Piala Dunia U-20 di Solo, Ketum PSSI Soroti Kualitas Rumput dan Ruang Ganti Pemain Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan atau Iwan Bule di Kota Solo, Sabtu (8/2). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Ketua umum PSSI Mochammad Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule meninjau lima lapangan pendamping latihan tim Piala Dunia U-20 di Solo, Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (8-9/2). Kadatangan Ketum PSSI di Solo didampingi Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.

Peninjauan ini bagian dari persiapan Solo menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 dengan Stadion Manahan sebagai venue utama pertandingan. Sementara lima lapangan pendamping untuk latihan peserta Piala Dunia U-20, yakni yakni Stadion Sriwedari, Lapangan Kotabarat, Lapangan Banyuanyar, Lapangan Karangasem, dan Lapangan Sriwaru.

Baca Juga:

Waspadai Mafia Bola Berkeliaran Jelang Piala Dunia U-20 di Indonesia

"Kami ke Solo melihat kesiapan lapangan pendamping latihan pemain Piala Dunia U-20 dan Stadion Manahan sebagai tempat utama pertandingan," ujar Iwan kepada merahputih.com di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (8/2).

Iwan mengatakan, hari pertama di Solo meninjau Stadion Sriwedari, Lapangan Karangasem, Kotabarat, dan Sriwaru. Pada Minggu meninjau Lapangan Banyuanyar dan Stadion Manahan.

"Kami akan lalukan pengecekan semua lapangan pendamping. Saya temui Wali Kota Solo (Minggu). Setelah selesai saya ke Surabaya untuk melakukan hal sama melakukan pengecekan Stadion Bung Tomo dan lapangan pendamping," kata dia.

Ketua umum PSSI Iwan Bule dan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengecek kesiapan Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, sebagai lapangan pendamping Piala Dunia U-20, Sabtu (8/2). (MP/Ismail)
Ketua umum PSSI Iwan Bule dan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengecek kesiapan Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, sebagai lapangan pendamping Piala Dunia U-20, Sabtu (8/2). (MP/Ismail)

Ia menilai, Stadion Sriwedari sebagai lapangan pendamping tidak terlalu banyak dilalukan renovasi. Catatan utama Stadion Sriwedari adalah rumputnya harus diperbaiki, fasilitas ruang ganti pemain, kursi, dan kamar mandi.

"Tentunya ini (Stadion Sriwedari) merupakan stadion bersejarah. Kami akan sampaikan hasil inspeksi ini kepada FIFA," tutur dia.

Baca Juga:

Berikut Enam Stadion yang Digunakan untuk Piala Dunia U-20

Sementara di Lapangan Kotabarat, ia juga memberikan catatan berupa lebar lapangan kurang ideal, pagar penutup belum ada, rumput, kamar mandi, ruang ganti pemain, dan kamar mandi. Kelebihan Lapangan Kotabarat, kata dia, lokasinya dekat dengan hotel dan kemamanan bagus.

"Perbaikan Lapangan Kotabarat lebih banyak. Khusus perbaikan rumput semua lapangan pendamping harus bersandar internasional," kata dia

Ia menambahkan, anggaran perbaikan lima lapangan pendamping domainya ada di daerah dan Kementerian Perumahan Umum Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Perbaikan lapangan pendamping dimulai Maret mendatang.

"Perbaikan lapangan pendamping harus selesai Januari atau Februari. Kami serahkan proses lelang renovasi kepada pemerintah pusat," pungkasnya. (Ism)

Baca Juga:

Presiden Jokowi Minta PSSI Persiapkan Pelaksanaan Piala Dunia U-20


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH