Pilih Direksi BUMN Berdasarkan Kebutuhan, Erick Thohir: Ini yang Kita Coba 'Balance' Menteri BUMN Erick Thohir saat menyampaikan sambutan dalam peringatan HUT Ke-22 Kementerian BUMN secara virtual. ANTARA/Dokumentasi Kementerian BUMN/pri.

Merahputih.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan bahwa pemilihan direksi perusahaan negara berdasarkan kebutuhan.

"Setiap pemilihan direksi ada alasannya. Di masing-masing perusahaan ada ahlinya untuk industrinya. Ada ahli untuk keuangan, ada ahli untuk isu sosial. Ini yang kita coba 'balance'," ujar Erick di Jakarta, Jumat (12/6).

Baca Juga

Penderita COVID-19 Terus Meningkat, PSBB di Jakarta Layak Diperpanjang

Dengan begitu, setiap kendala yang ditemukan dalam aktivitas bisnis BUMN dapat diminimalisir. "Misal isu di pertambangan, ada konflik tanah, perizinan yang tumpang tindih, ada juga isu sosial dengan masyarakat. Ada figur yang ahli. SDA itu kekayaan negara, harus kita lindungi," jelas dia.

Erick menambahkan dalam pemilihan direksi, pihaknya juga berkonsultasi dengan kementerian terkait yang membidangi sektor bisnis BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aa/pri.
Menteri BUMN Erick Thohir. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aa/pri.

Misalnya, dalam menentukan direksi BUMN Karya dirinya berkonsultasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono. "Kita libatkan juga menteri terkait bantu saya cek kerjaannya, benar atau tidak. Di perbankan konsultasi dengan Menteri Keuangan," ucapnya.

Selain itu, penunjukan direksi BUMN juga berdasarkan persepsi publik, baik pihak swasta, desa hingga perguruan tinggi. "Saya punya jaringan, saya juga dapat masukan-masukan yang lebih luas. Saya yakin pemilihan direksi BUMN diterima pasar," jelas dia.

Di Kementerian BUMN, Erick juga menunjuk beberapa figur dari berbagai disiplin ilmu agar setiap pekerjaan dapat terlaksana dengan baik. "Di Kementerian BUMN, 'background' saya entrepurenuer, dua Wakil Menteri saya dari perbankan. Deputi saya ada background hukum, keuangan, dan human capital dari BUMN," ucapnya.

Baca Juga

RSKD Duren Sawit Rawat 82 Pasien Positif Corona

Dalam kesempatan itu, sebagaimana dikutip Antara, Erick juga mengatakan bahwa pihaknya sedang mempelajari untuk memperbesar porsi "talent pool" sumber daya manusia di BUMN. "Selama ini 'talent pool' hanya 10 persen untuk bisa rekrut dari luar. Saya ingin merubah menjadi 30 persen dari luar. Supaya seru, ada persaingan sehat," tutup dia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Warga yang Nekat Sahur on The Road Bantuan Sosial Terancam Dicabut
Indonesia
Warga yang Nekat Sahur on The Road Bantuan Sosial Terancam Dicabut

Ia pun tak memungkiri adanya kegiatan SOTR yang kerap berujung tindakan anarkis dan tawuran.

Tim Basarnas Sisir Titik Duga Jatuhnya Sriwijaya Air
Indonesia
Tim Basarnas Sisir Titik Duga Jatuhnya Sriwijaya Air

Sejumlah nelayan melihat ada benda jatuh di laut sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki

JIC dan Pengusaha Peduli NKRI Berikan 42 Ribu Paket Sembako ke Pengemudi Ojol
Indonesia
JIC dan Pengusaha Peduli NKRI Berikan 42 Ribu Paket Sembako ke Pengemudi Ojol

Kaesang Pengarep mengatakan bahwa pemberian sembako ini memang sengaja menyasar pengemudi ojek online.

Polri Siap Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Idul Adha
Indonesia
Polri Siap Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Idul Adha

Rudy mengatakan pengecekan jalur dilakukan karena Jumat tanggal 31 Juli merupakan Hari Raya Idul Adha sehingga akan ada tiga hari libur yakni Jumat, Sabtu dan Minggu.

Ferdinand Demokrat: Harun Masiku, Apa Kamu Enggak Kangen dengan Hasto?
Indonesia
Ferdinand Demokrat: Harun Masiku, Apa Kamu Enggak Kangen dengan Hasto?

Misteri keberadaan Harun Masiku ini kembali disinggung oleh Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat Corona, DPR Minta Ada Tindakan Hukum
Indonesia
Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat Corona, DPR Minta Ada Tindakan Hukum

"Jika nyata-nyata merugikan kepentingan umum, harus ada tindakan hukum yang tegas. Saya kira banyak klausul hukum yang bisa diterapkan terkait hal itu," kata dia.

Euforia Berlebihan Pemenang Pilkada Serentak Picu Gangguan Keamanan
Indonesia
Euforia Berlebihan Pemenang Pilkada Serentak Picu Gangguan Keamanan

Sebab, euforia yang berlebihan bisa menimbulkan gangguan keamanan. Apalagi, saat ini sedang dalam keadaan Pandemi COVID-19.

Melihat Sinyal-Sinyal Jokowi Depak Pembantunya
Indonesia
Melihat Sinyal-Sinyal Jokowi Depak Pembantunya

Presiden Jokowi melontarkan ancaman reshuffle di hadapan para menterinya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara.

 KPU Akan Libatkan Gugus Tugas COVID-19 dan Kemenkes Dalam Pilkada 2020
Indonesia
KPU Akan Libatkan Gugus Tugas COVID-19 dan Kemenkes Dalam Pilkada 2020

Viryan mengatakan, pelibatan Gugus Tugas COVID- 19 dan Kemenkes ini dilakukan di seluruh Indonesia. Tujuannya mengedepankan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Pilkada ditengah pandemi COVID-19.

Viral Penumpang KRL Lemas di Kalibata Dikira Corona, Ini Penjelasan PT KCI
Indonesia
Viral Penumpang KRL Lemas di Kalibata Dikira Corona, Ini Penjelasan PT KCI

Petugas pengamanan yang berada di Peron 1 Stasiun Duren Kalibata langsung membawa tandu