Pidato Visi Misi Jokowi dan Prabowo Langgar Aturan Kampanye? Presiden Jokowi (@sekretariat.kabinet)

MerahPutih.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyatakan akan menelisik dugaan pelanggaran kampanye dalam pidato visi-misi kedua capres, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto yang ditayangkan di sejumlah telivisi nasional dalam dua hari terakhir ini.

Bawaslu memastikan akan membahasnya bersama tim gugus tugas pemilu lainnya yang terdiri dari KPU RI, Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers. "Kami akan bertemu gugus tugas pemilu Rabu (16/10 besok," kata Komisioner Bawaslu RI Fritz Edward Siregar dihubungi wartawan, di Jakarta, Selasa (15/1).

Prabowo Subianto di Ambon, Maluku (Tim Media Prabowo-Sandi)

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan pidato bertajuk visi Presiden di sejumlah stasiun televisi swasta. Sementara Prabowo menyampaikan pidato kebangsaan yang berisi visi-misinya sebagai capres yang juga disiarkan televisi swasta. Dikutip Antara, visi-misi adalah bagian dari kampanye. Adapun, berdasarkan aturan, kampanye di media massa baru diperbolehkan 29 Maret-13 April 2019.

Fritz mengatakan pihaknya selaku pengawas pemilu secara mandiri juga membuat kajian sendiri terhadap pidato yang dilakukan dua pasangan capres itu, apakah tidak melanggar, atau justru melanggar administrasi maupun pidana.

bawaslu
Kantor Bawaslu

Menurut Fritz, jika terdapat pelanggaran administrasi dalam pidato itu, maka sanksi yang diterapkan hanya merupakan sanksi teguran, dan tidak akan berdampak kepada pencalonan. "Pelanggaran admistrasi bisa terhadap si paslonnya, atau tim kampanye atau juga dugaan pelanggaran pidana si pemilik televisi," tandas Fritz. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH