Pilkada Serentak Diprediksi Bakal Diundur Peneliti Formappi Lucius Karus. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.Com - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus mengusulkan Pilkada 2020 yang akan digelar 23 September 2020 perlu ditunda.

Hal itu sebagai antisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19.

Baca Juga:

Sri Sultan Perintahkan Banbinkamtibmas Mendata Para Pemudik

Menurut Lucius, melihat perkembangan kondisi tanggap darurat corona nampaknya belum akan segera akan berakhir.

Paling optimis, virus ini mungkin baru selesai bulan Juni. Jika gambaran seperti itu benar-benar akan terjadi maka proses persiapan penyelenggaran maupun kampanye akan terganggu.

"Idealnya dilaksanakan Desember, jika situasi darurat ini selesai bulan Juni. Maksimal pada bulan Januari 2021," kata Lucius Karus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/3).

Formappi prediksi Pilkada 2020 bakal ditunda
Lucius Karus prediksi Pilkada serentak 2020 ditunda(Foto: Twitter:/@luciuskarus)

Lucius menjelaskan, penundaan harus dilakukan jika ingin pelaksanaannya benar-benar dilakukan secara leluasa.

"Pilkada tanpa kegairahan pemilih dalam setiap tahapan akan menjadi sesuatu yang buruk," tegasnya.

Ia berujar, kualitas Pilkada benar-benar dipertaruhkan jika dipaksakan demi mengejar waktu sesuai dengan jadwal semula yaitu bulan September.

"Maka opsi penundaan Pilkada melalui Perppu sangat mungkin menjadi solusi untuk menjamin kualitas Pilkada tidak dipertaruhkan," tutup Lucius.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memprediksi pilkada serentak 2020 akan ditunda. Namun keputusan penundaan belum akan diambil pemerintah.

"Kalau melihat situasinya, sangat besar untuk ditunda," kata Wapres.

Baca Juga:

Hotel Grand Cempaka Disulap Anies Jadi Tempat Inap Tenaga Medis Tangani Corona

Soal payung hukum, kalau memungkinan penundaan dilakukan lewat perubahan undang-undang (UU), maka akan segera dilaksanakan amandemen.

Namun bila perubahan UU tak dimungkinkan, bisa dilakukan lewat penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu).

"Saatnya, diputuskan bahwa pilkada akan diundur, dan bahwa perubanan UU tak bisa dilakukan maka akan lewat perppu," pungkas Kiai Ma'ruf.(Knu)

Baca Juga:

Banyak Layani Pasien Mengeluh Corona, RSUD Tarakan Kekurangan APD

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dugaan Korupsi Asabri, Polisi Masih Tunggu Hasil Audit BPK
Indonesia
Dugaan Korupsi Asabri, Polisi Masih Tunggu Hasil Audit BPK

Tim penyidik telah menerima tiga laporan dari masyarakat terkait perkara tindak pidana korupsi tersebut.

Jumlah Tenaga Medis yang Meninggal Akibat COVID-19 Tembus 253 Orang
Indonesia
Jumlah Tenaga Medis yang Meninggal Akibat COVID-19 Tembus 253 Orang

Bahkan, hilangnya pekerja medis dan kesehatan ahli tidak dapat tergantikan dalam waktu singkat

Calon Kapolri Pastikan Polisi Tak Akan Dijadikan Alat Penguasa
Indonesia
Calon Kapolri Pastikan Polisi Tak Akan Dijadikan Alat Penguasa

Calon tunggal Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo memastikan jajaran kepolisian tidak boleh menjadi alat kekuasaan.

PSI DKI Klaim Tak Pernah Setujui Kenaikan RKT Rp888 Miliar
Indonesia
PSI DKI Klaim Tak Pernah Setujui Kenaikan RKT Rp888 Miliar

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan tegas akan tetap menolak peningkatan RKT meskipun fraksi lain setuju.

Sudah 4 Hari Tidak Ada Kasus Positif Baru di Kabupaten Cirebon
Indonesia
Sudah 4 Hari Tidak Ada Kasus Positif Baru di Kabupaten Cirebon

Total jumlah pasien positif COVID-19 di Kabupaten Cirebon hingga Minggu (17/5) sebanyak delapan orang

Anak Buahnya Copot Baliho Rizieq Shihab, Pangdam Jaya: Jangan Seenaknya Pasang
Indonesia
Anak Buahnya Copot Baliho Rizieq Shihab, Pangdam Jaya: Jangan Seenaknya Pasang

"Kalau masang baliho itu jelas ada aturannya. Ada pajaknya, tempatnya juga sudah ditentukan. Jangan seenaknya sendiri. Seakan-akan dia paling benar. Tidak ada itu," lanjutnya.

Dishub DKI Terbitkan Aturan Waktu Operasional Angkutan Umum saat PPKM
Indonesia
Dishub DKI Terbitkan Aturan Waktu Operasional Angkutan Umum saat PPKM

Aturan dengan Nomor 39 Tahun 2021 tersebut berlaku mulai 26 Januari sampai 8 Februari 2021 mendatang.

RSD Wisma Atlet: 3.510 Pasien Corona Sembuh
Indonesia
RSD Wisma Atlet: 3.510 Pasien Corona Sembuh

Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan jumlah pasien sembuh merupakan akumulasi dari pencatatan sejak 23 Maret 2020.

Satgas Yakin Esensi Demonstrasi Tak Hilang Meski Taati Prokes
Indonesia
Satgas Yakin Esensi Demonstrasi Tak Hilang Meski Taati Prokes

Jangan sampai karena berkerumun kita membawa penyakit

Cara Sudin Bina Marga Jakarta Pusat Atasi Banjir di Jalan Raya
Indonesia
Cara Sudin Bina Marga Jakarta Pusat Atasi Banjir di Jalan Raya

Ada tiga jalan raya yang menjadi prioritas Sudin Bina Marga dalam penanganan banjir ialah di Jalan Mas Mansyur, Gereja Ayam, dan Cempaka Putih.