Petir, Lari Secepat Angin, dan Bela Diri Jadi Jurus Gundala Lawan Para Musuh Abimana Aryasatya di film Gundala garapan Joko Anwar. (Foto: YouTube/Screenplay Films)

SANCAKA (Abimana Aryasatya), masih mengenakan seragam satpam, saat dikeroyok preman pasar. Berbekal ilmu bela dirinya, Sancaka meladeni para preman, namun di tengah pertarungan tiba-tiba kapak melayang ke arah wajahnya. Sancaka kaget karena telapak tangannya kontan mengeluarkan aliran listrik menangkis lemparan kapak. Lalu, dari mana asalnya aliran listrik itu?

Di dalam film Gundala garapan Joko Anwar, tidak dijelaskan bagaimana asal-usul Sancaka mendapatkan kekuatan petir. Namun, asal-usul kekuatan itu diceritakan dalam komik garapan Harya Suraminata (Hasmi). Hasmi menciptakan Gundala pada 1969 berangkat dari karakter The Flash dan legenda Ki Ageng Selo, sosok yang mampu menangkap petir dengan tangannya.

Jika di versi film Sancaka berprofesi sebagai satpam, maka Sancaka versi komik digambarkan sebagai ilmuwan, kala itu sedang melakukan penelitian untuk menciptakan serum anti petir di laboratorium. Namun serum anti petir itu dihancurkannya karena menjadi faktor kandasnya hubungan asmara dengan Minarati.

Baca juga:

Mencoba Keseruan Gim Gundala

Petir, Lari Secepat Angin, dan Bela Diri Jadi Jurus Gundala Lawan Para Musuh
Sancaka saat pertama kali mencoba kostumnya. (Foto: Bumilangit)

Sancaka berlari keluar rumah dengan perasaan enggak karuan. Ia sama sekali tidak peduli hujan deras bahkan berlari sampai di sebuah padang yang cukup luas. Tiba-tiba sebuah petir menyambarnya dengan dahsyat membawanya ke sebuah tempat bernama Kerajaan Petir.

Kerajaan Petir dipimpin Kaisar Crons, sengaja membawa Sancaka karena merasa simpati terhadap penelitian serum anti petir. Kaisar Crons memilih Sancaka untuk memimpin perang melawan Kerajaan Mega yang selalu menghalangi jalan Kerajaan Petir.

"Sancaka, pakaian ini khusus ku sediakan buatmu. Pakaian itu tersimpan dalam liontin kalung ini," kata Kaisar Crons sembari memberikan liontin ke Sancaka. "Nah, cobalah".

Di tengah kepulan asap, Sancaka berubah mengenakan kostum berwarna biru, sarung tangan merah, topeng, dan atribut saya di telinga. Dengan kostum itu, Sancaka memiliki kekuatan berupa aliran listrik dari telapak tangannya.

Masih tidak percaya, Kaisar Crons meminta Sancaka untuk menghancurkan dan melelehkan sebuah balok baja berukuran 125 meter kubik dengan telapak tangannya. Dari situ, Sancaka baru percaya kostum itu punya kekuatan super.

Baca juga:

7 Action Figure dan Statue Resmi Gundala Kreasi Dolanan Keren

Petir, Lari Secepat Angin, dan Bela Diri Jadi Jurus Gundala Lawan Para Musuh
Abimana Aryasatya yang berprofesi sebagai satpam. (Foto: YouTube/Screenplay Films)

Sebelum berangkat perang, Sancaka harus diadu kekuatannya terlebih dahulu dengan Jenderal Tirhapy, Si Petir Api. Pemenangnya akan diangkat sebagai panglima tertinggi di kerajaan tersebut. Singkat cerita, Sancaka berhasil mengalahkan Jenderal Tirhapy.

"Mulai hari ini, manusia Bumi ku angkat sebagai panglima tertinggi, sekaligus sebagai putera angkatku dan kuberi nama Gundala!," kata Kaisar Crons.

Selain mendapatkan kostum super dan kekuatan petir dari Kaisar Crons, Gundala juga mendapatkan kekuatan lari secepat angin dari Raja Taifun sang pemimpin Kerajaan Angin. Kekuatan itu diberikan Taifun sebelum Sancaka akhirnya kembali ke Bumi.

Lain komik, lain pula cerita di film Gundala garapan Joko Anwar. Sancaka justru sudah mendapatkan tanda-tanda kekuatan petir saat ia masih kecil (diperankan oleh Muzakki Ramdhan). Saat beranjak dewasa, Sancaka disambar petir setelah dibuang dari ketinggian gedung akibat berkelahi dengan preman-preman pasar.

Kalau kamu dengar secara saksama, petir yang menyambar Sancaka seolah 'berbicara' dan menyampaikan pesan. Sancaka yang tadinya pingsan, tiba-tiba bangkit dan langsung berteriak setelah petir masuk ke dalam tubuhnya.

Di film Gundala, Sancaka juga punya kekuatan bela diri yang diajarkan Awang (Faris Fadjar). Awang sengaja mengajarkan bela diri agar Sancaka bisa melindungi dirinya sendiri dan tidak merepotkan orang lain. Aksi bela diri ini pun ternyata sangat bermanfaat saat Sancaka berprofesi sebagai satpam di salah satu perusahaan media cetak. Ia berhasil melawan preman-preman dan anak buah Pengkor (Bront Palarae).

Petir, Lari Secepat Angin, dan Bela Diri Jadi Jurus Gundala Lawan Para Musuh
Komi Gundala Putera Petir. (Foto: screenshot)

Pengkor yang menjadi musuh Sancaka di film Gundala, menjadikan anak-anak yatim sebagai senjatanya untuk membasmi Gundala. Mereka berasal dari beberapa profesi seperti dukun, perawat, ahli bela diri, pemahat batu, pemahat logam, koki, model, dan mahasiswa. Setiap anak buah punya perannya masing-masing dalam merencanakan aksi Pengkor. (and)

Baca juga:

Beda Rupa Kostum Gundala, Gimana Ceritanya?

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bipang Halal Khas Pasuruan
Kuliner
Bipang Halal Khas Pasuruan

Memiliki cita rasa renyah, manis dan wangi.

Work from Toba, ini Destinasi yang Bisa Kamu Kunjungi
Travel
Work from Toba, ini Destinasi yang Bisa Kamu Kunjungi

Keindahan kawasan Danau Toba memang juara.

Pengembangan Kota Tua dan Jakarta Barat Sebagai Tempat Pariwisata
Travel
Pengembangan Kota Tua dan Jakarta Barat Sebagai Tempat Pariwisata

Kota Tua dan Jakarta Barat semakin berkembang sebagai kawasan wisata.

Menu Vegetarian Rumahan yang Simple, Sehat dan Enak
Kuliner
5 Tradisi  Indonesia Rayakan Isra Mikraj
Tradisi
5 Tradisi Indonesia Rayakan Isra Mikraj

Tiap daerah punya tradisi tersendiri yang unik.

Okupansi Hotel di Yogyakarta saat Libur Nataru hanya 30
Travel
Okupansi Hotel di Yogyakarta saat Libur Nataru hanya 30

PHRI DIY berharap tamu atau para wisatawan asal DIY bisa membantu memulihkan reservasi kamar hotel di daerah ini

Megengan, Tradisi Khas Masyarakat Jawa Menyambut Bulan Suci Ramadan
Tradisi
Megengan, Tradisi Khas Masyarakat Jawa Menyambut Bulan Suci Ramadan

Megengan merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Megengan biasanya dilakukan pada minggu terakhir bulan Sya’ban menjelang bulan Ramadan

Merasakan Bali di Bekasi
Travel
Merasakan Bali di Bekasi

Suasananya kental sekali dengan provinsi yang ada di sebelah timur Pulau Jawa itu.

Kemenparekraf Lakukan Persiapan Pemulihan Pariwisata Indonesia
Travel
Kemenparekraf Lakukan Persiapan Pemulihan Pariwisata Indonesia

Kemenparekraf dan maskapai penerbangan AirAsia Indonesia bersinergi dalam rangka mengantisipasi pemulihan pariwisata nasional

Liburan ke Tanjung Lesung, Isi Perut di Rumah Makan Ibu Entin
Travel
Liburan ke Tanjung Lesung, Isi Perut di Rumah Makan Ibu Entin

Liburan ke Tanjung Lesung belum lengkap kalau tidak mencicipi makanan di Rumah Makan (RM) Ibu Entin. Destinasi wisata kuliner legendaris