Petinggi KAMI Kumpulkan Uang Rp500 Ribu untuk Danai Pendemo UU Ciptaker Syahganda Nainggolan. (ANTARA)

MerahPutih.com - Empat petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan, Sumatera Utara juga mengumpulkan dana untuk logistik para pendemo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Hal ini diungkapkan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono saat membeberkan barang bukti dalam kasus tersebut. Dia mengungkapkan uang yang sudah terkumpul dari Whatsapp Grup (WaG) KAMI Medan baru terkumpul Rp500 ribu.

“Jadi tadi dari WAG grup tadi, tadi dia mengumpulkan uang untuk menyuplai logistik. Itu sudah, baru terkumpul Rp 500 ribu,” kata Argo dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (15/10).

Baca Juga

Pentolan KAMI Diciduk karena Sebut Negara Kepolisian Republik Indonesia

Selain itu, kata Argo, pihaknya juga mempunyai bukti jika ketua KAMI Medan, KA memberikan nasi bungkus kepada pendemo di Sumatera Utara yang dimungkinan dibeli dari uang hasil urunan tersebut.

“Fotonya tidak saya bawa ini. Jadi ada tersangka KH tadi, KA tadi, itu sedang mengumpulkan massa sambil bagi nasi bungkus kemudian menyampaikan itu, arahan di sana,” sebut Argo.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan dan menahan sembilan orang dalam kasus ujaran kebencian dan penghasutan terkait UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung tindakan anarkis di sejumlah wilayah Indonesia.

Logo Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Foto: Istimewa
Logo Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Foto: Istimewa

Dari sembilan orang tersebut, empat diantaranya ditangkap di Jakarta. Mereka yakni Anggota Komite Eksekutif KAMI Syahganda Nainggolan, Deklator Anggota Komite Eksekutif KAMI Jumhur Hidayat, Deklator KAMI Anton Permana dan penulis sekaligus mantan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kingkin Anida.

Sedangkan, empat orang lainnya ditangkap di Medan, Sumatera Utara. Mereka masing-masing yakni; Ketua KAMI Sumatera Utara Khairi Amri, Juliana, Devi, dan Wahyu Rasari Putri. Selain itu, polisi menangkap seorang berinisial DW terkait kasus yang sama.

Baca Juga

Tindakan Polisi Tangkap Pentolan KAMI Tidak Dapat Dikualifikasi Tindakan Represif

Mereka dipersangkakan dengan Pasal 45 A ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2014 tentang ITE dan atau Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
2 Tersangka Hoaks COVID-19 Enggak Ditahan
Indonesia
2 Tersangka Hoaks COVID-19 Enggak Ditahan

Ada lima orang yang terlibat kasus hoaks di wilayah Jawa Barat

Dua Tersangka Dugaan Korupsi Asabri Pembobol Jiwasraya
Indonesia
Dua Tersangka Dugaan Korupsi Asabri Pembobol Jiwasraya

Para tersangka itu langsung ditahan oleh jaksa tim penyidik selama 20 hari ke depan sejak Senin 1 Februari 2021 hingga Sabtu 20 Februari 2021

Soal Paspor Djoko Tjandra, Dirjen Imigrasi: Petugas Kami Baru Lulus Sekolah
Indonesia
Soal Paspor Djoko Tjandra, Dirjen Imigrasi: Petugas Kami Baru Lulus Sekolah

"Karena dia masih umur 20-23 tahun, dia baru lulus, dia gak akan kenal ini Djoko Tjandra kemungkinan," ujarnya

Marak Begal Sepeda, Sudin Jakbar Hanya Bisa Imbau Lewat Medsos
Indonesia
Marak Begal Sepeda, Sudin Jakbar Hanya Bisa Imbau Lewat Medsos

Jambret itu memang mobilenya tinggi tuh

Sekelumit Dinamika Komunikasi Publik Selama Dua Bulan Pandemi COVID-19
Indonesia
Sekelumit Dinamika Komunikasi Publik Selama Dua Bulan Pandemi COVID-19

Sehingga hal itu juga kemudian melahirkan berbagai bentuk respon di tengah masyarakat.

IKAPPI Pertanyakan Anies yang Belum Temukan Solusi Pengganti Kantong Plastik
Indonesia
IKAPPI Pertanyakan Anies yang Belum Temukan Solusi Pengganti Kantong Plastik

Penggunaan kantong kresek untuk beberapa komoditas basah masih sangat dibutuhkan dan terus dilakukan di pasar tradisional.

[HOAKS atau FAKTA]: Dokter di Palembang Meninggal Usai Disuntik Vaksin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dokter di Palembang Meninggal Usai Disuntik Vaksin

Akun Facebook Prof Yuwono mengunggah foto disertai narasi yang mengklaim seorang dokter di Palembang, Sumatera Selatan meninggal usai menerima suntikan vaksin COVID-19.

Gojek dan Tokopedia Dikabarkan Bakal Gabung
Indonesia
Gojek dan Tokopedia Dikabarkan Bakal Gabung

Sampai berita ini diturunkan petinggi kedua perusahaan tersebut masih belum memberikan pernyataan terkait rencana penggabungan ini.

DPRD DKI Ungkap 'Biang Kerok' Penambahan Kasus COVID-19 di Jakarta
Indonesia
DPRD DKI Ungkap 'Biang Kerok' Penambahan Kasus COVID-19 di Jakarta

“Kami sangat prihatin, seharusnya ini tidak perlu terjadi,” kata Arifin

Sriwijaya Air Jatuh, Bupati Kepulauan Seribu: Getaran Terasa Sampai Pemukiman
Indonesia
Sriwijaya Air Jatuh, Bupati Kepulauan Seribu: Getaran Terasa Sampai Pemukiman

Warga sekitar pulau sampai merasakan getaran ledakan bawah laut yang diduga berasal dari pesawat.