Petisi Tolak Izin Diperpanjang, Novel: FPI Paling Terdepan Aksi Kemanusiaan Anggota PA 212 dan tokoh FPI Novel Bamukmin (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

MerahPutih.Com - Sebelumnya telah viral adanya petisi di change.org yang meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tak memperpanjang izin organisasi kemasyarakatan (ormas) Front Pembela Islam (FPI).

Dalam situs resmi Kemendagri, izin ormas FPI ditandai dengan nomor Surat Keterangan Terdaftar (SKT) 01-00-00/010/D.III.4/VI/2014. SKT itu berlaku sejak 20 Juni 2014 hingga 20 Juni 2019.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, menyatakan bahwa sepak terjang FPI sudah tak diragukan lagi dalam berbagai aksi kemanusiaan.

Massa Front Pembela Islam
Massa Front Pembela Islam (FPI). Foto: ANTARA/ Rahmad

"FPI sudah terbukti paling terdepan dalam aksi kemanusian. Dari tsunami Aceh, hanya FPI bertahan 1 tahun lebih dengan 1.300 anggota FPI dan LPI dan pengevakuasi paling terbanyak hingga sampai kurang lebih 60 ribu mayat tanpa bantuan pemerintah. Dan itu terus berlangsung sampai saat ini, yaitu aksi kemanusian oleh FPI yang dibidangi langsung sayap organisasi FPI yaitu Hilmi. Terakhir FPI turun aksi kemanusian di banjir Sigi dan banjir Gresik," kata Novel saat dihubungi, Sabtu (11/5).

Lebih lanjut, Novel menegaskan, FPI bagian dari reformasi dan ingin menegakkan amar ma'ruf nahi munkar agar tercipta Islam yang rahmatan lil 'alamin.

Untuk itu, kata dia, tidak tepat adanya pihak yang meminta agar Kemendagri tak memperpanjang izin Ormas yang dikomandoi oleh Habib Rizieq itu.

"FPI lahir dari semangat reformasi agar Indonesia menjadi negara yang penuh dengan keberkahan. karena negara ini merdeka atas berkat rahmat Allah dan tujuan FPI sejalan yaitu sebagai pelayan umat menegakkan amar ma'ruf nahi munkar agar tercipta Islam yang rahmatan lil alamin," jelasnya.(Asp)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH