PGRI Sebut Kesejahteraan Guru Masih Memprihatinkan Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)

MerahPutih.com - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyebutkan kesejahteraan guru masih banyak masalah terutama ada sekitar satu juta guru yang hidup di bawah kata sejahtera.

"Hingga saat ini, cita-cita PGRI belum terlaksana baik itu profesionalisme, kesejahteraan, dan perlindungan terhadap guru," kata Ketua Umum PGRI Unifah Rasyidi seperti yang dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (24/11).

Karena itu, pihaknya akan terus menyuarakan untuk kesejahteraan guru yang dinilai masih sangat memprihatinkan.

"Dari data Dapodik guru PNS dan yayasan ada sekitar 53,4 persen, sisanya guru honorer. Ini yang menjadi pekerjaan rumah bagi PGRI," katanya.

Disinggung mengenai upaya pemerintah, yang akan mengangkat sekitar 250.000 guru honorer menjadi CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), Unifah mengaku gembira jika hal itu bisa terlaksana.

"Kami berterima kasih pada pemerintah, karena dalam catatan kami, kita kekurangan satu juta guru," katanya.

Unifah meminta, agar mengutamakan para guru honorer yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi. PGRI juga meminta pemerintah untuk tidak mengambil data 'siluman', yang tiba-tiba muncul.

"Harus terbuka, diberi kesempatan kepada mereka yang sudah terdata dengan baik. Dengan begitu, kita ke depankan profesionalisme, kompetensi, dan di sisi lain kita menghargai para guru yang telah lama mengabdi," katanya.

Sedangkan untuk kualitas guru, PGRI juga mendorong adanya perubahan pola pikir para guru untuk terus belajar. Namun, tak hanya guru, tetapi juga pemangku kepentingan pusat dan daerah harus berubah.

"Pola pikirnya bagaimana cara melihat guru, tidak sebagai objek tapi perlindungan," katanya.

Menurut dia, sangat penting sekali adanya perlindungan di sekolah. Hal itu dikarenakan kekerasan bisa saja terjadi tidak hanya pada siswa namun juga guru. (*)


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH