PHK Massal Intai Indonesia, Cak Imin Dorong Pemerintah Atasi Gejolak Sosial

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 16 Januari 2023
PHK Massal Intai Indonesia, Cak Imin Dorong Pemerintah Atasi Gejolak Sosial
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar. ANTARA/HO-Setjen DPR RI

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendorong pemerintah mengambil kebijakan tepat dalam mengatasi ancaman munculnya gejolak sosial.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menyoroti masih tingginya angka pengangguran di Indonesia.

Baca Juga

Cak Imin Tanggapi Penghentian Liga 2 dan Liga 3

"Saat ini Indonesia berada dalam situasi mengkhawatirkan terkait masalah sosial. Ini menyusul ancaman gelombang PHK yang tengah mengintai rakyat Indonesia," ungkap Cak Imin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/1).

Untuk itu, Cak Imin meminta pemerintah perlu segera mengambil berbagai kebijakan terhadap ancaman PHK yang akan menambah jumlah pengangguran di Indonesia.

"Saat ini serapan angkatan kerja hanya berkisar 2,9 juta tenaga kerja, kondisi ini dapat terjadi dengan syarat kondisi perekonomian normal dan stabil," jelasnya.

Baca Juga

Kiai dan Ulama Diklaim Inginkan Cak Imin Jadi Capres atau Cawapres

Cak Imin menilai dengan tingginya angka pengangguran di Indonesia dirinya khawatirkan akan muncul bebagai permasalahan sosial di tengah-tengah masyarakat. Terutama meningkatnya ancaman kejahatan karena tekanan ekonomi.

"Masalah ekonomi itu sangat rentan terhadap meningkatkan jumlah kriminalitas. Ketika angka pengangguran itu, jelas itu sangat mengkhatirkan terhadap gejolak sosial," kata Cak Imin.

Sebagai informasi, diperkirakan per tahun 2022-2023, sebanyak 100 perusahaan di Jawa Barat akan melakukan PHK massal. Prediksi ini akan terus meningkat karena munculnya ancaman goncangan di sektor industri alas kaki, industri furnitur dan tekstil.

Salah satunya seperti yang tengah dialami PT Nikomas Gemilang. Produsen sepatu terbesar dan mengandalkan ekspor ke Amerika dan Eropa ini sedang mengalami penurunan pesanan hingga 50 persen.

Hal ini memicu kondisi perusahaan dan akan memberikan tawaran pengunduran diri terhadap 1.600 karyawannya. (Pon)

Baca Juga

Rekomendasi Ijtima Ulama Nusantara Jadi Pertimbangan Prabowo dan Cak Imin

#Muhaimin Iskandar #Partai Kebangkitan Bangsa
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Bagikan