Pilkada di Masa Pandemi, Publik Merasa Was-Was Siti Zuhro, peneliti LIPI. (MP/Fadhli)

Merahputih.com - Peneliti senior LIPI Prof Siti Zuhro mengkhawatirkan pilkada yang dipaksakan digelar di tengah pandemi akan memengaruhi kualitas pesta demokrasi tersebut.

"Benarkah pilkada di era pandemi akan berkualitas? Atau jadi sekadar penanda pergantian kekuasaan di daerah saja?," ujar Waketum DN Pergerakan Indonesia Maju itu saat webinar Sarasehan Kebangsaan #33, Kamis (24/9).

Baca Juga:

Pilkada Tangsel Memanas, Baliho Muhamad-Rahayu Saraswati Dirusak

Siti mengingatkan bahwa publik mulai sanksi terhadap relevansi dan signifikansi pilkada yang dilaksanakan di tengah makin ganasnya COVID-19 meski pemerintah menjamin dilaksanakannya protokol kesehatan.

"Meskipun ada pernyataan secara terbuka dari pihak penyelenggara, pemerintah, bahwa pilkada dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan sesuai yang disyaratkan Kementerian Kesehatan, publik tetap merasa was-was," katanya.

Ilustrasi Pilkada 2020. (ANTARA/Naufal)

Apalagi, dua ormas besar, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, lembaga negara yakni DPD RI, aktivis pemilu, dan akademisi telah menyuarakan penundaan pilkada.

Webinar dengan tema "Pilkada di tengah Corona, Mengapa Harus Ditunda?" yang diprakarsai oleh DN Pergerakan Indonesia Maju itu menghadirkan sejumlah pembicara.

Antara lain, Ketua PBNU Eman Suryaman, Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, dan pakar otonomi daerah Prof Djohermansyah Djohan.

Baca Juga:

Fahri Hamzah Nilai Pemerintah Bisa Kehilangan Legitimasi di Mata Rakyat Jika Pilkada Ditunda

Ketua PBNU Emas Suryaman, sebagaimana dikutip Antara, menyebut sudah selayaknya pemerintah memprioritaskan untuk menuntaskan krisis kesehatan terlebih dahulu melihat tingginya kasus COVID-19 di Indonesia,

"Maka PBNU memberikan usulan, baik kepada pemerintah, kepada KPU atau DPR di tengah COVID-19 yang begitu gencarnya, begitu mengkhawatirkannya, maka pilkada ini perlu ditinjau kembali," katanya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wali Kota Solo Klaim PPKM Mampu Tekan Penyebaran COVID-19
Indonesia
Wali Kota Solo Klaim PPKM Mampu Tekan Penyebaran COVID-19

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyangkal pernyataan Presiden Jokowi tersebut. Ia menyebut PPKM di Solo sudah berjalan sesuai harapan dan mampu menekan angka kasus COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Mahasiswa Demo Turunkan Jokowi saat Pandemi Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mahasiswa Demo Turunkan Jokowi saat Pandemi Corona

Akun Marta Cpr Sikumbang (fb.com/idamarimar.idamarimar) membagikan video dari kanal Youtube Suara Mambruk .

Pasien COVID-19 Sembuh Bertambah Jadi 244 Ribu
Indonesia
Pasien COVID-19 Sembuh Bertambah Jadi 244 Ribu

Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh terus bertambah.

Kembali Dibuka, Bioskop di Tiongkok Raup Pendapatan Rp2 Triliun
Dunia
Kembali Dibuka, Bioskop di Tiongkok Raup Pendapatan Rp2 Triliun

Sejumlah pengelola gedung bioskop di berbagai wilayah Tiongkok panen.

Djoko Santoso Wafat, TNI Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Indonesia
Djoko Santoso Wafat, TNI Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Jenazah Almarhum akan diberangkatkan dari rumah duka pukul 13.00 WIB menuju pemakaman Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat

Janji Wali Kota Terpilih Surabaya Pada Milad NU
Indonesia
Janji Wali Kota Terpilih Surabaya Pada Milad NU

pengembangan SDM juga harus diperhatikan, apalagi ke depan masih ada dalam tantangan pembelajaran di masa pandemi COVID-19.

Kudeta Militer Ancam Kehidupan 600 Ribu Warga Rohingnya di Myanmar
Indonesia
Kudeta Militer Ancam Kehidupan 600 Ribu Warga Rohingnya di Myanmar

Kudeta militer yang sedang terjadi di Myanmar mengancam kehidupan 600 ribu warga Rohingnya yang masih tinggal di negara tersebut.

DPRD DKI Pastikan Reklamasi Ancol Masuk Perda RDTR
Indonesia
DPRD DKI Pastikan Reklamasi Ancol Masuk Perda RDTR

"Nanti diatur juga (RDTR reklamasi Ancol). Misal Ancol Timur, kan udah jadi barangnya, gundukannya udah jadi," terang Wakil Ketua DPRD Fraksi Gerindra, M. Taufik

KCI Ungkap Alasan Belum Beli Kereta dari INKA
Indonesia
KCI Ungkap Alasan Belum Beli Kereta dari INKA

Saridal menjelaskan KCI pernah menggunakan 10 trainset yang masing-masing terdiri atas empat gerbong dari BUMN tersebut.