Pikir-Pikir Lagi Sebelum Berniat Suntik Silikon Waspadai efek samping tindakan suntik silikon (Foto: telegraph.co.uk)

SEBAGIAN besar perempuan ingin memiliki penampilan yang menarik dan cantik. Beragam cara dilakukan untuk merawat tubuh dari ujung kepala hingga kaki. Paling utamanya adalah bagian wajah. Memberikan rasa percaya diri lebih saat bepergian dengan kondisi wajah yang cerah dan sedap dipandang. Namun, metode yang digunakan bisa saja berbahaya. Seperti suntik silikon pada beberapa titik bagian wajah.

Dilansir dari laman alodokter, terdapat efek samping yang bisa muncul saat menggunakan suntik silikon. Selain merusak wajah, organ dalam tubuh bisa terancam rusak. Bahkan, bisa berpotensi terkena stroke. Berikut ini penjelasannya.

Baca juga:

Awas 4 Benda Ini Bikin Kulit Wajah Rusak, Salah Satunya Ponsel

1. Stroke

serangan stroke
Berisiko terserang stroke akibat penyumbatan pembuluh darah di otak (Foto: association of migraine disorders)

Sebelum memutuskan pilihan perawatan wajah, pastikan keamanan kulit terjamin. Bila salah bertindak, suntik silikon bisa menyumbat aliran darah. Akibatnya aliran darah menuju otak terganggu dan berujung pada serangan stroke.

Mulanya, silikon dapat berpindah-pindah dari satu bagian ke bagian tubuh lainnya. Suntik silikon biasanya dilakukan pada area yang memiliki banyak pembuluh darah. Di antaranya bagian wajah dan bokong. Untuk itu, tanyakan kemungkinan yang ditimbulkan jika proses penyuntikkan berujung pada penyumbatan.

2. Granuloma

granuloma kerusakan jaringan kulit
Terjadi kerusakan pada jaringan kulit (Foto: healthline)

Tak hanya stroke, suntik silikon juga bisa menimbulkan peradangan pada beberapa jaringan tubuh. Reaksi dari suntik silikon membuat jaringan tubuh rusak dan mengeras (membeku).

Secara medis, kondisi seperti ini dinamakan granuloma. Keadaan yang memunculkan gejala-gejala, seperti adanya benjolan yang keras, terasa nyeri, dan kerusakan jaringan di lokasi tubuh yang disuntikkan.

Baca juga:

Ini Mengapa Perawatan Wajah Malam Hari Sangat Penting

3. Reaksi Kulit

reaksi kulit
Bisa menimbulkan reaksi kulit, salah satunya timbul ruam kemerahan (Foto: hyperhidrosiscumc.com)

Paling umum terjadi, kemunculan reaksi kulit pada bagian yang disuntikkan. Ditandai memar atau warna kebiruan di kulit. Mulanya ingin menghilangkan kerutan wajah atau mempercantik diri, suntik silikon bisa berbalik jadi membahayakan kulit. Ketahui jenis dan kondisi kulitmu.

Tiap orang bisa mengalami reaksi yang berbeda-beda. Biasanya, reaksi kulit akibat suntik silikon diakibatkan alergi. Diawali tanda wajah kemerahan, pembengkakan, nyeri, gatal, dan timbul benjolan.

4. Potensi infeksi HIV dan Hepatitis

infeksi hiv dan hepatitis
Jarum suntik yang tidak steril bisa menularkan HIV, hepatitis B dan hepatitis C (Foto: pexels/pixabay)

Ketahui bahwa suntik silikon bisa menimbulkan emboli paru, di mana pembuluh darah paru-paru tersumbat. Risiko lainnya, suntik silikon bisa menimbulkan kerusakan permanen, terinfeksi HIV, hepatitis B, hepatitis C hingga kematian. Banyak penyebabnya.

Mulai dari ketidakakuratan lokasi penyuntikan, masalah kebersihan hingga ketidakpedulian dokter pada keamanan dan keselamatan pasien. Banyak ditemukan kasus jarum suntik tak steril, bahkan berganti-gantian. Jarum suntik jadi alat medis yang memiliki peran penting. Jika tak steril, jarum suntik yang dipakai berulang bisa menularkan HIV/AIDS, hepatitis B, dan hepatitis C. Adanya pencampuran darah dari satu pasien dengan pasien lainnya.

Padahal, kebersihan alat medis sangat memengaruhi kesehatan pasiennya. Bakteri dan kuman pada jarum suntik tak terlihat kasat mata. Bila pihak medis mencurigakan, sebaiknya membatalkan tindakan suntik silikon. Perhatikan biaya perawatannya. Umumnya, biaya disesuaikan dengan kualitas. Jangan lakukan suntik silikon tanpa supervisi dokter. (Dys)

Baca juga:

Selamat Tinggal Skincare, Ini 6 Rahasia untuk Dapatkan Wajah Cantik Tanpa Produk Kecantikan



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH