Pilkada Saat COVID-19 Untungkan Oligarki Politik Hingga Petahana Ilustrasi satu TPS di Sulawesi Tengah. KPU di Sulawesi Tengah tidak menambah TPS karena rata-rata jumlah pemilih di setiap TPS kurang dari 500 pemilih pada Pilkada 2020. (Foto: ANTARA)

Merahputih.com - Pengamat politik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona menilai pelaksanaan pilkada 2020 yang berlangsung ditengah pandemi COVID-19 akan menguntungkan oligarki politik.

"Menurut saya, pilkada di tengah pandemi ini akan sangat menguntungkan oligarki politik, juga petahana dan calon-calon baru yang punya kekuatan uang dan logistik," kata Mikhael Raja Muda Bataona dikutip Antara, Selasa (23/6).

Baca Juga:

KPK Telisik Dugaan Pembelian Makam San Diego Hills untuk Nurhadi dan Istri

Hal itu dikatakan berkaitan dengan pelaksanaan pilkada 2020, dan siapakah yang lebih diuntungkan jika kampanye dilakukan secara online.

Bagi partai politik yang selama ini sudah bekerja, termasuk di tengah pandemi COVID-19 tentu akan mudah.

Tetapi akan sulit bagi partai yang selama ini tidak punya simpati dan empati ke rakyat di tengah pandemi, kata pengajar Ilmu Komunikasi Politik dan Teori Kritis pada Fakultas Ilmu Sosial Politik Unwira itu.

Ilustrasi Pencoblosan
Ilustrasi Pencoblosan. (Foto: KPU)

Hanya saja, masalahnya adalah sulitnya materi kampanye menjangkau pemilih-pemilih yang tidak biasa bermedia sosial, tambah pengajar investigatif news dan jurnalisme konflik pada Fisip Unwira Kupang itu.

"Masalahnya juga adalah sulitnya materi kampanye menjangkau pemilih-pemilih yang tidak biasa bermedia sosial. Itu juga akan menjadi tantangan serius bagi partai dan calon yang diusung," beber dia.

Baca Juga:

Rakyat Pikirkan Pandemi, RUU HIP Dinilai Tidak Punya Urgensi

Sehingga, pilkada di tengah pandemi ini akan sangat menguntungkan oligarki politik, juga petahana dan calon-calon baru yang punya kekuatan uang dan logistik.

"Dengan singakatnya waktu kampanye serta sulitnya pengawasan akan menjadikan pilkada 2020 ini sedikit berbeda, di mana variabel logistik akan sangat berpengaruh di samping ketokohan calon dan elektabilitasnya," katanya menambahkan. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Percepat Vaksinasi, Walkot Surabaya Minta Sinergitas Ditingkatkan
Indonesia
Percepat Vaksinasi, Walkot Surabaya Minta Sinergitas Ditingkatkan

Eri Cahyadi juga meninjau warga yang donor darah dan donor plasma konvalesen di Grand City Surabaya.

Usut Kematian 6 Laskar FPI, Komnas HAM Dalami Rekaman CCTV Tol Cikampek
Indonesia
Usut Kematian 6 Laskar FPI, Komnas HAM Dalami Rekaman CCTV Tol Cikampek

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tengah mendalami rekaman CCTV di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50.

Anak Santoso MIT Tewas Setelah Bom di Badannya Meledak
Indonesia
Rasio Pajak Rendah Bikin Pembangunan Tidak Optimal
Indonesia
Rasio Pajak Rendah Bikin Pembangunan Tidak Optimal

"Seluruh upaya untuk bisa meningkatkan penerimaan negara dan menghasilkan tax ratio yang meningkat adalah tugas sangat penting,” ujar Sri Mulyani.

KPK Sita Dokumen dari Kantor Bupati Labuhan Batu Utara
Indonesia
KPK Sita Dokumen dari Kantor Bupati Labuhan Batu Utara

Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan suap dana perimbangan keuangan daerah.

Pengawasan Jalur Tikus Bakal Diperketat Cegah Pemudik Keluar Ibu Kota
Indonesia
Pengawasan Jalur Tikus Bakal Diperketat Cegah Pemudik Keluar Ibu Kota

Polda Metro Jaya bakal mendirikan pos pengamanan di jalur tikus.

Polisi Olah TKP Penemuan Mayat Perempuan Terbakar di Dalam Mobil
Indonesia
Polisi Olah TKP Penemuan Mayat Perempuan Terbakar di Dalam Mobil

Sosok mayat perempuan ditemukan di dalam mobil saat kondisi mobil Xenia AD 5126 EA terbakar habis, Selasa (20/10) malam pukul 22.00.

Bikin Aturan, Kemenhub Janji Libatkan Komunitas Sepeda
Indonesia
Bikin Aturan, Kemenhub Janji Libatkan Komunitas Sepeda

Beberapa aturan yang akan diatur di antaranya bersepeda saat malam hari diwajibkan melengkapi spotlight, penggunaan helm.

Dokter Meninggal akibat COVID Semakin Meningkat
Indonesia
Dokter Meninggal akibat COVID Semakin Meningkat

Setidaknya empat dokter gugur karena COVID-19 dalam waktu satu pekan ini.

Santri dari Ponpes di Banten Keciduk Bawa Celurit, Diduga Ingin Ikut Aksi Bebaskan Rizieq
Indonesia