Pilih Parfum, Sesuaikan dengan Karakter Kamu Parfum melambangkan karakter pemakainya. (Foto: Pixabay/sponchia)

WEWANGIAN yang dipilih oleh orang sebenarnya tidak boleh sembarangan. Keharuman yang terpancar dari produk wewangian harus mencerminkan karakter kamu.

Sarah McCartney dari 4160 Tuesday pada fashionbeans mengatakan bahwa pria kebanyakan memilih parfum sesuai dengan tingkat kenyamanan dirinya.

"Biasanya pilihannya berdasarkan kepribadian dirinya dan juga pengalaman hidupnya," ungkap McCartney.

Sedangkan menurut James Craven dari komunitas perfumery tertua di dunia, Fragrance Archivist Les Senteurs, London, menyebutkan bahwa bau atau wewangian langsung terdeteksi oleh otak. Ini memotong jalur rasional di dalam kepala.

"Pemilihan parfum pasti berdasarkan sisi emosionalnya," ungkap James Craven.

McCartney menambahkan seseorang memilih parfum berdasarkan aktivitas dan kedekatannya pada sesuatu. Seperti misalnya seseorang memilih keharuman pantai, dipastikan orang itu suka berenang di laut.

"Biasanya orang akan mencari sesuatu yang sudah ia kenal dan membuatnya nyaman," jelas Mccartney.

Makanya parfum lebih mengarahkan pada image yang hendak dibangun, bukan berdasarkan keharumannya semata.

Sedangkan Craven mengungkapkan bahwa kecenderungan pria memilih parfum yang sebenarnya bukan menjadi kepribadiannya. Cenderung untuk memilih parfum yang menggambarkan kepribadian yang mereka inginkan, bukan yang mereka miliki. Makanya ketika ada tren parum tertentu, pria, juga wanita, cenderung untuk membelinya, meskipun itu bukan kepribadiannya.

Roja Dove malah menegaskan bahwa parfum dan wewangian tertentu adalah kekhasan orang itu, seperti tanda tangan.

Tingkatan percaya diri pun dapat diketahui dari pemakaian parfumnya, demikian menurut McCartney. Semakin banyak seseorang memakai parfum, semakin rendah rasa percaya dirinya. Sedangkan pria yang percaya diri, memakai parfum sekedarnya saja.

"Pria seperti itu justru menarik orang untuk mendekat dan menghirup keharuman parfumnya," jelas Mccartney, "Tapi parfum bukan untuk menutupi kepribadian seseorang justru menguatkan kepribadiaan itu."

Berikut wewangian yang menjadi dasar pilihan parfum.


Citrus

citrus
Citrus, menyegarkan. (Foto: Pexels/Pixabay)


Citrus biasanya banyak dijadikan pilihan oleh pria. Keharuman menyegarkan ini memang mengungkapkan tentang kebersihan, tegas dan enerjik. McCartney mengungkapkan biasanya orang yang memilih wewangian ini adalah yang menyukai olahraga atau sporty. Keharuman citrus merupakan keseimbangan antara kesegaran dan adem.

Gourmand

gourmand
Wewangian kopi jadi pilihan keharuman perfum. (Foto: Pexels/Pixabay)


Biasanya keharuman ini berasal dari makanan seperti coklat, vanila, kayu manis dan kopi. Keharuman seperti itu menjadi tren dalam tahun-tahun belakangan ini. Menurut Craven pemakai keharuman ini cenderung menampilkan sisi sensualitasnya.

"Pria penyuka keharuman ini biasanya hedonistik dan petualang di dunia seks dengan pikiran yang selalu ingin mencari tahu," jelas Craven yang menyebutkan vanila adalah yang paling populer.

Wood

kayu
Wewangian kayu populer di kalangan pria. (Foto: Pexels/Lum3n.com)


Keharuman kayu-kayuan sangat populer di kalangan pria. Keharuman ini menyiratkan pribadi teguh, dapat diandalkan dan maskulin.

Menurut Craven keharuman ini biasanya menjadi pilihan bagi pria yang sudah berkeluarga dan mapan.

"Meskipun sebenarnya pria lajang dalam artian belum terikat dalam lembaga pernikahan memfavoritkan keharuman kayu-kayuan juga. Sebab keharuman ini sangat populer di kalangan pria, bahkan sangat mampu memberikan kesan maskulin yang mendalam," jelas Craven.

Marine

marine
Keharuman marine pilihan pria. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Wewangian ini menggambarkan pantai yang penuh dengan kedamaian dan air laut yang sejuk. Biasanya penyuka keharuman ini adalah pribadi yang sederhana, rendah hati, tidak menyukai keruwetan dan tidak rumit.

“Keharuman yang sederhana yang sudah ada sejak tahun 1990-an dan masih populer hingga kini. Inspirasi dari kemurnian," ungkap Craven.

Oriental

oriental
Pemakai keharuman oriental pria hedonis. (Foto: Pixabay/naidokdin)


Keharuman yang penuh dengan aroma rempah-rempah, vanila manis dan damar. Campuran antara eksotis dan sensual menghasilkan hedonistik.

“Pria yang memakai keharuman ini adalah orang terakhir yang keluar dari pesta. Ia memiliki tahapan-tahapan yang harus dilewati, dari awal sampai penutup," jelas McCartney.

Floral

floral
Parfum floral jadi pilihan pria meskipun tidak populer. (Foto: Pexels/Mareefe)


Biasanya pria yang mencintai keharuman bunga ini sewarna dengan pria penyuka gourmand. Pria menyukai petualangan, adalah mereka yang suka bertualang, selalu gelisah, pecinta seni dan bijak.

"Mereka juga merupakan pejuang cinta dengan sensasi berbeda," kata Craven.

Craven menambahkan keharuman bunga sudah ada sejak zaman dahulu, terutama dalam budaya Arab. Kemudian menjadi demikian menarik ketika dicampurkan dengan keharuman kulit, kayu atau tembakau.

Oud

timur tengah
Keharuman oud adalah keharuman sukses. (Foto: Pixabay/Engin_Akyurt)


Keharuman ini murni berasal dari Timur Tengah yang sangat harum, hangat dan smoky. Menurut Roja Doven keharuman oud tak perlu digeber habis-habisan, sebab oud sudah merebak dengan sendirinya. Oud menggambarkan sukses dan kekuatan pemakainya.

Sport

bola
Keharuman sport berbau rempah. (Foto: Pixabay/jarmoluk)


Keharuman sport ini biasanya berbau rempah dan terkesan menggembirakan. Didesain untuk memancing adrenalin keluar dan bergerak naik. Kesan yang didapat dari keharuman ini adalah aktif, bergerak naik dan pekerja keras. Menurut Liam Moore dari majalah ODOU, parfum ini memang tidak menampilkan sisi kekuatan namun memberikan kesan kuat pemakainya. Karena merupakan formulasi antara citrus/hgingery di bagian atasnya, kemudian di tengahnya terkesan wewangian herbal dan kayu dan di dasar adalah musk atau amber. Tapi bukan jenis parfum untuk menggaet perempuan.

Boutique

perfume
Parfum dari butik lebih eksklusif. (Foto: Pexels/Tookapic)


Bila kamu ingin sesuatu yang tidak biasa dan bukan produk massal, maka carilah keharuman yang dirilis oleh butik tertentu, yang tidak membuat produk parfum dalam jumlah besar. Biasanya memiliki keharuman yang agak berbeda dengan yang produk massal. Pria yang cenderung memilih produk seperti itu adalah pria yang sangat bangga dengan diri dan kehormatan. Ia adalah orang yang antimainstream dan orang harus tahu keberadaannya. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH