Pimpinan KPK Cari Plt Kabiro Humas Pengganti Febri Diansyah Manta Jubir KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mencari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas menyusul pengunduran diri Febri Diansyah.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) KPK tengah memproses surat pengunduran diri Febri.

"Saat ini, Biro SDM sedang memproses surat pemberhentian atas permintaan dari yang bersangkutan dan selanjutnya tentu pimpinan akan memilih pejabat pelaksana/plt yang akan menduduki posisi Kabiro Humas sampai nanti terpilih pejabat definitif melalui mekanisme proses seleksi," kata Ali dalam keterangannya, Jum'at (25/9).

Baca Juga:

Isi Surat Pengunduran Diri Febri Diansyah dari KPK

KPK, kata Ali, menghormati keputusan Febri, termasuk tentang penilaiannya terhadap KPK saat ini. Kendati demikian, KPK berharap agar Febri terus mengawal agenda pemberantasan korupsi meskipun bekerja dari luar.

"Harapannya tentu sekalipun nantinya berada di luar KPK akan tetap bersama-sama KPK melakukan upaya pemberantasan korupsi di negeri yang kita cintai ini," kata Ali.

Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)
Caption

Sebelumnya, Febri Diansyah mengungkapkan alasan dirinya mundur sebagai Kepala Biro dan pegawai KPK. Menurutnya, kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK setelah disahkannya revisi UU Nomor 30 tahun 2002.

"Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/9).

Pernyataan tersebut dituangkan mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu, dalam surat pengunduran dirinya yang disampaikan kepada Sekjen KPK, Kabiro SDM dan pimpinan KPK pada 18 September 2020.

Baca Juga:

Novel Baswedan Beri Sinyal Ngikut Febri Mundur Dari KPK

Febri memutuskan mundur setelah 11 bulan menjalani kondisi 'baru' KPK tersebut. Menurut eks Jubir KPK ini, konsisi saat ini tak memberikan ruang signifikan untuk berkontribusi memberantas korupsi.

"Rasanya ruang bagi saya untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi akan lebih signifikan kalau saya berada di luar KPK. Tetap memperjuangkan dan ikut advokasi pemberantasan korupsi. Karena itu saya menentukan pilihan ini. Meskipun tidak mudah, meskipun berat, saya ajukan pengunduran diri," ujarnya. (Pon)

Baca Juga:

Febri Diansyah Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari KPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PKS Minta Pemilihan Wagub DKI Ditunda
Indonesia
PKS Minta Pemilihan Wagub DKI Ditunda

Salah satunya kegiatan penyampaian visi-misi dan tanya jawab kedua cawagub DKI pada hari Jumat (3/4) yang tidak dapat dilihat oleh masyarakat atau tertutup.

Penyidik Bareskrim Mendadak Tunda Periksa Pentolan KAMI
Indonesia
Penyidik Bareskrim Mendadak Tunda Periksa Pentolan KAMI

Bareskrim Polri memutuskan untuk menunda memeriksa Ketua Eksekutif KAMI Ahmad Yani sebagai saksi dalam kasus dugaan ujaran kebencian atas tersangka Anton Permana.

Setahun Jokowi- Ma’ruf, Gibran Soroti Penanganan Pemulihan Ekonomi akibat COVID-19
Indonesia
Setahun Jokowi- Ma’ruf, Gibran Soroti Penanganan Pemulihan Ekonomi akibat COVID-19

Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin tepat meginjak usia setahun, Selasa (20/10).

Legislator PDIP Jimmy Ijie Akui Serahkan Uang Rp2 Miliar ke Pejabat Pengadilan
Indonesia
Legislator PDIP Jimmy Ijie Akui Serahkan Uang Rp2 Miliar ke Pejabat Pengadilan

Anggota DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan, Jimmy Demianus Ijie, mengakui pernah menyerahkan uang sebesar Rp2 miliar ke pejabat pengadilan untuk mengurus perkara. Uang Rp2 miliar itu diduga sebagai uang pelicin agar Jimmy bebas dari kasus yang menjeratnya

Banyak Kecolongan dan Tak Efisien, Program "Surat Sakti" Pemprov DKI Dinilai Layak Diganti
Indonesia
Banyak Kecolongan dan Tak Efisien, Program "Surat Sakti" Pemprov DKI Dinilai Layak Diganti

Banyak orang dari luar Jakarta yang masuk dengan mudah tanpa adanya pengawasan.

Demokrat: Sikap Puan Maharani Matikan Mikrofon Tak Sesuai Pancasila
Indonesia
Demokrat: Sikap Puan Maharani Matikan Mikrofon Tak Sesuai Pancasila

Video Ketua DPR Puan Maharani mematikan mikrofon saat anggota DPR Fraksi Demokrat Irwan berbicara viral di media sosial.

 [HOAKS atau FAKTA]: Enam Anggota Polri Meninggal Dunia Akibat Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Enam Anggota Polri Meninggal Dunia Akibat Corona

Dalam pesan broadcast itu juga menyampaikan bahwa ada 236 anggota polisi termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) positif virus COVID-19.

128 Sepeda Sewa Milik DKI Hangus Dibakar Massa Aksi UU Cipta Kerja
Indonesia
128 Sepeda Sewa Milik DKI Hangus Dibakar Massa Aksi UU Cipta Kerja

Sebanyak 128 sepeda sewa atau bike sharing yang dipajang di kawasan Jakarta hangus terbakar pasca aksi demonstrasi menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Kasus COVID-19 Lebanon Naik Dua Kali Lipat Pasca-Ledakan Beirut
Dunia
Kasus COVID-19 Lebanon Naik Dua Kali Lipat Pasca-Ledakan Beirut

Kasus COVID-19 bertambah dua kali lipat selama dua pekan setelah ledakan itu.