Pilgub Jabar Lebih Kompleks Dibanding Pilpres Korsel, Ini Alasannya Pekerja melakukan renovasi diorama pemilu di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/10). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Merahputih.com - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 27 Juni mendatang ternyata lebih kompleks dibanding Pemilihan Presiden di Korea Selatan. Setidaknya hal itu terlihat dari jumlah TPS sekitar 4.000 di Korsel dan sekitar 75 ribu pada pilgub Jabar.

Kompleksitas permasalahan tersebut antara lain karena wilayah yang relatif luas dan jumlah penduduk yang sangat banyak. Dalam perspektif politik, pilgub Jabar bisa menjadi investasi politik.

Pengalaman membuktikan, siapa yang menguasai Jawa Barat, maka ia akan menjadi pemenang di tingkat nasional. Misalnya, parpol pemenang di Jawa Barat tahun 1999, 2004, 2009, dan 2014 otomatis menjadi partai pemenang tingkat nasional.

Hal itu dikemukakan Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat pada acara peresmian dan pembekalan agen sosialisasi KPU Provinsi dan KPUD Kabupaten/Kota pada Pilgub Jabar 2018 di Hotel Trans Luxury, Bandung.

"Wajar jika Provinsi Jawa Barat menjadi tempat kompetisi yang paling sengit. Wajar pula jika para pengamat menyebut Jawa Barat rawan konflik," ujarnya.

Oleh karena itu, jika penyelenggara pemilu tidak profesional, bukan tidak mungkin prediksi itu akan terjadi.

"Itu pula sebabnya penyelenggara pemilu harus berusaha sekuat-kuatnya dan bekerja sekeras-kerasnya agar pilgub berjalan baik dan menghasilkan pemimpin yang memiliki kualifikasi mempimpin lima tahun kedepan," sebutnya.

Namun, KPU tidak bisa melaksanakan sendiri tugas itu. KPU perlu merekrut agen sosialisasi sebagai kepanjangan tangan KPU.

"Sebelumnya kami telah melakukan serangan udara atau penyebarluasan informasi melalui media massa. Namun itu saja tidak cukup karena harus ada komunikasi atau penyebarluasan informasi tatap muka atau serangan darat, yang secara teknis dilakukan agen sosialisasi," ungkap Yayat.

Meski begitu, ia tetap meyakini 75 persen warga Jawa Barat sudah mengetahui Pilgub, yang tentunya harus ditindaklanjuti agen sosialisasi agar 77 persen partisipasi pemilih sesuai target KPU RI bisa direalisasikan.

Tugas-tugas agen sosialisasi, menurutnya, antara lain memberi pemahaman kepada masyarakat terkait tahapan pilgub dan pemungutan suara.

Tampil sebagai narasumber Khoirun Naim, Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat dan Diah Fatimah Zuraida, akademisi bidang komunikasi dari Unpad. Komisioner KPU Jabar, Nina Yuningsih berperan sebagai moderator.

Berita ini merupakan laporan dari Yugi Prasetyo, kontributor merahputih.com untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Cerita Sedih Korban Biro Umrah SBL, dari Janji-janji hingga Pinjam Sana-sini

Kredit : yugi

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH