Pilkada Serentak 2020 Ujian Kepemimpinan dan Keberpihakan AHY Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: MP/Instagram.com/AHY)

MerahPutih.com - Pilkada Serentak 2020 akhir Desember nanti menjadi ujian kepemimpinan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Khususnya dengan adanya sentilan miring dari sejumlah kader yang mempertanyakan calon jagoan partai dalam konstalasi pertarungan Pilkada.

"Di bawah kepemimpinan AHY tentunya diharapkan menghasilkan memutuskan kebijakan partai yang berpihak pada kader partai. Apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan Pilkada pada Desember 2020 mendatang. Sebaiknya AHY lebih mengutamakan kader partai yang sudah teruji perjuangan dan loyalitasnya," kata Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Ersento Maraden Sitorus, Sabtu (11/7).

Baca Juga

AHY: New Normal Berpotensi Bikin Ekonomi Buntung

Menurut dia, AHY jika memang ingin mambawa Demokrat menjadi partai modern harus mampu mengusung kader yang benar-benar siap berjuang membangun daerah sekaligus mengangkat nama baik partai. "Bukan hanya sekedar melihat isi tas tetapi melihat loyalitas, kualitas dan kapabilitas," tegas Dosen Universitas 17 Agustus Jakarta itu.

Fernando juga mengangkat soal polemik surat terbuka Ihwan Datu Adam yang sudah berpengalaman di eksekutif (Wakil Bupati Penajam Paser Utara 2003-2008) dan legislatif (anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat) itu. Ihwan, kata dia, sampai menyebarkan surat terbuka di media sosial (medsos) mengkritik Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (PD) Andi Nurpati terkait sikap Demokrat yang lebih memilih mengusung calon dari Gerindra dalam Pilkada Paser Kalimantan Timur daripada dirinya.

ihwan datu
Ihwan Datu Adam bersama SBY yang juga ayah Ketum Demokrat AHY. (Ist/Net)

Padahal, kata Fernando, Demokrat sendiri memiliki 6 kursi, lebih banyak dari pada Gerindra yang hanya meraup 2 kursi di DPRD Paser dalam Pileg lalu. Menurut dia, Demokrat sebetulnya tidak kekurangan kader berkualitas sehingga harus mengusung kader partai lain, terutama dengan parpol yang memiliki kursi lebih sedikit di DPRD.

AHY, kata dia, seharusnya juga belajar jangan sampai kader-kader berkualitas ini malah pindah partai karena merasa tidak mendapat apresiasi. Pengamat Politik itu juga menambahkan Demokrat sudah banyak pengalaman ditinggal Kepala Daerah yang hanya memanfaatkan partai politik hanya sebagai kendaraan politik untuk maju sebagai peserta pilkada.

"Harus mengutamakan kader sendiri. Jangan menjadi partai yang gagal karena tidak mampu menciptakan kader yang siap memimpin dalam setiap tingkatannya," tutup Fernando. (*)

Baca Juga

Harlah Pancasila, AHY Soroti Ancaman Terhadap Jurnalis dan Akademisi di Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Catherine Wilson hingga Jennifer Dunn Bakal Bersaksi di Sidang Wawan
Indonesia
Catherine Wilson hingga Jennifer Dunn Bakal Bersaksi di Sidang Wawan

Ada sekira lima nama artis yang disebut mendapatkan hadiah dari adik kandung mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah tersebut.

Polsek Ciracas Dirusak Oknum TNI, Pangdam Jaya: Masih Banyak Anggota yang Baik
Indonesia
Polsek Ciracas Dirusak Oknum TNI, Pangdam Jaya: Masih Banyak Anggota yang Baik

"Seperti yang disampaikan pimpinan, kami meminta maaf. Ini kan ulah oknum. Masih banyak TNI yang baik," kata Dudung

Kisah Polwan yang Rela Tinggalkan Waktu Keluarga untuk Berjibaku Tekan Penyebaran Corona
Indonesia
Kisah Polwan yang Rela Tinggalkan Waktu Keluarga untuk Berjibaku Tekan Penyebaran Corona

Perempuan yang lama bertugas di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ini mengaku, saban pagi mesti berangkat dari rumah tanpa perlu berlama-lama bersama ketiga buah hatinya.

Pemkot Solo Batal Polisikan Ibu Kos Pengusir 3 Perawat RSUD Bung Karno
Indonesia
Pemkot Solo Batal Polisikan Ibu Kos Pengusir 3 Perawat RSUD Bung Karno

Kepastian itu dilakukan setelah pemilk indekos, Siti Mutmainah meminta maaf langsung pada Wali Kota Solo, FX Jadi Rudyatmo.

KPK Tahan Wali Kota Tasikmalaya
Indonesia
KPK Tahan Wali Kota Tasikmalaya

Budi adalah tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018

[HOAKS atau FAKTA]: Tusuk Jari dengan Jarum Mampu Sembuhkan Stroke
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tusuk Jari dengan Jarum Mampu Sembuhkan Stroke

Dalam informasi ini, dijelaskan tata cara bagaimana penanganan pertama untuk orang yang terkena stroke.

Jokowi Kucurkan Rp100 Triliun Buat Jaminan Modal Kerja UMKM
Indonesia
Jokowi Kucurkan Rp100 Triliun Buat Jaminan Modal Kerja UMKM

UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, maka itu program penjaminan kredit harus segera direalisasikan dan terasa manfaatnya.

Alasan MA Tolak Pemakzulan Bupati Jember Faida
Indonesia
Alasan MA Tolak Pemakzulan Bupati Jember Faida

DPRD Jember mengajukan permohonan pemakzulan Faida kepada MA dengan nomor perkara 2 P /KHS/2020 pada 16 November 2020

Kapolri Pengganti Idham Azis, PKS: Jangan Lagi Ada Orang Tersisihkan dalam Hukum
Indonesia
Kapolri Pengganti Idham Azis, PKS: Jangan Lagi Ada Orang Tersisihkan dalam Hukum

Kapolri baru mesti orang yang mampu memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

KPK Tegaskan Tidak Dilibatkan di Desain Awal Program Kartu Prakerja
Indonesia
KPK Tegaskan Tidak Dilibatkan di Desain Awal Program Kartu Prakerja

Menko Perekonomian sedang melakukan perbaikan sesuai rekomendasi KPK yang meliputi regulasi maupun tata laksana program Kartu Prakerja.