Lingkungan Hidup
Pilot Activity, Program Pengelolaan Sampah di Labuan Bajo oleh Sekretariat TKN Labuan Bajo, (Foto unsplash/Williamkusno)

SUASANA yang asri dan sejuk serta berbagai spot wisata yang unik dan beragam, itulah gambaran yang tepat untuk mendeskripsikan Labuan Bajo. Berlokasi di Flores, Nusa Tenggara Timur, kamu bisa merasakan keindahan sunset di Bukit Cinta, menjelajahi cantiknya Pulau Kelor, snorkeling di Pulau Manjerite, dan pastinya menatap keindahan bebatuan dan pantai di Pulau Padar.

Sayangnya, permasalahan sampah yang berlimpah menjadi masalah yang cukup serius di Labuan Bajo. Dilansir dari Berita Lingkungan, terdapat berbagai sampah plastik bekas kemasan minuman, kayu, dan kaca bekas botol minuman.

Menanggapi hal ini, pihak Sekretariat TKN PSL (Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut) mengadakan sebuah proyek untuk mengelola sampah yang dimulai sejak Agustus 2020. Proyek ini berupa sosialisasi program pilot activity untuk pengelolaan sampah mandiri di Labuan Bajo bagi masyarakat.

Pulau Padar. (Foto Unslash/fnhaven)
Pulau Padar. (Foto Unslash/vnhaven)

Pelaksanaan kegiataan pilot activity ini terbagai menjadi 3 tahapan, antara lain persiapan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi. Pada tahap persiapan, sekretariat TKN PSL melakukan inisiasi dan mempersiapkan kondisi wilayah dan masyarakat. Mereka juga menganalisis sumber permasalahan sampah.

Baca juga:

Bakso, Memang Tidak Ada Matinya di Negeri Aing

sekretariat TKN PSL juga melakukan instalasi di 100 tempat sampah, pembentukan unit pengelola sampah, dan pembangunan workshop pengelolaan sampah. Mereka juga tidak lupa menyediakan gerobak sampah.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka dengan penyerahterimaan tempat sampah dan Unit Pengelolaan Sampah (UPS) secara simbolis oleh Novrizal Tahar Direktur Pengelolaan Sampah, PSLB3, KLHK kepada Kepala Desa Gorontalo, Labuan Bajo.

Penyerahterimaan tempat sampah oleh Novrizal Tahar kepada Kepala Desa Gorontalo. (Foto Ist)
Penyerahterimaan tempat sampah oleh Novrizal Tahar kepada Kepala Desa Gorontalo. (Foto Ist)

Lokasi pelaksanaan pilot activity di Desa Gorontalo pun bukan tanpa alasan. Desa Gorontalo termasuk sebagai destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia yang memiliki keindahan bahari yang khas. Pada 2018 silam, Wisata Komodo sendiri telah menarik lebih dari 170.000 pengunjung ke Taman Nasional Komodo.

Sayangnya, Desa Gorontalo juga menghadapi lingkungan dalam pengelolaan sampah sejak beberapa tahun lalu. Pada 2018, terdapat timbunan sampah yang mencapai 12,8 ton per hari. Pemerintah pun mengidentifikasi dua masalah mendasar dalam pengelolaan sampah di Desa Gorontalo, antara lain rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah serta kurangnya fasilitas persampahan di kawasan tersebut.

Mengatasi pengelolaan sampah dengan pelaksanaan pilot activity. (Foto Ist).jpeg
Mengatasi pengelolaan sampah dengan pelaksanaan pilot activity. (Foto Ist).jpeg

“Aktivitas ini dapat dilihat sebagai sebuah manifestasi dari kepedulian terhadap permasalahan sampah dan instrumen peningkatan kesadaran dari berbagai stakeholder terhadap usaha pengelolaan sampah, terutama sampah yang bersumber dari darat”, ujar Novrizal.

Kegiatan ini tidak hanya didukung oleh pemerintah Indonesia. Organisasi internasional PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) juga mendukung dan mengapresiasi langkah ini. Natural Resource and Climate Governance Adviser UNDP (United Nation Development Programme) Indonesia, Dr Abdul Wahib Situmorang, “Kegiatan ini merupakan bukti nyata dari usaha pemerintah Indonesia dalam hal ini Sekretariat TKN PSL, untuk mewujudkan Perpres Nomor 83 Tahun 2018. UNDP juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan strategi ekonomi sirkuler nasional," jelasnya.

Ini Cara Sekretariat TKN PSL menganggapi pengelolaan sampah. (Foto Ist)
Ini Cara Sekretariat TKN PSL menganggapi pengelolaan sampah. (Foto Ist)

Ia juga berharap semoga kegiatan yang dilakukan oleh Sekretariat TKN PSL ini dapat dilanjutkan dan didukung oleh setiap pihak. (SHN)

Baca juga:

Theme Park Lido Sukabumi Bakal Bikin Indonesia Didatangi 65 Juta Wisatawan Asing

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kumis Mario ala Harry Styles
ShowBiz
Kumis Mario ala Harry Styles

Ada kumis impresif di wajahnya.

4 Film Wajib Buat Kamu yang Hobi Bersepeda
Fun
4 Film Wajib Buat Kamu yang Hobi Bersepeda

Empat film yang memberikanmu inspirasi dan semakin semangat bersepeda.

Update Sepatu Reebok 'Question Mid' Allen Iverson September Ini
Fashion
Update Sepatu Reebok 'Question Mid' Allen Iverson September Ini

Berangkat dari kekaguman Allen Iverson pada tim NFL Cowboys.

Mengintip Lapangan Golf Terpanjang di Dunia, 1.365 Kilometer
Hiburan & Gaya Hidup
Mengintip Lapangan Golf Terpanjang di Dunia, 1.365 Kilometer

Mengintip Lapangan Golf Terpanjang di Dunia, 1.365 Kilometer

Refund Sisters Mendonasikan Penghasilan Debut 'Don't Touch Me'
Fun
Refund Sisters Mendonasikan Penghasilan Debut 'Don't Touch Me'

Refund Sisters akan mendonasikan semua penghasilan mulai dari perilisan single digitalnya.

'Shopaholic', Ayo Merapat di Harbolnas 2020
Fun
'Shopaholic', Ayo Merapat di Harbolnas 2020

Harbolnas 2020 telah tiba.

Madani Film Festival 2020 Merayakan Keberagaman Muslim Dunia
ShowBiz
Madani Film Festival 2020 Merayakan Keberagaman Muslim Dunia

selalu ada ruang bagi penemuan kembali hal-hal yang penting.

Kisah Adit Insomnia Siaran Radio dari Rumah saat Pandemi COVID-19
ShowBiz
Kisah Adit Insomnia Siaran Radio dari Rumah saat Pandemi COVID-19

Kisah Adit Insomnia Siaran di Rumah Saat Pandemi COVID-19

Gegayaan Stiker Mobil di Negeri Aing yang Salah Kaprah
Fun
Gegayaan Stiker Mobil di Negeri Aing yang Salah Kaprah

Banyak masyarakat negeri aing yang salah kaprah dalam memasang stiker mobil.

Mengenal Anarko Sindikalisme dalam Unjuk Rasa
Fun
Mengenal Anarko Sindikalisme dalam Unjuk Rasa

Tetap waspada dan jangan mudah terpancing oleh kelompok anarko.