Petugas PT KAI Amankan Belasan Remaja Yang Melempari Kereta di Sukoharjo PT KAI Daop 6 Yogyakarta dan polisi melakukan pembinaan terhadap belasan remaja melakukan pelemparan KA yang melintas, Kamis (7/4). (MP/Humas Daop 6 Yogyakarta)

MerahPutih.com - Petugas PT KAI Daop 6 Yogyakarta mengamankan sebanyak 14 remaja yang melakukan pelemparan pada kereta api saat melintas di wilayah antar Stasiun Purwosari Solo- Stasiun Gawok Sukoharjo.

Remaja tersebut telah diserahkan ke aparat kepolisian untuk diberikan pembinaan.

Baca Juga:

Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran Bisa Dipesan H-30

Manajer Humas KAI Daop 6, Supriyanto, kejadian pelemparan itu terjadi pada Senin (4/4) pagi. Kejadian tersebut sempat direkam petugas.

"Dalam video yang direkam petugas para remaja sedang berlarian di jalur kereta api untuk menghindari kejaran seorang petugas security stasiun," kata Supriyanto, Kamis (7/4).

Ia mengatakan semua remaja yang melakukan pelemparan kereta sudah diamankan serta diserahkan pada polisi. Hasil klarifikasi mereka berdalih iseng, tetapi kerap melakukan pelemparan.

"Apapun itu alasannya pelemparan kereta api bisa fatal untuk penumpang serta petugas. Ancaman hukumannya pun jelas diatur dalam undang-undang," katanya.

Ia mengatakan sebanyak 14 remaja SMP dan SMA yang melakukan pelemparan sudah dipanggil orang tuanya. Orang tua pelaku diminta bertanggungjawab atas perbuatan anaknya.

"Kami tekankan agar mereka tidak melakukan perbuatan tersebut karena membahayakan dan terancam hukuman pidana," ujar Supriyanto.

Gerbong Kereta Api. (Foto: PT KAI)
Gerbong Kereta Api. (Foto: PT KAI)

Supriyanto menegaskan hukuman pidana atas aksi pelemparan terhadap kereta api telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang Pasal 194 ayat 1.

Dimana barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Masih di pasal yang sama pada ayat 2, lanjut dia, dinyatakan bahwa jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

"Larangan pelemparan terhadap kereta api juga telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian," katanya.

Ia mengimbau pada warga untuk tidak melakukan pelemparan pada kereta api saat melintas. PT KAI tidak segan memproses pelaku pelemparan ke ranah hukum.

"Kami menghimbau agar tidak ada lagi pelemparan kereta. Setiap upaya perusakan sarana kereta api akan ditindak tegas melalui jalur hukum," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Syarat PCR dan Antigen Ditiadakan, Okupansi Penumpang Kereta Api Masih Landai

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bantu Warga Terdampak COVID-19, Warga Bandung Gotong Royong Siapkan Nasi Bungkus
Indonesia
Bantu Warga Terdampak COVID-19, Warga Bandung Gotong Royong Siapkan Nasi Bungkus

Pandemi COVID-19 terutama sangat memukul masyarakat menengah ke bawah. Laju penularan tinggi, sementara jalannya perekonomian terseok-seok dan nyaris lumpuh. Tidak sedikit orang yang mulai kesulitan mencari sesuap nasi

Seperti di Wuhan, Penularan Berhenti jika PPKM Darurat Berlaku Ketat
Indonesia
Seperti di Wuhan, Penularan Berhenti jika PPKM Darurat Berlaku Ketat

Kebijakan yang dijalankan harus ketat, termasuk PPKM Darurat yang digulirkan Presiden Joko Widodo.

Pangkas Waktu Karantina Hanya Tiga Hari, Satgas Klaim Dengarkan Masukan Ahli
Indonesia
Pangkas Waktu Karantina Hanya Tiga Hari, Satgas Klaim Dengarkan Masukan Ahli

Pelaku perjalanan juga wajib telah menerima vaksinasi COVID-19 minimal 14 hari pasca penyuntikan

Jokowi Soroti Sikap Myanmar dalam KTT ASEAN
Indonesia
Jokowi Soroti Sikap Myanmar dalam KTT ASEAN

Presiden Joko Widodo menyoroti sikap Myanmar pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-38 dan ke-39 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Pemerintah Diminta Kurangi Anggaran Infrastruktur, Fokus Tangani COVID-19
Indonesia
Pemerintah Diminta Kurangi Anggaran Infrastruktur, Fokus Tangani COVID-19

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti meminta pemerintah mengurangi atau menunda anggaran untuk infrastruktur.

Pasien Sembuh COVID-19 Terus Bertambah Kini Mencapai 2.9 Juta Orang
Indonesia
Pasien Sembuh COVID-19 Terus Bertambah Kini Mencapai 2.9 Juta Orang

Sementara itu, angka kesembuhan bertambah 39.726 sehingga total yang sembuh menjadi 2.947.646. Angka kesembuhan ini belum memecahkan rekor kesembuhan yang terjadi pada Selasa (27/7) lalu sebanyak 47.128 orang.

Jokowi Minta BMKG Keluarkan Peringatan Dini Lebih Cepat dan Akurat
Indonesia
Jokowi Minta BMKG Keluarkan Peringatan Dini Lebih Cepat dan Akurat

Presiden mendorong BMKG untuk terus memberikan layanan yang disertai inovasi-inovasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru.

DPR Minta Calon Anggota DK OJK Komitmen Berpihak kepada Nasabah
Indonesia
DPR Minta Calon Anggota DK OJK Komitmen Berpihak kepada Nasabah

Komisi XI DPR RI melakukan fit and proper test pada 8 orang calon anggota Dewan Komisioner OJK pada Rabu (6/4) dan dilanjutkan hari Kamis (7/4) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dua Transjakarta Kembali Kecelakaan, Salah Satunya Gegara Ditinggal Buang Air Kecil
Indonesia
Dua Transjakarta Kembali Kecelakaan, Salah Satunya Gegara Ditinggal Buang Air Kecil

Insiden pertama terjadi di kawasan Pramuka, Jakarta Timur