Pidato Lengkap Jengkelnya Jokowi Pada Menteri Saat Rapat Kabinet Jokowi pidato (Foto: Istana Presiden).

MerahPutih.com - Istana Presiden menyeluarkan vidio saat Presiden Joko Widodo membuka rapat kabinet pada 18 Juni 2020. Dalam rapat tersebut, Jokowi meluapkan kekesalannya, karena para pembantunya tidak punya perasaan krisis. Bahkan, bekerja biasa-biasa saja.

Jokowi menyentil gerak lamban para menterinya tersebut. Bahkan, Kementerian Kesehatan yang punya anggaran 75 triliun, baru membelanjakan uang hanya 1,35 persen. Termasuk juga bantuan sosial, presiden ingin 100 persen.

Jokowi pun memberi ancaman pada para pembantunya jika hanya bekerja biasa-biasa saja bakal didepak dari kabinet.

Berikut pidato lengkap Jokowi

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati bapak Wapres, para menko, para menteri. Yang saya hormati seluruh ketua dan pimpinan lembaga yang hadir yang tidak bisa saya sebut satu per satu.

Bapak ibu sekalian yang saya hormati, suasana dalam tiga bulan ke belakang ini dan ke depan, mestinya yang ada adalah suasana krisis. Kita juga mestinya semuanya yang hadir di sini sebagai pimpinan, sebagai penanggung jawab, kita yang berada di sini ini bertanggung jawab kepada 267 juta penduduk Indonesia. Ini tolong digaris bawahi, dan perasaan itu tolong kita sama. Ada sense of crisis yang sama.

Hati-hati, OECD (Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development) terakhir 1-2 hari lalu menyampaikan bahwa growth pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi 6, bisa sampai ke 7,6 persen. 6-7,6 Persen minusnya.

Baca Juga:

Erick Thohir: BUMN Dilarang Ambil Proyek Kecil

Bank Dunia menyampaikan bisa minus 5 persen. Perasaan ini harus sama. Kita harus ngerti ini. Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita.

Saya lihat masih banyak kita yang menganggap ini normal. Lha kalau saya lihat bapak ibu dan sudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali. Kerja masih biasa-biasa saja. Ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, extra ordinary.

Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya. Jadi, tindakan-tindakan kita, keputusan-keputusan kita, kebijakan-kebijakan kita, suasananya harus suasana krisis. Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja menganggap ini sebuah kenormalan. Apa-apaan ini?

Mestinya, suasana itu ada semuanya. Jangan memakai hal-hal yang standar pada suasana krisis. Manajemen krisis sudah berbeda semua mestinya. Kalau perlu kebijakan Perppu, ya Perppu saya keluarkan. Kalau perlu Perpres, ya Perpres saya keluarkan. Kalau sudah ada PMK, keluarkan. Untuk menangani negara tanggung jawab kita kepada 267 juta rakyat kita.

Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis.

Kedua, saya perlu ingatkan belanja-belanja di kementerian. Saya melihat laporan masih biasa biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya, karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat akan naik.

Jadi belanja kementerian tolong dipercepat. Sekali lagi jangan anggap ini biasa saja. Percepat kalau ada hambatan keluarkan peraturan menterinya agar cepat. Kalau perlu Perpres, saya keluarkan perpresnya untuk pemulihan ekonomi nasional.

Misalnya, saya beri contoh bidang kesehatan tuh dianggarkan Rp75 triliun, baru keluar 1,35 persen coba. Uang beredar di masyarakat ke-rem ke situ semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan tepat sasaran sehingga men-trigger ekonomi.

Pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialis, tenaga medis segera keluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan segera keluarkan. Ini sudah disediakan Rp 75 triliun seperti itu.

Bansos yang ditunggu masyarakat segera keluarkan. Kalau ada masalah lakukan tindakan-tindakan lapangan. Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extra ordinary. Harusnya 100 persen.

Di bidang ekonomi juga sama. Segera stimulus ekonomi bisa masuk ke usaha kecil, usaha mikro, mereka nunggu semuanya. Jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu, enggak ada artinya. Berbahaya sekali kalau perasaan kita seperti engga ada apa-apa. Berbahaya sekali.

Usaha mikro, usaha kecil, menengah, usaha gede, perbankan, semuanya yang berkaitan dengan ekonomi. Manufaktur, industri, terutama yang padat karya. Beri prioritas pada mereka supaya enggak ada PHK. Jangan sudah PHK gede-gedean duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita.

Hanya gara-gara urusan peraturan, urusan peraturan. Ini extra ordinary. Saya harus ngomong apa adanya enggak ada progres yang signifikan. Engga ada. Kalau mau minta Perppu lagi saya buatin Perppu kalau yang sudah ada belum cukup. Asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya.

Sekali lagi tolong ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru mengganggu. Sekali lagi, langkah-langkah extra ordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan akan saya buka. Langkah apapun yang extra ordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara.

Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah.

Artinya tindakan-tindakan yang extra ordinary keras akan saya lakukan. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan. Saya betul-betul minta pada bapak ibu dan saudara sekalian mengerti memahami apa yang tadi saya sampaikan.

Kerja keras, dalam suasana seperti ini sangat diperlukan. Kecepatan dalam suasana seperti ini sangat diperlukan. Tindakan-tindakan di luar standar saat ini sangat diperlukan dan manajemen krisis. Sekali lagi, kalau payung hukum masih diperlukan saya akan siapkan. Saya rasa itu.

Baca Juga:

7 Anak Buah John Kei Berstatus DPO

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anak Buah Anies Bantah Perombakan Jembatan Menteng Buntut Blusukan Risma
Indonesia
Anak Buah Anies Bantah Perombakan Jembatan Menteng Buntut Blusukan Risma

Pemerintah Kota Jakarta Pusat akan mengubah kolong jembatan di Kelurahan Pegangsaan Menteng menjadi taman.

Kantor Anies Baswedan Digeruduk Ratusan Buruh, Polisi Lakukan Penutupan Jalan
Indonesia
Kantor Anies Baswedan Digeruduk Ratusan Buruh, Polisi Lakukan Penutupan Jalan

Aksi yang dijaga 500 personel Polisi ini akan berlangsung sampai pukul 15.00 WIB

Menaker Butuh Waktu Sebelum Bantuan Rp600 Ribu Cair
Indonesia
Menaker Butuh Waktu Sebelum Bantuan Rp600 Ribu Cair

Semula bantuan subsidi dari pemerintah ini diperuntukkan bagi karyawan swasta yang bergaji di bawah Rp 5 juta

Influencer yang Sebar Hoaks Layak Ditutup Akun Media Sosialnya
Indonesia
Influencer yang Sebar Hoaks Layak Ditutup Akun Media Sosialnya

Tentu butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan ratusan, ribuan, atau ribuan dan jutaan pengikut aktif

Ini Wajah PNS Arogan yang Buang Surat Tilang Depan Muka Polisi
Indonesia
Ini Wajah PNS Arogan yang Buang Surat Tilang Depan Muka Polisi

PNS berinisial FTD ditilang karena menerobos jalur bus TransJakarta di Jalan Mayjen Sutoyo Jakarta Timur.

Pemprov DKI: 80.192 Orang Jalani Rapid Test, 3.056 Positif Corona
Indonesia
Pemprov DKI: 80.192 Orang Jalani Rapid Test, 3.056 Positif Corona

Angka itu menunjukan persentase positif COVID-19 di ibu kota sebesar 4 persen.

Pemerintah Diminta Segera Lakukan Penataan ke ASN Terdampak Pembubaran Lembaga
Indonesia
Pemerintah Diminta Segera Lakukan Penataan ke ASN Terdampak Pembubaran Lembaga

Hal itu, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2017

CCTV Gelap, Pelaku Pembunuhan Editor Metro TV Terancam Tak Terungkap
Indonesia
CCTV Gelap, Pelaku Pembunuhan Editor Metro TV Terancam Tak Terungkap

"Memang terkendala kan CCTV agak gelap pada saat ini kita blm dapat seperti apa," ujar dia

Kasus 'Obat' COVID Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Penyidikan
Indonesia
Kasus 'Obat' COVID Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Penyidikan

Naiknya status laporan ini ke penyidikan pasca penyidik melakukan gelar perkara.

Mobil Patroli Dihantam Kereta Api, 2 Polisi Tewas dan 1 TNI Hilang
Indonesia
Mobil Patroli Dihantam Kereta Api, 2 Polisi Tewas dan 1 TNI Hilang

Kereta Api (KA) Brantas jurusan Pasar Senen-Blitar menabrak mobil patroli Mitsubishi Strada milik Polsek Kalijambe, Kabupaten Sragen.