Pimpinan DPRD DKI Soroti Klaster Baru Usai Libur Panjang Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Kasus positif virus corona di Jakarta mengalami penambahan signifikan hingga saat ini tembus diangka 1.114 kasus. Penambahan itu terjadi akibat libur panjang akhir pekan pada 16-22 Agustus 2020 lalu.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abdurahman Suhaimi menyoroti kemunculan klaster baru COVID-19 itu. Ia berpendapat pemerintah terus memberikan perhatian khusus kepada tenaga medis. Agar tenaga kesehatan itu bisa bekerja menangani kasus corona.

Baca Juga

Ini Alasan Uji Coba Vaksin COVID-19 di Bandung Makan Waktu 6 Bulan

Segala bentuk perlengkapan yang diperlukan tenaga medis itu harus diberikan oleh pemerintah.

"Yang lebih penting saat ini adalah penyembuhannya. Kan kita sudah banyak pengalaman dari para tenaga medis, nah kita harus berikan support," kata Suhaimi di Jakarta, Senin (31/8).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun meminta agar masyarakat senantiasa waspada terhadap segala macam potensi ataupun resiko Penularan.

"Data Penambahan kasus ini adalah fakta di lapangan. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana treatmentnya. Yang ketahuan sekian, kita siapkan bagaimana strateginya agar dapat sembuh," jelasnya.

Menurutnya, jauh lebih baik ketahuan jumlah kasus dari pada tidak sama sekali namun tiba-tiba ada kenaikan jumlah kasus meninggal.

Baca Juga

Warga Depok Catat, Hari Ini Jam Malam COVID-19 Mulai Berlaku!

"Ketahuan kasus banyak itu adalah realita di lapangan," tutup Suhaimi. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengawasan Ketat Bikin Kasus COVID-19 di Surabaya Turun
Indonesia
Pengawasan Ketat Bikin Kasus COVID-19 di Surabaya Turun

Dulu jika ada satu kasus di kampung maka akan dilakukan rapid test satu kampung

KPK Didesak Selidiki Mafia Hukum Kasus Suap Djoko Tjandra
Indonesia
KPK Didesak Selidiki Mafia Hukum Kasus Suap Djoko Tjandra

Komjak meyakini penyidikan kasus itu belum selesai karena masih dapat didalami dari keterangan Djoko Tjandra dan Andi Irfan, yang juga dijerat pasal pemufakatan jahat.

Kejagung Kembali Sita Kendaraan Mewah Dari Tersangka Korupsi Asabri Ilham W Siregar
Indonesia
Kejagung Kembali Sita Kendaraan Mewah Dari Tersangka Korupsi Asabri Ilham W Siregar

"Sehingga total ada sembilan unit mobil mewah yang disita oleh tim jaksa penyidik terkait aset tersangka IWS," kata Leonard Eben Ezer

Tersangka Kasus Pembobolan Bank BNI Maria Lumowa Makin Dekat ke Kursi Pesakitan
Indonesia
Tersangka Kasus Pembobolan Bank BNI Maria Lumowa Makin Dekat ke Kursi Pesakitan

Bareskrim Polri melimpahkan tersangka kasus pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Jumat (6/11).

 Bencana Longsor di Bogor Telan Satu Korban Jiwa
Indonesia
Bencana Longsor di Bogor Telan Satu Korban Jiwa

Kemudian bencana tersebut juga mengakibatkan rumah milik 14 Kepala Keluarga (KK) dan 51 jiwa rusak berat, 1 majilis jami terancam dan 2 unit fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) juga rusak berat.

Toilet Ramah Lingkungan Dibangun di Kawasan Wisata Prioritas
Indonesia
Toilet Ramah Lingkungan Dibangun di Kawasan Wisata Prioritas

Saat ini, daya saing ketersediaan infrastruktur penunjang sektor pariwisata di Indonesia berada di peringkat 75 dunia pada tahun 2019.

KPK Tahan Bekas Anggota BPK Rizal Djalil
Indonesia
KPK Tahan Bekas Anggota BPK Rizal Djalil

Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR

Anak-anak Dinilai Paling Rentan Jadi Korban Jika New Normal Diberlakukan
Indonesia
Anak-anak Dinilai Paling Rentan Jadi Korban Jika New Normal Diberlakukan

Berdasarkan data Covid.go.id, pada 2 Juni 2020 diketahui ada sebanyak 7,9 persen anak yang positif COVID-19.

Termasuk Cucu Ma'ruf Amin, Ini Daftar Calon Kepala Daerah Gelombang IV PDIP
Indonesia
Termasuk Cucu Ma'ruf Amin, Ini Daftar Calon Kepala Daerah Gelombang IV PDIP

Sebelumnya, PDIP sudah mengumumkan Gelombang I pada 19 Februari, lalu Gelombang II pada 17 Juli, dan Gelombang III pada 11 Agustus 2020 lalu.

Wagub DKI Tegaskan Warga Jakarta yang Tolak Vaksinasi Didenda Rp5 Juta
Indonesia
Wagub DKI Tegaskan Warga Jakarta yang Tolak Vaksinasi Didenda Rp5 Juta

Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria menegaskan, warga Jakarta yang menolak vaksinasi COVID-19 didenda sebesar Rp5 juta sesuai Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 2 Tahun 2020.