Pimpinan KPK Akui Anak Buahnya Sempat Diamankan di Mapolsek Saat Akan OTT Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (Foto: Antaranews)

MerahPutih.Com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui tiga anak buahnya sempat diamankan ke Mapolsek Sukowono, Jember beberapa waktu lalu. Ketiga petugas KPK itu diamankan warga saat sedang melakukan penyelidikan tertutup yang umumnya berujung pada operasi tangkap tangan (OTT).

"Itu sudah kejadian lama, sudah sekitar dua minggu lalu," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/3).

Baca Juga:

Antisipasi Virus Corona, KPK Akan Periksa Suhu Tubuh Seluruh Pegawainya

Ghufron menegaskan peristiwa itu hanya kesalahpahaman. Pasalnya, petugas KPK saat itu sedang melakukan penyelidikan tertutup yang tidak menginformasikan kepada pihak kepolisian maupun masyarakat sekitar.

"Pada saat mengadakan penyelidikan dengan sistem tertutup itu kami kan langsung turun ke masyarakat yang menjadi target untuk mengumpulkan bukti dan keterangan," ujarnya.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron benarkan ada penyidik KPK yang diamankan warga saat hendak OTT
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (Foto: antaranews)

"Pada saat itu memang ya namanya menggunakan sistem tertutup petugas kami tidak menunjukkan identitas sebagai KPK karena memang silence," kata Ghufron menambahkan.

Kesalahpahaman ini, kata Ghufron, akhirnya dapat diselesaikan setelah petugas KPK yang sempat dibawa ke Mapolsek menjelaskan duduk persoalan. Setelah kesalahpahaman diselesaikan, petugas KPK kemudian dilepaskan.

"Setelah sampai di Mapolsek Sukowono kemudian baru dijelaskan dan ya memang sempat dibawa ke Mapolsek namun tidak ada pengeroyokan, tidak ada apa-apa, tim kami tidak ada yang mengalami apa-apa," jelas dia.

Menurut Ghufron tim yang diterjunkan ke lapangan saat itu tidak mendapat bukti yang diperlukan dalam proses penyelidikan tertutup lantaran keburu diamankan. Atas peristiwa ini, pimpinan KPK kemudian mengubahnya menjadi penyelidikan dengan meminta keterangan pihak-pihak terkait.

"Karena kemudian tidak bisa menggunakan sistem penyelidikan tertutup, sehingga kemudian sejak seminggu yang lalu kami ubah dengan penyelidikan terbuka. Ya sudah kita panggil mereka ke KPK, dan sudah dua orang yang dilakukan penyelidikan," pungkasnya.

Dikutip dari Kumparan.com, sebanyak tiga petugas KPK sempat dikepung warga Desa Sukowono karena gerak-geriknya dinilai mencurigakan. Ketiganya bahkan kemudian sempat dilaporkan ke polisi.

Peristiwa itu terjadi pada 17 Februari 2020. Ketika itu, warga mencurigai tiga orang yang datang ke desa mereka. Ketiga orang itu sudah beberapa hari di Desa Sukowono dengan mengendarai mobil plat L yang merupakan nomor polisi untuk daerah Surabaya dan sekitarnya.

Baca Juga:

KPK dan Kemendes PDTT Bangun Sistem Pengawasan Dana Desa

Tak hanya itu, warga juga disebut sempat melihat ketiga orang itu memfoto Balai Desa Sukowono. Hal itu membuat curiga Kepala Desa Sukowono, Horifah, dan para orang dekatnya. Ketiga orang itu pun langsung dikepung dan diamankan warga.

Ketiga orang itu sudah menujukkan kartu identitas petugas KPK kepada warga. Namun, warga yang tidak percaya lantas melaporkannya ke polisi.(Pon)

Baca Juga:

39 Finalis Puteri Indonesia Belajar Antikorupsi ke KPK



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH