Pilpres 2019 Hanya Ulangan Drama 2014 Jokowi dan Prabowo naik kuda. ©REUTERS/ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

MerahPutih.com - Pemilihan Presiden 2019 baru akan digelar tahun depan. Namun, aroma persaingan antarcalon sudah semakin terasa di tahun ini.

Ajang pesta demokrasi lima tahunan itu diprediksi hanya akan mengulangi drama yang sama pada Pilpres 2014 yakni Joko Widodo melawan Prabowo Subianto.

"Menurut saya, dalam menghadapi Pilpres 2019, yang bertarung hanya dua paket yakni pasangan Joko Widodo dan Prabowo Subianto," kata Ahmad Atang di Kupang, seperti dilansir Antara, Jumat (11/5)

Prediksi ini setelah melihat perkembangan koalisi partai pendukung Pilpres 2019, dimana gerbang besar telah merapat ke Jokowi.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberi hormat ala militer kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta saat pelantikan Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin (16/10). (Foto: Biro Pers Setpres)

"Fakta politik menunjukkan bahwa gerbong besar telah merapat ke Jokowi, dan praktis hanya tersisa Partai Keadilan Sejahtera dan Gerindra dan juga mungkin PAN," katanya.

Polarisasi ini telah terbentuk sehingga muncul paket calon Presiden-Wakil Presiden sangat mungkin tidak akan terealisasi, katanya.

Selain foktor polarisasi parpol pendukung, juga belum muncul figur calon presiden yang benar-benar menarik minat partai untuk membelah diri.

Dengan demikian, sudah pasti yang akan bertarung pada 2019 akan drama yang sama pada tahun 2014 antara Jokowi vs Prabowo.

Mengenai poros baru, dia mengatakan, poros baru yang digagas Partai Demokrat masih sebatas wacana.

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiyanto/Foto: Biro Pers Setpres

"Kalau poros baru masih wacana karena tidak punya figur yang setara dengan Jokowi dan Prabowo," katanya.

Dia menambahkan, jika dua calon ini berhadapan kembali dalam Pilpres 2019, maka peluang kemenangan tetap berada di tangan Jokowi.

"Kalau Jokowi vs Prabowo, maka Prabowo harus siap menerima kekalahan," katanya.

Kondisi ini bisa dilihat dari hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga, yang selalu menempatkan Jokowi pada posisi teratas.

Elektabilitas Jokowi v Prabowo

Peta persaingan elektabilitas kandidat pada Pilpres 2019 masih milik Jokowi dan Prabowo Subianto. Belum ada nama atau sosok baru yang bisa menandingi keduanya. Hal ini terungkap dalam hasil survei yang baru saja dirilis Indikator Politik Indonesia.

Hasil riset lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang digelar pada akhir Maret 2018 menemukan bahwa perolehan dukungan terhadap Capres 2019 masih di dominasi dua tokoh, yaitu Jokowi dan Prabowo.

Berdasarkan hasil survei, Jokowi masih mendominasi dukungan suara responden sementara Prabowo berada pada posisi kedua.

Dukungan terhadap Jokowi ini, kata dia, mengalami peningkatan sekitar 5 persen jika dibandingkan hasil survei Indikator yang digelar akhir 2017 lalu. Sementara, untuk Prabowo Subianto masih stagnan.

Survei elektabilitas Jokowi vs Prabowo
Peta persaingan Jokowi vs Prabowo (MP/Fadhli)

"Dukungan terhadap Jokowi mengalami peningkatan, sementara pesaing utamanya Prabowo Subianto relatif stagnan," terang Dosen UIN Jakarta Itu.

Burhan menambahkan, jika disimulasikan head to head dengan sejumlah calon potensial dukungan terhadap Jokowi pun tak banyak berubah.

Jokowi menggungguli Prabowo sebesar 31 persen, Jokowi mengungguli Gatot Nurmantyo sebesar 50 persen lebih dan Jokowi mengungguli Anies Baswedan di atas 50 persen. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH