak ikut menormalisasikan itu, baik sebagai korban ataupun sistem besar di baliknya. Sebenarnya keresahan-keresahan ini yang menjadi motivasi kuat kami,” kata Hestu, dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Kamis (27/3).

Baca juga:

Haus Validasi Berujung Petaka, Sinopsis Film Horor Aku Harus Mati Tayang 2 April

Lewat Aku Harus Mati, Hestu mencoba menggambarkan gejolak psikologis yang dialami para korban pinjol, mulai dari rasa cemas, terganggunya aktivitas sehari-hari, hingga beban emosional yang tak kunjung usai.

Pesugihan Zaman Modern

Dalam sudut pandang yang lebih dalam, praktik pinjaman online digambarkan sebagai wajah baru dari pesugihan di era modern. Jika dahulu pesugihan identik dengan tumbal, kini “tumbal” itu menjelma menjadi hilangnya ketenangan, kenyamanan, bahkan kewarasan.

Gagasan tersebut tercermin dalam karakter utama, Mala, sosok yang terobsesi pada validasi dan pengakuan sosial. Ia rela menjalani gaya hidup mewah demi terlihat “bernilai” di mata orang lain, tanpa menyadari konsekuensi yang perlahan menghancurkan dirinya.

Di balik itu, kegelisahan Mala juga berakar dari trauma masa lalu. Kehilangan anggota keluarga akibat praktik pesugihan membuatnya tumbuh tanpa rasa aman dan validasi yang utuh.

Baca juga:

Keluarga Meninggal Terlilit Pinjol di Ciputat, Ternyata Ayah Gantung Diri Setelah Bunuh Anak-Istri

Edukasi di Balik Teror

Sementara itu, Eksekutif Produser Aku Harus Mati, Irsan Yapto, mengungkapkan isu yang diangkat dalam film ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama fenomena flexing di media sosial yang kerap mendorong seseorang melampaui batas kewajaran demi validasi.

“Saya melihat banyak relatenya di dunia maya. Tentang sampai sejauh mana seseorang merasa wajib memenuhi ekspektasi validasi itu, bahkan sampai melanggar prinsipnya sendiri,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, Aku Harus Mati tak hanya menawarkan kengerian, tetapi juga menjadi refleksi tentang tekanan sosial, gaya hidup semu, dan konsekuensi dari keputusan finansial yang keliru. (Tka)

#Pinjol Ilegal #Film Horor #Film Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
Arie Kriting mempertanyakan absennya Irma Rihi dari nominasi FFI lewat Women From Rote Island dan Na Willa serta menyoroti representasi perempuan Timur.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
Daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk 22 kategori Piala Citra, mulai dari Film Cerita Panjang Terbaik hingga Penulis Skenario Asli Terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
ShowBiz
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
Dalam nominasi Sutrada Terbaik FFI, Bernadus bersaing dengan Edwin, Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, dan Kimo Stambuel.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
ShowBiz
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
Ghost in the Cell karya Joko Anwar masuk 13 nominasi FFI ke-46. Simak daftar kategori, latar cerita, perjalanan di Berlinale 2026, dan jajaran pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
Nicholas Saputra jadi aktor yang paling banyak masuk nominasi Aktor Terbaik.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra
Jika tahun ini Christine Hakim kembali memenangi nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, dia resmi mengoleksi total enam piala.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra
ShowBiz
Film 'Killing Time', Thriller Horor Korea tentang Duo Streamer yang Terjebak Teror Rumah Sakit
Killing Time merupakan film thriller horor Korea tentang duo streamer yang terjebak teror di rumah sakit terbengkalai. Simak sinopsis dan jadwal tayangnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Film 'Killing Time', Thriller Horor Korea tentang Duo Streamer yang Terjebak Teror Rumah Sakit
ShowBiz
Buku 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' Diadaptasi Jadi Film, Wregas Bhanuteja Pimpin Produksi
Buku best seller 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' karya dr. Andreas Kurniawan akan diadaptasi menjadi film oleh Wregas Bhanuteja.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Buku 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' Diadaptasi Jadi Film, Wregas Bhanuteja Pimpin Produksi
ShowBiz
'Aplikasi Iblis' Hadirkan Horor Berbalut Teknologi, Film Debut Garapan Dimas Anggara
Aplikasi Iblis menjadi debut Dimas Anggara sebagai sutradara. Film horor produksi NIH Pictures ini tayang 15 Oktober 2026 dan dibintangi Junior Roberts.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
'Aplikasi Iblis' Hadirkan Horor Berbalut Teknologi, Film Debut Garapan Dimas Anggara
ShowBiz
Kamila Andini Soroti Collective Power Perempuan lewat Film 'Empat Musim Pertiwi'
Kamila Andini menyoroti collective power perempuan lewat film Empat Musim Pertiwi yang tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Kamila Andini Soroti Collective Power Perempuan lewat Film 'Empat Musim Pertiwi'
Bagikan