Pimpinan DPR Minta Penyebar Teror ke Polisi Segera Diciduk, Jangan Sampai Kecolongan Arsip - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kanan). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj/am.

Merahputih.com - Polri diminta tidak menganggap santai dan remeh pesan berantai yang bernada ancaman dan teror terhadap institusi tersebut dan bangsa Indonesia. Pesan berantai itu muncul setelah penangkapan 22 orang terduga teroris jaringan Jemaah Islamiyah (JI) di wilayah Jawa Timur.

"Polri harus dapat segera menangkap pelaku penebar teror tersebut, jangan sampai kelompok itu melakukan aksi, Polri harus sigap jangan sampai kecolongan," kata Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam keterangannya, Jumat (19/3).

Baca Juga:

Buku Wajib dan Perekrutan Acak Pelaku Teror Indonesia

Polri juga diminta untuk dapat mengantisipasi pergeseran dan pergerakan para terduga teroris dengan memperketat pintu masuk lalu lintas masuk, baik orang dan barang di setiap akses.

Menurut dia, Polri khususnya Densus 88 Antiteror perlu kedepankan deteksi dini dan memutus sel-sel baru terorisme di Indonesia.

"Ancaman ini bukti bahwa mereka telah mempersiapkan pengantin, terlebih dalam dekat memasuki bulan Ramadhan," tandas dia.

Azis Syamsuddin (dpr.go.id)

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap 22 orang terduga teroris di Jawa Timur dan dibawa ke Jakarta pada Kamis (18/3), untuk memudahkan proses penyidikan.

Polisi menerima pesan teror melalui aplikasi percakapan, usai menangkap 22 orang terduga teroris di sejumlah daerah di Jawa Timur.

"Terornya via WhatsApp," ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Gatot Handoko kepada wartawan di Surabaya, Kamis (18/3).

Baca Juga:

22 Terduga Teroris 'Kelompok Fahim' Berlatih di Bromo untuk Serang Polisi

Dia mengatakan saat ini polisi tengah menyelidiki terkait siapa penyebar pesan teror berantai tersebut, termasuk memprofilkan penyebar pesan.

"Pada intinya dilakukan penyelidikan. Menunggu hasil. Kami juga sudah koordinasikan dengan Direktorat Siber serta Densus 88 untuk memprofilkan siapa yang membuat dan menyebarkan," tutup dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mulai Besok Pergi ke Luar Kota Wajib Tunjukkan Surat Vaksin dan Swab Antigen
Indonesia
Mulai Besok Pergi ke Luar Kota Wajib Tunjukkan Surat Vaksin dan Swab Antigen

Bagi pengemudi dan pembantu pengemudi yang belum melaksanakan vaksinasi diarahkan untuk melakukan vaksinasi

Komisi III Minta Ada Aturan yang Membatasi Kerumunan di Pasar Tanah Abang
Indonesia
PPKM Belum Bisa Kendalikan Mobilitas Warga
Indonesia
PPKM Belum Bisa Kendalikan Mobilitas Warga

Selama 20 hari pelaksanaan PPKM ada penambahan kasus 241.596 atau setiap harinya 12 ribu kasus tambahan.

Selisih Angka Kesembuhan COVID-19 Indonesia dengan Global Lebih dari 7 Persen
Indonesia
Selisih Angka Kesembuhan COVID-19 Indonesia dengan Global Lebih dari 7 Persen

Doni mengakui, memang angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia masih relatif lebih tinggi dari global

Besok Sekolah di DKI Mulai Belajar Tatap Muka, Orang Tua Boleh Tak Izinkan Anaknya Ikut
Indonesia
Besok Sekolah di DKI Mulai Belajar Tatap Muka, Orang Tua Boleh Tak Izinkan Anaknya Ikut

Setiap butir penilaian yang ada pada Siap Belajar memiliki kriteria yang disesuaikan

Pemberian Hak Asimilasi di Rumah Bagi Narapidana dan Anak Diperpanjang
Indonesia
Pemberian Hak Asimilasi di Rumah Bagi Narapidana dan Anak Diperpanjang

Adapun perubahan dilakukan pada pasal 11 ayat (3) huruf d

Sepeninggal Eka Supria, Sekda Kabupaten Bekasi Jabat Plt Bupati
Indonesia
Sepeninggal Eka Supria, Sekda Kabupaten Bekasi Jabat Plt Bupati

Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) memastikan tidak ada kekosongan kepala daerah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bupati Sleman Larang Warganya Mudik
Indonesia
Bupati Sleman Larang Warganya Mudik

Pemkab turut melarang warganya yang berada di perantauan mudik ke wilayah Kabupaten Sleman. Begitu juga dengan warga yang berada di Sleman diimbau tidak melalukan perjalanan keluar kota.

Arab Saudi Buka Ibadah Umrah, Kemenag Susun Skema Vaksinasi
Indonesia
Arab Saudi Buka Ibadah Umrah, Kemenag Susun Skema Vaksinasi

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi

[Hoaks atau Fakta]: Biden dan Putin Dukung Jokowi 3 Periode
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Biden dan Putin Dukung Jokowi 3 Periode

Presiden Vladimir Putin dan Presiden Joe Biden yang bertemu untuk pertemuan puncak di Jenewa, Swiss.