Pimpinan KPK: Nilai-nilai Pancasila Sesuai dengan Semangat Antikorupsi Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menegaskan, bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila sesuai dengan semangat antikorupsi.

"kita tahu hampir semua dari (sila) nomor 1 sampai (sila) nomor 5 semuanya itu antikorupsi," kata Basaria usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/10).

Adapun sila pertama kata Basaria yakni memiliki makna bahwa semua agama tidak membenarkan tindakan korupsi.

"(Sila ke-1) Ketuhanan Yang Maha Esa tidak ada satu pun agama yang mengatakan korupsi itu halal," jelas dia.

Sedangkan, lanjut Basaria, pada sila kedua yakni Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, bahwa jika ada seseorang atau kelompok yang melakukan korupsi, tidak akan menimbulkan keadilan karena berdampak pada kemiskinan.

"Karena semua rakyat kita jadi miskin nggak bisa sekolah, jadi kesehatannya juga harus bayar. Menurut penelitian kalau korupsi tidak ada di Indonesia kesehatan dan pendidikan itu tidak perlu bayar, gratis mungkin," ujarnya.

Kemudian pada sila ketiga, Persatuan Indonesia, jika ada pihak atau kelompok yang melakukan korupsi, dapat menimbulkan perpecahan satu sama lain. Menurutnya, korupsi sangat berbahaya, sehingga bisa berdampak pada perpecahan dan tidak sesuai dengan sila ketiga.

"Persatuan Indonesia, ini juga dengan adanya korupsi menimbulkan satu sama lain ketidak kompakkan, bagaimana dari pihak A ke B, kalau ada sekelompok kecil korupsi ini juga menggakibatkan keributkan satu sama lain dan menimbulkan perpecahan. Korupsi itu real sangat-sangat berbahaya," ucapnya.

Basaria melanjutkan, sila keempat yakni Kerakyatan Yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, yang berarti harus ada persamaan sesama manusia.

Sementara pada sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang dimaksud bahwa keadilan sosial tidak akan tercapai jika ada orang-orang yang melakukan korupsi. Menurut Basaria, orang yang melakukan korupsi tidak Pancasilais.

"Dengan adanya korupsi bagaimana kita mencapai keadilan sosial, tidak mungkin kan. Jadi sebenarnya orang yang melakukan korupsi tidak Pancasilais. Jadi Pancasila kalau benar-benar diterapkan, tidak akan terjadi korupsi," pungkasnya. (Pon)

Baca juga berita terkait Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di: Basaria Panjaitan: Surat Pimpinan DPR Tak Pengaruhi Penyidikan Setnov

Kredit : ponco


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH