Belum Pencoblosan, Pilkada Serentak 2020 Sudah Hasilkan Puluhan Perkara Pidana Ilustrasi - Pilkada serentak 2020. (ANTARA Jatim/Naufal Ammar)

MerahPutih.com - Polri menangani 28 perkara dugaan tindak pidana pemilu pada Pilkada 2020. Perkara-perkara tersebut merupakan kasus yang diteruskan oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

"Jumlah Laporan atau temuan sebanyak 136 perkara. Kemudian perkara yang diteruskan ke Polri 28 perkara dengan status penyelesaian perkara," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/10).

Dari keseluruhan kasus tersebut, 14 kasus masih dalam ranah tahap 1. Selain itu, ada kasus yang sudah dalam tahap P21 atau hasil penyidikan sudah lengkap.

Baca Juga:

KPU Jatim Ajukan PAW Anggota DPRD Yang Maju Pilkada

"Yang pertama penyidikan ada 14 perkara kemudian tahap satu (ada) satu perkara, P19 satu perkara, P21 satu perkara, tahap 2 (ada) 4 perkara, dan yang terakhir SP3 tujuh perkara," ujarnya.

Awi mengungkapkan, pelanggaran yang terbanyak ditemukan berkaitan dengan dugaan tindakan menguntungkan atau merugikan salah satu paslon.

Pelanggaran lainnya, lanjut Awi, berkaitan dengan dugaan mahar politik, politik uang hingga kampanye berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pemalsuan empat perkara, tidak melaksanakan verifikasi dan rekap dukungan empat perkara, mutasi pejabat 6 bulan sebelum paslon dua perkara, hilangkan hak seseorang menjadi calon dua perkara, mahar politik satu perkara, money politik tiga perkara, tindakan menguntungkan atau merugikan salah satu paslon sembilan perkara, menghalangi penyelenggaraan pemilihan melaksanakan tugas satu perkara yang terakhir kampanye dengan menghina, menghasut SARA 2 perkara.

Ilustrasi Pilkada 2020. Foto: ANTARA
Ilustrasi Pilkada 2020. Foto: ANTARA

Awi mengatakan, pada 13-14 Oktober, Sentra Gakkumdu Pilkada 2020 telah melaksanakan 84 kegiatan preemtif atau imbauan. Kegiatan preemtif terbanyak berasal dari Polda Sumatera Barat dengan 14 kegiatan.

"Kemudian Polda Kalsel sebanyak 12 kegiatan. Polda Kalteng sebanyak 10 kegiatan. Kemudian kegiatan preventif (pencegahan) Polda jajaran telah melaksanakan 285 kegiatan preventif dengan 5 giat terbanyak yaitu Polda Sumut sebanyak 45 kegiatan, Polda Kalteng sebanyak 30 kegiatan, Polda Sumbar sebanyak 29 kegiatan, Polda Kalsel sebanyak 17 kegiatan, dan Polda Jateng sebanyak 16 kegiatan," jelasnya.

Baca Juga:

KPU Harus Buka Opsi Lakukan Pilkada Via Pos

Awi mengungkapkan, Sentra Gakkumdu juga melakukan kegiatan represif atau penindakan terhadap pelanggaran Pilkada 2020. Per 13 Oktober 2020, hanya ada 1 kasus dari 50 Sentra Gakkumdu.

"Kemudian perkara yang diteruskan ke Polri sebanyak 4 laporan, yaitu Sentra Gakkumdu Sula Kepulauan, kemudian Sentra Gakkumdu Balikpapan, Sentra Gakkumdu Balukumbar, dan Sentra Gakkumdu Kota Makassar," kata Awi. (Knu)

Baca Juga:

Dampak Pilkada di Tengah Pandemi Versi Guru Besar UI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dua Anggota DPRD DKI Jakarta Positif COVID-19
Indonesia
Dua Anggota DPRD DKI Jakarta Positif COVID-19

Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dinyatakan terpapar COVID-19.

Tempat Tidur Isolasi dan Ruang ICU COVID-19 di Jakarta Hampir Penuh
Indonesia
Tempat Tidur Isolasi dan Ruang ICU COVID-19 di Jakarta Hampir Penuh

Peningkatan kapasitas fasilitas ini pula diiringi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan

Ucapkan 'Kami Bersamamu Rizieq Shihab', Anggota TNI Ini Dijatuhi Sanksi
Indonesia
Ucapkan 'Kami Bersamamu Rizieq Shihab', Anggota TNI Ini Dijatuhi Sanksi

Video itu direkam saat perjalanan ke Bandara Soekarno Hatta

Keluarga Ungkap Penyebab Meninggalnya Saksi Penting Kasus Edhy Prabowo
Indonesia
Keluarga Ungkap Penyebab Meninggalnya Saksi Penting Kasus Edhy Prabowo

Perwakilan keluarga menjelaskan bahwa Deden meninggal pada Kamis (31/12) pukul 16.35 di Rumah Sakit Ciputra Tangerang setelah dirawat sejak 19 Desember 2020.

PBNU: Gus Sholah Gigih Perjuangkan Nilai Kemanusiaan
Indonesia
Satu Tersangka Kebakaran Kejagung Mangkir dari Pemeriksaan Polisi
Indonesia
Satu Tersangka Kebakaran Kejagung Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

Tersangka yang tidak hadir adalah Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH.

Djoko Tjandra Menangis saat Bersaksi untuk Pinangki
Indonesia
Djoko Tjandra Menangis saat Bersaksi untuk Pinangki

Djoko Tjandra tak kuasa menahan tangis saat dirinya menjelaskan soal hukuman dua tahun penjara dalam kasus hak tagih Bank Bali.

PSBB Resmi Diterapkan, Anies Pastikan Ojol Dilarang Angkut Penumpang
Indonesia
PSBB Resmi Diterapkan, Anies Pastikan Ojol Dilarang Angkut Penumpang

Pergub PSBB berisikan sebanyak 28 pasal. Mulai Jumat (10/4) kendaraan hanya boleh angkut penumpang 50 persen jumlah kapasitas

Curah Hujan Tinggi, 1.091 Warga Jakarta Mengungsi
Indonesia
Curah Hujan Tinggi, 1.091 Warga Jakarta Mengungsi

BPBD mencatat, ada lima kecamatan di Jakarta yang terendam banjir

Pemilu Berkualitas, Masyarakat Sipil Harus Kawal Demokrasi
Indonesia
Pemilu Berkualitas, Masyarakat Sipil Harus Kawal Demokrasi

Kondisi demokrasi belum tentu sepenuhnya terus membaik, mungkin saja ada kemungkinan demokrasi mengalami penurunan.