Petugas Malioboro Kewalahan Hadapi Membludaknya Wisatawan Dokumentasi - Suasana kawasan Malioboro Yogyakarta saat akhir pekan (7/11/21) (ANTARA/Eka AR)

MerahPutih.com - Barcode aplikasi Sugeng Rawuh sudah ditempatkan di 17 titik masuk Malioboro dan seluruhnya dijaga oleh petugas keamanan Jogoboro dibantu Satpol PP dan kepolisian. Namun, membludaknya pengunjung ke ikon wisata Yogyakarta itu tetap tak terkendali.

Unit Pelaksana Teknis Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta menyebut, petugas keamanan di Malioboro, Jogoboro, kewalahan untuk meminta wisatawan menggunakan aplikasi Sugeng Rawuh. Itu dilakukan untuk kebutuhan pembatasan pengunjung pada akhir pekan terkait pencegahan penularan COVID-19.

“Pada akhir pekan, jumlah pengunjung di Malioboro meningkat cukup banyak. Akhirnya, petugas pun kewalahan meminta pengunjung memindai dan mengisi data melalui aplikasi Sugeng Rawuh,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta Ekwanto di Yogyakarta, Senin (15/11).

Baca Juga:

PKL Harap Kunjungan Jokowi Tingkatkan Wisatawan ke Malioboro

Banyaknya pengunjung yang akan masuk justru menimbulkan antrean yang mengular di pintu-pintu masuk dan terkadang wisatawan tidak sabar sehingga enggan memindai aplikasi tersebut.

“Petugas sudah berupaya memberikan pengertian dan pengunjung pun memahami fungsi aplikasi tersebut,” katanya, dikutip Antara.

Saat ini, setiap wisatawan diminta memindai barcode aplikasi Sugeng Rawuh dan mengisi data berupa nomor telepon untuk kebutuhan pelacakan apabila suatu saat ditemukan kasus penularan di kawasan wisata itu.

“Data yang diisikan pun tidak terlalu banyak dan sudah dibuat sesederhana mungkin untuk memudahkan pengunjung. Tetapi, sekali lagi, karena jumlah pengunjung yang sangat banyak sehingga petugas di lapangan pun kewalahan,” katanya.

Ia berharap, ada tambahan petugas di lapangan untuk membantu Jogoboro memastikan seluruh pengunjung memakai aplikasi Sugeng Rawuh, terutama saat akhir pekan.

Baca Juga:

Gage Diterapkan di Malioboro Tiap Weekend, Ini Ketentuannya

Dengan memindai dan mengisi data, maka setiap pengunjung juga akan mendapat peringatan apabila durasi berkunjung di Malioboro sudah hampir habis atau maksimal dua jam.

Hanya saja, lanjut Ekwanto, petugas di lapangan pun tetap harus mengingatkan secara rutin kepada wisatawan bahwa durasi maksimal berada di Malioboro adalah dua jam.

Selain itu, ia mengakui, banyak wisatawan yang lupa waktu karena sedang asyik berbelanja atau sekadar berjalan-jalan.

“Malioboro ini menjadi destinasi akhir bagi wisatawan untuk mengakhiri perjalanan mereka di Yogyakarta. Makanya, kawasan ini akan semakin ramai saat sore hingga malam hari,” katanya. (*)

Baca Juga:

Aturan Baru Berwisata di Malioboro

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiap Hari Pemkot Bandung Lakukan Pemutahiran Data Warga Miskin
Indonesia
Tiap Hari Pemkot Bandung Lakukan Pemutahiran Data Warga Miskin

Untuk pengusulan DTKS bisa dengan tiga cara. Pertama yakni cara klasik melalui kelurahan untuk kemudian diteruskan usulannya kepada Dinsos.

Alasan DPRD-Pemprov DKI Bahas APBD di Puncak
Indonesia
Alasan DPRD-Pemprov DKI Bahas APBD di Puncak

penerapan protokol kesehatan di Grand Cempaka Puncak itu lebih baik ketimbang di gedung DPRD DKI

Survei IPO: Ketidakpuasan Pada Pemerintahan Jokowi Tinggi
Indonesia
Survei IPO: Ketidakpuasan Pada Pemerintahan Jokowi Tinggi

Tingkat ketidakpuasan terhadap pemerintahan Joko Widodo diklaim tinggi. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut hasil survei menunjukkan ketidakpuasan mencapai 51 persen.

Singgung Soal Kejujuran, PSI Tolak Anggaran Pengadaan Tanah RTH Naik 10 Kali Lipat
Indonesia
HUT ke-76, TNI Renovasi 10 Rumah Warga Kurang Mampu
Indonesia
HUT ke-76, TNI Renovasi 10 Rumah Warga Kurang Mampu

"Kami berikan kado rumah tidak layak huni yang telah direnovasi pada 10 warga. Biaya renovasi setiap rumah mencapai Rp 20 juta ini," kata dia.

Boyolali Diguyur Hujan Abu Vulkanik, Warga Kawasan Rawan Bencana Tetap Beraktivitas Normal
Indonesia
Boyolali Diguyur Hujan Abu Vulkanik, Warga Kawasan Rawan Bencana Tetap Beraktivitas Normal

Kepala Desa Tlogolele Ngadi membenarkan jika warga di desanya terdampak hujan abu vulkanik. Namun demikian, warga tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa.

Pegawai Non-Esensial Dipaksa Ngantor saat PPKM Darurat, Anies: Laporkan, Nanti Tim Bertindak!
Indonesia
Pegawai Non-Esensial Dipaksa Ngantor saat PPKM Darurat, Anies: Laporkan, Nanti Tim Bertindak!

Masyarakat yang bekerja di sektor non-esensial diminta untuk lapor ke Pemerintah DKI Jakarta jika dipaksa masuk kerja saat PPKM Darurat.

KPK Panggil 10 Saksi Terkait Kasus Korupsi Barang Tanggap Darurat COVID-19
Indonesia
KPK Panggil 10 Saksi Terkait Kasus Korupsi Barang Tanggap Darurat COVID-19

Selain Aa Umbara, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya

Jejak Berliku CdM Indonesia Tuntas Menjawab Tantangan
Indonesia
Jejak Berliku CdM Indonesia Tuntas Menjawab Tantangan

CdM Indonesia dengan kontingen ramping mampu meraih peringkat tiga di SEA Games 2021 Vietnam

Legislator PKS Minta Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Buntut Lonjakan Kasus COVID-19
Indonesia
Legislator PKS Minta Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Buntut Lonjakan Kasus COVID-19

Mufida juga menyarankan beberapa wilayah yang mengalami peningkatan kasus cukup signifikan seperti DKI Jakarta tidak memaksakan kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen