Pimpinan DPRD Minta Pemerintah Pikirkan Rakyat Kecil di Tengah Pandemi Corona Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, Zita Anjani (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani meminta kepada Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI untuk memikirkan nasib rakyat kecil yang berimbas dari virus corona atau COVID-19.

Ia pun mempertayakan pada pemangku kebijakan apakah ada dana subsidi bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat. Bila bantua itu ada, segera digelontorkan. Zita juga mendesak pemerintah menggelar operasi untuk masyarakat.

Baca Juga:

Egois Ingin Duluan Tes Corona, Tingkah Anggota DPR Menyedihkan

"Apakah ada subsidi makanan sehari-hari untuk mereka? BLT? Kompensasi untuk warga yang miskin? Sudahkan operasi pasar dan cek apakah pangan kita cukup untuk hari-hari ke depan? Sejauh mana kita akan mampu bertahan?," jelas Zita saat dikonfirmasi, Selasa (24/3).

Pimpinan DPRD DKI Jakarta Zita Anjani
Anggota DPRD DKI Fraksi PAN Zita Anjani (MP/Asropih)

Putri dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) ini mengaku sering mendengar jeritan masyarakat kecil terkait keadaan dan kondisi di tenga virus mematikan ini.

Jeritan yang diterimanya kata Zita mengenai kondisi ekonomi. Masyarakat mengadu mengenai kebutuhannya sehari-hari mengingat kondisi seperti ini.

Baca Juga:

DKI Jakarta Jadi Wilayah dengan Pasien Positif Corona Terbanyak dan Korban Meninggal 29 Orang

"Mereka yang rentan secara ekonomi. Memenuhi kebutuhan pangan saja tidak pasti. Sekarang, banyak dari kita harus berhenti bekerja," tuturnya.

"Saatnya berfikir panjang 6 bulan sampai 1 tahun ke depan, bagaimana mempertahankan kesehatan, ekonomi bangsa Indonesia, tentunya ekonomi keluarga kita juga," pungkasnya.(Asp)

Baca Juga:

PKS Desak Test COVID-19 Anggota DPR dan Keluarga Dibatalkan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPU Harus Simulasi Pelaksanaan Pilkada di Zona Merah COVID-19
Indonesia
KPU Harus Simulasi Pelaksanaan Pilkada di Zona Merah COVID-19

Pasangan calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan COVID-19 harus diberi sanksi tegas, berupa diskualifikasi.

Warga Surabaya Gratis, Luar Kota Dikenakan Rp120 Ribu untuk Tes Swab Labkesda
Indonesia
Warga Surabaya Gratis, Luar Kota Dikenakan Rp120 Ribu untuk Tes Swab Labkesda

Fasilitas kesehatan ini sudah diresmikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan pembangunannya pun dipantau terus.

Selesai Renovasi Rp301 Miliar, DPRD Soroti Genangan Air di Stadion Manahan Solo
Indonesia
Selesai Renovasi Rp301 Miliar, DPRD Soroti Genangan Air di Stadion Manahan Solo

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) telah sesai melakukan renovasi Stadion Manahan Solo.

Tanpa Koordinasi, Acara Bagi-bagi Sembako Bisa Berujung Petaka
Indonesia
Tanpa Koordinasi, Acara Bagi-bagi Sembako Bisa Berujung Petaka

Polda Metro Jaya memberikan imbauan pada masyarakat yang tetap membagikan bantuan secara sendiri karena telah mengumpulkan massa.

Malaysia Amankan 12,8 Juta Vaksin COVID-19 Pfizer
Dunia
Malaysia Amankan 12,8 Juta Vaksin COVID-19 Pfizer

Perusahaan farmasi Pfizer Inc bersama mitranya BioNTech SE, Moderna Inc dan AstraZeneca Plc telah merilis data uji coba yang menunjukkan vaksin eksperimental mereka efektif.

Pelaku Mutilasi Manajer Konstruksi Siapkan Rumah Kontrakan untuk Kuburan
Indonesia
Pelaku Mutilasi Manajer Konstruksi Siapkan Rumah Kontrakan untuk Kuburan

Pelaku yang merupakan sejoli itu yakni DAF (26) dan LAS (27) bingung bagaimana membawa korban keluar dari apartemen tempat korban dihabisi.

[HOAKS atau FAKTA]: Sekjen Kemenkes Ajak Masyarakat Berdiskusi soal COVID Lewat Grup WA
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Sekjen Kemenkes Ajak Masyarakat Berdiskusi soal COVID Lewat Grup WA

Pesan berantai tersebut berisikan ajakan bergabung grup diskusi daring di WhatsApp tentang COVID-19.

 Dirut Garuda Dipecat Karena Selundupkan Harley, Jokowi: Pesannya Agar Jangan Macam-Macam
Indonesia
Dirut Garuda Dipecat Karena Selundupkan Harley, Jokowi: Pesannya Agar Jangan Macam-Macam

"Menteri BUMN sudah tegas sekali, sudah, itu pesan untuk semuanya, jangan main-main, sudah," ujarnya singkat.

Tak Sampai Seminggu, Ini Yang Dilakukan Djoko Tjandra di Indonesia
Indonesia
Tak Sampai Seminggu, Ini Yang Dilakukan Djoko Tjandra di Indonesia

Kompolnas mendapat informasi, bahwa Brigjen Prasetyo Utomo menggunakan komputer sendiri dalam membuat surat jalan tersebut. Yang bersangkutan, memiliki niat memperkaya diri sendiri.

Mulai 7 September, Warga Indonesia Dilarang Injakkan Kaki di Malaysia
Dunia
Mulai 7 September, Warga Indonesia Dilarang Injakkan Kaki di Malaysia

kebijakan itu diambil sebagai langkah tegas pemerintah dalam mencegah penyebaran kasus COVID-19 di Negeri Jiran tersebut.